Fatayat NU Diwek Gelar Shalawat Diba' Akbar, Santuni Anak Yatim dan Dukung UMKM Anggota
Pipit Maulidya July 06, 2026 12:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Diwek menggelar Shalawat Diba' Akbar di Balai Desa Cukir, Minggu (5/7).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang bershalawat, tetapi juga diisi santunan anak yatim serta bazar produk UMKM milik anggota Fatayat.

Sekitar 500 anggota Fatayat NU dari berbagai desa di Kecamatan Diwek mengikuti kegiatan tersebut.

Hadir pula Ketua MWCNU Diwek, Ketua PAC Muslimat NU Diwek, perwakilan Camat Diwek, Polsek Diwek, serta jajaran Pemerintah Desa Cukir.

Acara diawali dengan pembacaan Shalawat Diba' secara berjamaah. Panitia juga memberikan santunan kepada anak yatim serta bingkisan untuk 10 anak stunting.

Ketua PAC Fatayat NU Diwek, Imroatun Nadhifah, mengapresiasi semangat para anggota yang terus aktif dalam organisasi. Ia mengatakan kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempromosikan usaha para anggota.

"Karena di kegiatan ini juga ada UMKM dari para pengurus Fatayat ranting Cukir," imbuhnya.

Menurutnya, Diba' Akbar bukan hanya untuk membaca shalawat dan mempererat silaturahmi, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial.

"Tapi juga menumbuhkan kepedulian sosial melalui kegiatan santunan anak yatim stunting," imbuhnya.

Perwakilan Pemerintah Desa Cukir turut mengapresiasi kegiatan tersebut.

"Kegiatan NU seperti yang dilakukan Fatayat di balai Desa Cukir ini, kami senang dan semoga bisa menambah keimanan dan ketakwaan untuk warga Cukir dan sekitarnya," ujarnya.

Wakil Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Jombang, Ning Nadroh, mengajak seluruh anggota tetap semangat berkhidmat di Fatayat NU.

"Saya berharap untuk terus urip-urip NU melalui tabarukan dengan kegiatan-kegiatan seperti tahlilah, istighosah," katanya.

Ia juga mengenalkan Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang dimiliki PC Fatayat NU Jombang.

"Saya berharap kepada seluruh anggota Fatayat Anak Ranting, bisa memmanfaatkan program tersebut," pintanya.

Dalam mauidah hasanah, KH Agus Maulana menjelaskan keutamaan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

"Siapa yang selalu membaca shalawat sama dengan mendoakan Kanjeng Nabi Muhammad," ujarnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhsinin Cukir itu menambahkan, orang yang membaca shalawat tetap memperoleh pahala.

"Meskipun dengan berbagai irama lagunya jelek," jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat lebih peduli terhadap anak yatim.

"Karena hidup anak yatim tidak imbang dikarenakan ditinggal salah satu orang tua, maka hidupnya tidak bisa memperoleh perilaku dengan seimbang," pesannya.

Selain itu, KH Agus mengingatkan agar menjauhi segala bentuk perbuatan zalim.

"Baik dzalim musryik yang tidak bisa diampuni oleh Allah maupun dzalim dengan melakukan dosa kecil, apalagi dzalim yang menyakiti oranh lain, terlebih dzalim kepada orang tua," pungkasnya.

Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Ketua MWCNU Diwek, KH Hamdi Sholeh. Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib hingga selesai.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.