TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan Pemuda kristen.
Dalam isi renungan ini dikhususkan untuk para pemida kristen dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Agar hidup sesuai dengan firman Tuhan.
Renungan ini pun bisa digunakan para pemuda dan pemudi sebagai referensi saat memimpin ibadah.
Ataupun dalam pertemuan kelompok kecil pemuda.
Pembacaan alkitab terdapat pada Mazmur 67:1-8.
Tema perenungan adalah Tuhan Telah Memberi Hasilnya, Tuhan Allah Memberkati Kita.
Khotbah:
Sobat Obor, Mazmur 67 adalah sebuah doa yang penuh makna, yang menggabungkan permohonan berkat dengan panggilan untuk memuliakan Tuhan.
Pemazmur memulai dengan kerinduan: "Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya la menyinari kita dengan wajah-Nya."
Ini menegaskan bahwa berkat sejati bukan hanya tentang apa yang kita miliki, tetapi tentang kehadiran Tuhan
dalam hidup kita.
Tanpa Tuhan, semua yang kita miliki tidak akan memberi arti yang sejati.
Menariknya, berkat yang dimohonkan dalam Mazmur ini tidak berhenti pada diri sendiri.
Pemazmur melanjutkan bahwa berkat itu diberikan supaya jalan Tuhan dikenal di bumi dan keselamatan-Nya di antara segala bangsa.
Artinya, setiap berkat yang kita terima memiliki tujuan yang lebih besar. Tuhan memberkati kita bukan hanya untuk kita nikmati, tetapi supaya melalui hidup kita, orang lain dapat melihat dan mengenal Tuhan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali mengukur berkat dari hal-hal yang kelihatan: keberhasilan pekerjaan, kelimpahan materi, atau pencapaian hidup. firman Tuhan ini mengajak kita melihat bahwa berkat Tuhan jauh lebih
luas dari itu.
Berkat bisa hadir dalam bentuk kesehatan, damai sejahtera, keluarga yang harmonis, bahkan kekuatan untuk melewati masa-masa sulit.
Semua itu adalah tanda bahwa Tuhan sedang bekerja dalam hidup kita.
Ayat 7 menjadi pusat perenungan kita: "Tanah telah memberi hasilnya; Allah, Allah kita, memberkati kita."
Gambaran tentang tanah yang memberi hasil mengingatkan kita pada proses kehidupan.
Tanah tidak langsung menghasilkan buah tanpa melalui proses. Ada tahap menabur, merawat, menunggu, dan baru kemudian menuai.
Begitu juga dengan hidup kita. Tuhan sering kali membawa kita melalui proses sebelum kita melihat hasil.
Proses ini tidak selalu mudah. Ada saat-saat kita merasa lelah, kecewa, bahkan hampirmenyerah karena hasil yang kita harapkan belum terlihat.
Kita sudah berusaha, sudah berdoa, tetapi seolah-olah belum ada perubahan.
Namun melalui Mazmur ini, Tuhan mengingatkan kita bahwa ia tidak pernah lalai.
Sama seperti tanah yang pada akhirnya memberi hasil, demikian juga Tuhan akan memberikan hasil pada waktunya.
Kita perlu menyadari bahwa manusia hanya bisa berusaha, tetapi Tuhanlah yang memberi pertumbuhan.
Kita bisa bekerja keras, merencanakan dengan baik, tetapi tanpa berkat Tuhan, semua itu tidak akan menghasilkan apa-apa.
Karena itu, sikap yang benar adalah tetap setia mela kukan bag ian kita, sambil terus mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah.
Mazmur ini juga menekankan bahwa bangsa-bangsa akan bersukacita dan memuji Tuhan ketika mereka melihat keadilan dan pimpinan-Nya.
Ini berarti hidup kita sebagai orang percaya harus menjadi kesaksian yang hidup. Ketika Tuhan memberkati kita, orang lain seharusnya dapat melihat kebaikan Tuhan melalui hidup kita melalui cara kita berbicara, bertindak, dan memperlakukan sesama.
Berkat Tuhan tidak dimaksudkan untuk disimpan sendiri. Seperti tanah yang menghasilkan panen untuk banyak orang, demikian juga kita dipanggil untuk menjadi saluran berkat.
Ketika kita berbagi, menolong, dan peduli kepada sesama, kita sedang memperlihatkan kasih Tuhan secara nyata.
Dan melalui itu, nama Tuhan dimuliakan.
Sobat obor, "tanah telah memberi hasilnya" juga mengingatkan kita akan kesetiaan Tuhan terhadap janji-Nya.
la tidak pernah meninggalkan umatNya. Apa yang kita tabur dengan iman dan kesetiaan, pada waktunya
akan kita tuai.
Mungkin tidak selalu sesuai dengan keinginan kita, tetapi Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi kita.
Karena itu, marilah kita belajar untuk hidup dengan hati yang penuh syukur.
Jangan menunggu semuanya sempurna baru kita bersyukur.
Dalam setiap keadaan, baik saat berkelimpahan maupun berkekurangan, tetaplah percaya bahwa Tuhan
sedang bekerja.
Akhirnya, firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk tetap setia dalam proses, percaya pada waktu Tuhan, dan menjadi saluran berkat bagi orang lain.
Ketika kita hidup demikian, kita akan melihat bagaimana Tuhan benar-benar memberkati hidup kita.
"Tanah telah memberi hasilnya; Tuhan Allah memberkati kita." Kiranya firman ini menguatkan iman kita
untuk terus berjalan bersama Tuhan, tetap setia dalam setiap musim kehidupan, dan menjadi alat-Nya untuk membawa berkat bagi banyak orang. Amin.