Akankah Marcus Rashford Menerima Pemotongan Gaji sebagai Bagian dari Reintegrasi ke Manchester United? Pembaruan tentang Kembalinya Penyerang Inggris ke Old Trafford di Tengah Pertanyaan soal Kontrak £325.000 per Minggu
Agus Firmansyah July 06, 2026 03:00 AM

Manchester United tengah menghadapi dilema besar saat mempertimbangkan kemungkinan mengembalikan Marcus Rashford ke skuad utama. Setelah menjalani masa peminjaman yang produktif di Barcelona, penyerang asal Inggris itu kembali menjadi sorotan di Old Trafford, namun kontraknya yang bernilai besar masih menjadi kendala utama bagi manajemen klub.

Dilema gaji Rashford di Old Trafford

United kini berhadapan dengan teka-teki finansial yang rumit seiring dengan rencana untuk mengembalikan Rashford ke skuad utama. Pemain berusia 28 tahun itu, yang musim lalu bermain di Camp Nou, masih terikat kontrak menggiurkan senilai sekitar £325.000 per minggu. Saat pejabat klub berupaya menerapkan struktur gaji yang lebih seimbang, muncul wacana bahwa Rashford mungkin perlu menerima pemotongan gaji agar proses reintegrasinya berjalan lancar.

Namun, kemungkinan pemotongan gaji tersebut tampaknya sangat kecil. Dengan sisa kontrak dua tahun, Rashford memiliki posisi tawar yang kuat, dan menurut laporan Manchester Evening News, klub harus menawarkan kontrak baru jika ingin menurunkan pendapatannya. Ada kekhawatiran di dalam Old Trafford bahwa mempertahankan pemain dengan gaji tinggi dapat memicu ketegangan di ruang ganti, yang mungkin membuat pemain inti lainnya menuntut kesetaraan penghasilan dengan sang bintang Inggris.

Masa pinjaman di Barcelona berakhir

Periode Rashford di La Liga menjadi titik balik penting setelah masa sulit di Manchester. Selama memperkuat raksasa Katalunya tersebut, ia mencatat 14 gol dan 14 assist, membuktikan bahwa ia masih memiliki kemampuan kelas elite yang sempat membuatnya mencetak 30 gol pada musim 2022-23. Meski penampilannya membaik, Barcelona dilaporkan tidak akan mengaktifkan opsi pembelian permanen senilai £26 juta ($35 juta), sehingga masa depannya kembali bergantung pada Manchester United.

Dari sisi taktik, keputusan untuk membawa Rashford kembali cukup masuk akal bagi United yang kini kekurangan kedalaman skuad. Ia menawarkan karakteristik berbeda dibanding opsi yang ada seperti Matheus Cunha dan Patrick Dorgu, serta kemampuannya bermain di sayap kiri maupun sebagai penyerang tengah memberikan fleksibilitas penting untuk Benjamin Sesko. Tantangan bagi staf pelatih adalah mengelola “beban” yang menyertai kembalinya Rashford sambil memaksimalkan potensi yang dimilikinya.

Rekrutmen lini tengah mengalami hambatan

Ketika situasi Rashford menjadi fokus utama, aktivitas transfer United di lini tengah juga menghadapi sejumlah kendala. The Red Devils baru saja gagal mendatangkan Mateus Fernandes yang memilih bergabung dengan Tottenham setelah Spurs menyamai harga yang diminta West Ham sebesar £85 juta ($114 juta). United memutuskan mundur dari negosiasi karena menilai pemain timnas Portugal U-21 itu tidak sepadan dengan angka yang dibayarkan rival mereka di Premier League.

Kegagalan ini mengikuti kekecewaan sebelumnya setelah Elliot Anderson bergabung dengan Manchester City pada awal musim panas. Meski pihak dalam Old Trafford menegaskan tidak ada kepanikan, tekanan kini meningkat untuk mendatangkan pemain bintang yang dapat mengubah persepsi terhadap jendela transfer mereka. Nama seperti Alex Scott berada di daftar teratas, namun persaingan dari Arsenal membuat United harus bergerak cepat agar tidak kembali kehilangan target utama.

Stabilitas pertahanan dan rumor Sandro Tonali

Meski para pendukung menyerukan tambahan pemain bertahan, klub untuk saat ini tidak berencana merekrut bek tengah baru. Dengan Harry Maguire, Lisandro Martinez, Matthijs de Ligt, Leny Yoro, dan Ayden Heaven masih terdaftar, fokus manajemen tetap pada kebugaran para pemain yang ada. De Ligt diperkirakan akan kembali dari cedera punggung kambuhnya pada awal musim baru, setelah itu klub akan menilai apakah ada pemain yang perlu dilepas pada 2025.

Rumor juga sempat beredar mengenai kemungkinan perekrutan Sandro Tonali, namun sumber di United menyebut bahwa klub tidak pernah melakukan pendekatan serius terhadap gelandang Newcastle tersebut. Meski kualitas pemain asal Italia itu diakui, keraguan terhadap komitmennya untuk bertahan lama di Premier League serta catatan disiplin masa lalunya membuatnya tidak menjadi prioritas utama. Untuk saat ini, tim rekrutmen fokus mengamankan setidaknya satu, dan mungkin dua, gelandang baru sebelum batas waktu transfer berakhir.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.