MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Manado terus berupaya menghapus anggapan adanya sekolah favorit maupun sekolah yang kurang diminati melalui pemerataan mutu pendidikan di seluruh sekolah negeri.
Langkah tersebut menjadi salah satu fokus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado setelah pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 menunjukkan minat masyarakat masih terkonsentrasi pada sejumlah sekolah tertentu.
Meski demikian, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, Peter Karl Bart Assa, S.T., M.Sc., M.Tr.Par., CGRE., Ph.D., menilai kondisi tahun ini mulai menunjukkan perkembangan positif.
Menurutnya, penyebaran pendaftar pada pelaksanaan SPMB 2026 sudah lebih merata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Mulai dari prestasi akademik dan nonakademik, kualitas guru, kepemimpinan kepala sekolah, kelengkapan sarana prasarana, lingkungan belajar yang baik, serta lokasi sekolah yang mudah dijangkau menjadi faktor yang memengaruhi pilihan masyarakat," kata Bart Assa kepada wartawan Tribunmanado.co.id, Indri Panigoro, melalui WhatsApp, Minggu (5/7/2026).
Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado menunjukkan SMP Negeri 1 Manado masih menjadi sekolah dengan jumlah pendaftar terbanyak, yakni 578 calon murid.
Di bawahnya terdapat SMP Negeri 8 Manado dengan 337 pendaftar, disusul SMP Negeri 10 Manado sebanyak 303 pendaftar, SMP Negeri 7 sebanyak 279 pendaftar, dan SMP Negeri 3 sebanyak 275 pendaftar.
Sementara pada jenjang SD, SD Negeri 03 Manado menjadi sekolah dengan jumlah pendaftar terbanyak, yakni 87 calon murid, disusul SD Negeri 02 Manado sebanyak 83 pendaftar.
Menurut Bart Assa, tingginya minat terhadap sejumlah sekolah tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas seluruh sekolah negeri.
Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado tidak hanya berfokus pada sekolah yang selama ini menjadi tujuan utama masyarakat, tetapi juga melakukan pembinaan secara menyeluruh terhadap seluruh satuan pendidikan.
Upaya tersebut dilakukan melalui pembinaan kepala sekolah, peningkatan kompetensi guru, penguatan tata kelola pendidikan, serta penyediaan sarana dan prasarana yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah.
Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Manado itu mengatakan peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik sekolah, tetapi juga dari kualitas proses pembelajaran, kepemimpinan kepala sekolah, inovasi guru, serta penguatan karakter peserta didik.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap kualitas pendidikan di seluruh sekolah negeri semakin merata sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan sekolah yang berkualitas.
"Dengan begitu, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak pilihan sekolah berkualitas tanpa harus terpaku pada beberapa sekolah tertentu saja," ujar doktor lulusan Jepang di bidang Teknik Sipil dan Teknik Pantai yang juga menyandang gelar Magister Terapan Pariwisata dari Politeknik Pariwisata Bali serta sertifikasi Certified Government Risk Executive (CGRE) dari BPKP.
Bart Assa optimistis pemerataan mutu pendidikan akan berdampak pada semakin meratanya penyebaran peserta didik pada pelaksanaan SPMB di tahun-tahun mendatang.
Menurutnya, ketika kualitas sekolah semakin merata, masyarakat tidak lagi hanya berfokus pada beberapa sekolah yang selama ini dianggap favorit, tetapi juga memiliki kepercayaan yang sama terhadap sekolah negeri lainnya di Kota Manado.
Bagi orang tua yang anaknya belum mendapatkan sekolah negeri di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) pada SPMB Tahun Ajaran 2026/2027, kesempatan masih terbuka.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado memastikan pelaksanaan SPMB belum berakhir karena masih akan dilanjutkan dengan tahap 3 untuk mengisi kursi yang masih tersedia di sejumlah SD dan SMP negeri.
Kadis pendidikan mengatakan secara keseluruhan daya tampung sekolah negeri di Kota Manado masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Data Dinas Pendidikan menunjukkan total daya tampung SD dan SMP negeri mencapai 7.488 kursi.
Sementara jumlah pendaftar baru 5.180 calon murid.
Dari jumlah tersebut, 4.845 calon murid telah diterima, sehingga masih tersedia 2.643 kursi yang akan dioptimalkan pada pelaksanaan tahap 3.
Menurut Bart Assa, kondisi tersebut menunjukkan kapasitas sekolah negeri di Kota Manado sebenarnya masih cukup untuk menampung peserta didik baru.
Karena itu, orang tua yang anaknya belum memperoleh sekolah negeri diharapkan memanfaatkan kesempatan pada tahap 3.
"Pemerintah Kota Manado berkomitmen agar seluruh anak usia sekolah memperoleh akses pendidikan. Karena itu masyarakat diharapkan tidak hanya terpaku pada beberapa sekolah tertentu, tetapi juga mempertimbangkan sekolah negeri lain yang masih memiliki daya tampung," kata Bart Assa kepada wartawan Tribunmanado.co.id, Indri Panigoro, Minggu (5/7/2026) pagi.
Ia menjelaskan penyebaran pendaftar pada tahun ini juga mulai lebih merata dibanding pelaksanaan penerimaan murid baru pada tahun-tahun sebelumnya.
Meski demikian, masih terdapat konsentrasi pendaftar di sejumlah sekolah yang selama ini dikenal sebagai sekolah favorit.
Baca juga: Ribuan Kuota SPMB Manado 2026 Masih Tersisa, Jalur Domisili dan Afirmasi Belum Semua Terisi Penuh
Baca juga: Penyebaran Pendaftar SPMB 2026 di Manado Mulai Merata, Kadis: Tak Lagi Bertumpuk di Sekolah Favorit
Data Dinas Pendidikan menunjukkan SMP Negeri 1 Manado memang menjadi sekolah dengan peminat terbanyak.
Sekolah yang berada sekitar 2 kilometer atau 5-10 menit berkendara dari Balai Kota Manado itu menerima 578 pendaftar untuk 544 kuota, dengan 531 calon murid diterima.
Di bawahnya terdapat SMP Negeri 8 Manado yang menerima 337 pendaftar untuk 416 kursi, dengan 316 peserta diterima.
Selanjutnya SMP Negeri 10 Manado menerima 303 pendaftar, menyediakan 288 kursi, dan seluruh kuotanya terisi.
SMP Negeri 7 menerima 279 pendaftar dengan daya tampung 352 kursi, sedangkan SMP Negeri 3 menerima 275 pendaftar untuk 320 kursi.
Masih terdapat pula SMP Negeri 2, SMP Negeri 4, SMP Negeri 5, SMP Negeri 13, hingga SMP Negeri 16 yang memiliki daya tampung berbeda-beda dan sebagian masih menyisakan kursi.
Pada jenjang SD, sekolah dengan jumlah pendaftar terbanyak adalah SD Negeri 03 Manado yang berada di Kelurahan Wawonasa, Kecamatan Singkil, sekitar 3 kilometer atau 10 menit berkendara dari Balai Kota Manado.
Sekolah tersebut menerima 87 pendaftar, disusul SD Negeri 02 Manado sebanyak 83 pendaftar, SD Negeri 06 Manado 58 pendaftar, SD Negeri 25 Manado 56 pendaftar, serta SD Negeri 21 Manado 55 pendaftar. (Tribunmanado.co.id/Indri Panigoro)