Nenek Hermin Mendadak Hilang Sepulang Pesta, Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Noval Andriansyah July 05, 2026 11:19 PM

Tribunlampung.co.id, Simalungun - Misteri hilangnya seorang lansia bernama Nenek Hermin Lasih Silalahi (78) yang sempat membuat cemas pihak keluarga selama sepekan terakhir, akhirnya terjawab dengan kenyataan memilukan.

Baca juga: Warga Geger Temukan Nenek 69 Tahun Tak Bernyawa di Rumahnya, Ada Luka Bakar

Warga Huta Gunung Malela, Nagori Pamatang Silampuyang, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara ini ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di area perkebunan kelapa sawit.

Jasad wanita lanjut usia tersebut ditemukan telungkup di dalam Parit Gajah, Blok 2022 I, Perkebunan PTPN IV Afdeling V Marihat pada Sabtu (4/7/2026).

Penemuan ini mengakhiri drama pencarian masif yang dilakukan oleh pihak keluarga bersama aparat kepolisian sejak korban dilaporkan hilang misterius sekembalinya dari sebuah acara hajatan.

"Informasi penemuan jasad ini bermula dari laporan seorang warga bernama Wahyu Apriansyah yang sedang mengumpulkan tangkos sawit di area perkebunan."

"Saksi mencium bau tidak sedap yang menyengat, lalu ingatan langsung tertuju pada warganya yang dilaporkan hilang sejak 27 Juni 2026. Setelah ditelusuri, sumber bau tersebut ternyata berasal dari sesosok mayat yang mulai membusuk di dalam parit," jelas Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, dilansir Tribun-Medan.com.

Kepastian identitas mayat tersebut dikonfirmasi setelah cucu korban, Saljun Berutu, tiba di lokasi kejadian bersama jajaran Polsek Gunung Malela.

Saljun mengenali secara akurat pakaian serta tas khas yang melekat pada tubuh korban sebagai barang-barang milik sang nenek yang dibawa saat pergi menghadiri pesta.

Sebelum ditemukan tewas mengenaskan, Nenek Hermin diketahui pamit meninggalkan rumah pada Sabtu (27/6/2026) pagi sekitar pukul 06.30 WIB untuk mendatangi pesta, yang berjarak hanya 300 meter dari kediamannya.

Beberapa warga sempat melihat korban hendak berjalan kaki sendirian untuk pulang ke rumah sekitar pukul 08.00 WIB, namun sejak saat itu korban tidak pernah sampai ke tujuannya.

Tim Inafis Satreskrim Polres Simalungun  memastikan, berdasarkan hasil visum luar dari Rumah Sakit Djasamen Saragih, tidak dijumpai adanya indikasi luka ataupun tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.

Pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian lansia tersebut sebagai musibah murni, menolak tindakan autopsi, dan menduga kuat korban terjatuh ke parit pembatas perkebunan akibat faktor usia dan keterbatasan penglihatan saat berjalan seorang diri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.