TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ketajaman megabintang dunia Kylian Mbappe kembali menjadi juru selamat bagi Timnas Prancis.
Gol tunggal sang kapten lewat titik putih sukses membawa Les Bleus melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Paraguay dengan skor tipis 1-0 dalam laga 16 besar yang berlangsung penuh tensi tinggi.
Pertandingan yang digelar di Stadion Philadelphia tersebut berjalan sangat melelahkan bagi anak asuh Didier Deschamps.
Sepanjang 90 menit laga bergulir, armada Prancis dipaksa memeras keringat ekstra guna membongkar strategi 'parkir bus' defensif serta tekel-tekel keras menjurus kasar yang diperagakan oleh skuad La Albirroja.
Namun, ketenangan kelas dunia dari Kylian Mbappe pada menit ke-69 berhasil menjadi pembeda.
Tambahan gol dari eksekusi penalti ini menempatkannya sejajar dengan torehan gol Lionel Messi di turnamen ini, sekaligus memperlebar jalannya memperebutkan penghargaan Sepatu Emas adidas 2026.
Laga keras menjurus kasar yang tersaji pada pagi hari waktu Indonesia Barat (WIB) ini memancing reaksi emosional dari para pencinta sepak bola di tanah air yang menyaksikan siaran langsung.
Edo, salah satu warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mengungkapkan rasa kekesalannya yang mendalam terhadap gaya bermain agresif negatif yang ditunjukkan oleh kubu Paraguay.
• Dwigol Maut Azzedine Ounahi Bawa Maroko Melesat ke Perempat Final Piala Dunia 2026
"Saya benar-benar gregetan menonton pertandingan pagi tadi. Paraguay bermain sangat bertahan dan cenderung kasar sekali. Berulang kali pemain Prancis dijegal secara brutal di lapangan, tapi yang membuat heran, wasit seperti diam saja dan tidak bertindak tegas memberikan kartu. Jujur saja, Paraguay kali ini benar-benar tidak menunjukkan sikap fairplay sama sekali. Beruntung mental juara Prancis berbicara dan mereka bisa menuntaskan pertandingan dengan kemenangan yang sangat layak," ketus Edo kepada Tribun Pontianak.
Sepanjang babak pertama, dominasi mutlak Prancis diuji oleh rapatnya pertahanan berlapis Paraguay.
Perlawanan gigih Paraguay baru runtuh di pertengahan babak kedua setelah Desire Doue dijatuhkan di area terlarang, sebuah pelanggaran krusial yang dikonfirmasi langsung lewat tinjauan VAR (Video Assistant Referee) oleh sang pengadil lapangan sebelum dieksekusi dengan dingin oleh Mbappe.
Angka statistik pertandingan dari data visual resmi menunjukkan secara gamblang bagaimana Prancis mendominasi total jalannya laga, sementara Paraguay praktis hanya bertahan total di area pertahanan mereka sendiri:
Tembakan: Paraguay 5 - 15 Prancis
Tembakan ke Arah Gawang: Paraguay 1 - 5 Prancis
Penguasaan Bola: Paraguay 24 persen - 76 % Prancis
Jumlah Operan: Paraguay 175 - 553 Prancis
Akurasi Operan: Paraguay 57 % - 90 % Prancis
Pelanggaran: Paraguay 12 - 11 Prancis
Kartu Kuning: Paraguay 0 - 3 Prancis
Kartu Merah: Paraguay 0 - 0 Prancis
Offside: Paraguay 0 - 0 Prancis
Tendangan Sudut: Paraguay 2 - 12 Prancis
Dari catatan statistik di atas, Prancis memegang kendali penuh dengan memimpin 76 % penguasaan bola berbanding 24 % milik lawan.
Skuad Les Bleus juga melepaskan 15 tembakan (5 tepat sasaran) serta mencatatkan akurasi operan yang sangat rapi hingga 90?ri total 553 operan mengalir deras.
Sebaliknya, minimnya catatan kartu kuning untuk Paraguay (0 kartu) memicu kontroversi di kalangan penonton, mengingat banyaknya benturan fisik keras sepanjang laga bergulir yang terkesan diabaikan oleh wasit.
Dengan kemenangan krusial ini, Prancis dipastikan melangkah aman ke babak perempat final.
Juara dunia dua kali itu dijadwalkan akan menantang Maroko—yang sebelumnya sukses mendepak Kanada—dalam duel hidup mati yang akan digelar di Stadion Boston pada 9 Juli mendatang. (*)