Kampanye Inggris pada Piala Dunia 2006 di Jerman dipenuhi dengan berbagai cerita menarik di balik layar.
Mulai dari ekspektasi tinggi terhadap generasi yang dijuluki ‘Generasi Emas’ hingga pemulihan Wayne Rooney dari cedera metatarsal, perjalanan mereka akhirnya kembali berakhir di babak perempat final melalui adu penalti.
Namun di luar lapangan, sebuah fenomena baru lahir ketika istilah ‘WAG’ mulai dikenal luas di seluruh negeri.
Tim Inggris bermarkas di Baden-Baden selama turnamen tersebut. Ketika para pemain mulai menyesuaikan diri di tempat tinggal mereka, fokus media tabloid tampak beralih dari apa yang terjadi di lapangan ke kegiatan para istri dan pacar para pemain.
Dua dekade kemudian, Joe Cole dan Ashley Cole mengenang masa itu. Kedua mantan rekan setim di tim nasional Inggris tersebut percaya bahwa hiruk-pikuk media tidak berdampak pada performa tim.
Joe mengatakan kepada majalah FourFourTwo, “Bagi para pemain, hal itu tidak relevan. Banyak yang membicarakannya, tetapi para perempuan hanya melakukan hal biasa—bersenang-senang bersama keluarga. Mereka pergi makan malam, dan media yang membesar-besarkan hal itu.”
Beberapa anggota skuad lain menyebut situasi tersebut menjadi gangguan, namun Joe tidak merasa demikian.
“Saya sama sekali tidak terganggu,” tambahnya. “Saya tahu ada pemain lain yang bilang itu mengganggu, tapi saya justru senang seluruh keluarga saya menikmati waktu mereka. Seharusnya memang begitu, karena mereka juga ikut dalam perjalanan itu bersama kami.”
Bagi Ashley Cole, masalah utama justru terletak pada pengaturan logistik selama turnamen.
“Mungkin seharusnya media tidak ditempatkan di hotel yang sama,” ujarnya. “Ini bukan kesalahan media, tapi pihak yang mengatur seharusnya tidak menempatkan keduanya di hotel yang sama.”
Joe setuju bahwa kondisi tersebut membuat cerita-cerita mudah muncul. “Mereka terus mendengarkan untuk mencari berita,” katanya, dan Ashley menimpali, “Ya, benar-benar gila…”
Mantan bintang West Ham dan Liverpool itu menambahkan bahwa lanskap media pada pertengahan 2000-an sangat berperan dalam memunculkan budaya WAG.
“Sekarang media sosial sudah mengubah segalanya—dulu, media harus diberi foto-foto para perempuan yang sedang jogging atau hal-hal semacam itu, lalu langsung dijadikan berita utama,” lanjutnya. “Saya merasa luar biasa bahwa orang-orang begitu tertarik dengan dunia selebriti itu. Menurut saya itu agak gila, tapi ya begitulah, karena tetap laku dijual, bukan?”
Program Could It Be Coming Home? with Joe Cole and Ashley Cole dipersembahkan oleh Carling, sponsor resmi Emirates FA Cup dan Adobe Women’s FA Cup. Acara ini dapat disaksikan di YouTube dan Spotify, atau didengarkan melalui berbagai platform podcast.
Chris Flanagan – Penulis Senior