Laporan wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Keberhasilan mengorbitkan sejumlah pemain muda Aceh ke level profesional pada musim-musim sebelumnya menjadi alasan kuat bagi Persiraja Banda Aceh kembali menggelar seleksi terbuka pemain lokal.
Seleksi ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi kompetisi Championship 2026/2027 sekaligus upaya melanjutkan tradisi pembinaan talenta daerah.
Persiraja selama ini dikenal sebagai klub yang konsisten memberikan ruang bagi pemain putra Aceh untuk berkembang.
Tidak sedikit pemain lokal yang awalnya mengikuti seleksi terbuka, kemudian mampu menembus skuad utama hingga dikenal di kancah sepak bola nasional.
Seleksi pemain akan berlangsung di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, dan dipantau langsung oleh Pelatih Kepala Jaya Hartono bersama tim pelatih.
Proses ini diharapkan mampu menjaring pemain-pemain terbaik yang memiliki kualitas sekaligus mental untuk bersaing di level profesional.
Baca juga: Persiraja Kirim 18 Talenta Muda Aceh ke Basis Data Nasional PSSI, Bidik Lahirkan Bintang Timnas
Wakil Presiden Persiraja, Iswahyudi mengatakan, klub berjuluk Laskar Rencong itu memiliki tanggung jawab besar untuk terus membuka jalan bagi pemain-pemain Aceh yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional.
"Kalau bukan Persiraja yang mengambil tanggung jawab membentuk dan mengorbitkan pemain Aceh, maka tidak akan ada klub yang memberikan kesempatan kepada anak-anak Aceh untuk menjadi pemain profesional," ujar Bos Yudi--sapaan akrab Wapres Persiraja itu.
Ia mencontohkan, seleksi terbuka yang digelar pada 2023, terbukti melahirkan sejumlah pemain yang kini menjadi bagian penting skuad Persiraja, seperti M Reza, Revan, Muammar, Muharir, dan beberapa nama lainnya.
Menurut Iswahyudi, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa Aceh tidak kekurangan pemain berbakat.
“Yang dibutuhkan adalah kesempatan, pembinaan, dan proses yang tepat agar mereka mampu berkembang,” ulasnya.
Selain memiliki kemampuan teknis, pemain-pemain lokal Aceh juga dikenal memiliki karakter permainan yang spartan, pantang menyerah, serta memiliki semangat juang tinggi di lapangan.
Karakter inilah yang selama ini menjadi salah satu identitas pemain Aceh dan diharapkan mampu dipadukan dengan disiplin serta mental bertanding di level profesional.
Baca juga: Perpanjang Kontrak, Jaya Hartono Bertahan Sebagai Pelatih Persiraja
Karena itu, Persiraja ingin mengubah pola pikir para pemain muda agar tidak hanya berprestasi di turnamen antarkampung (tarkam), tetapi juga mampu bersaing di kompetisi profesional.
"Para pemain bola di Aceh tidak boleh hanya memiliki mental tarkam. Mereka harus memiliki mental profesional agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi,” tukas Bos Yudi.
“Karena itu kami memberikan kesempatan kepada 30 pemain muda Aceh untuk mempersiapkan mental dan kemampuan mereka," kata Iswahyudi.
Melalui seleksi terbuka ini, Persiraja berharap kembali menemukan talenta-talenta terbaik yang tidak hanya mampu memperkuat Laskar Rencong pada musim mendatang.
Tetapi juga meneruskan tradisi klub sebagai kawah candradimuka lahirnya pemain-pemain Aceh yang mampu menembus panggung sepak bola nasional.(*)