TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian katolik Senin 6 Juli 2026.
Tema renungan harian katolik "Jangan Putus Asa, Tuhan akan Datang".
Renungan harian katolik disiapkan untuk hari biasa pekan XIV tahun A.
Hari Senin warna liturgi hijau.
Bacaan hari Senin: Hos 2:13.14b-15.18-19; Mzm 145:2-3.4-5.6-7.8-9; Mat 9:18-26 dan BcO Ams 3:1-20.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 6 Juli 2026, Kita Harus Percaya dan Setia
Dan Aku akan menghukum dia karena hari-hari ketika dia membakar korban untuk para Baal, berhias dengan anting-antingnya dan kalungnya, dan mengikuti para kekasihnya dan melupakan Aku," demikianlah firman TUHAN.
"Sebab itu, sesungguhnya, Aku ini akan membujuk dia, dan membawa dia ke padang gurun, dan berbicara menenangkan hatinya.
Aku akan memberikan kepadanya kebun anggurnya dari sana, dan membuat lembah Akhor menjadi pintu pengharapan. Maka dia akan merelakan diri di sana seperti pada masa mudanya, seperti pada waktu dia berangkat keluar dari tanah Mesir.
Aku akan mengikat perjanjian bagimu pada waktu itu dengan binatang-binatang di padang dan dengan burung-burung di udara, dan binatang-binatang melata di muka bumi; Aku akan meniadakan busur panah, pedang dan alat perang dari negeri, dan akan membuat engkau berbaring dengan tenteram.
Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang.
Mazmur Tanggapan: Mzm 145:2-3.4-5.6-7.8-9
Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya.
Besarlah TUHAN dan sangat terpuji, dan kebesaran-Nya tidak terduga.
Semarak kemuliaan-Mu yang agung dan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib akan kunyanyikan.
Kekuatan perbuatan-perbuatan-Mu yang dahsyat akan diumumkan mereka, dan kebesaran-Mu hendak kuceritakan.
Peringatan kepada besarnya kebajikan-Mu akan dimasyhurkan mereka, dan tentang keadilan-Mu mereka akan bersorak-sorai.
TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.
TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
Bacaan Injil Katolik : Mat 9:18-26
P: Inilah Injil Yesus Kristus karangan Matius
U: Dimuliakanlah Tuhan
P: Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup."
Lalu Yesuspun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.
Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.
Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.
Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut,
berkatalah Ia: "Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia.
Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.
Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.
P: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus
Renungan Harian Katolik
Jangan Putus Asa, Tuhan akan Datang
Dalam Injil hari ini, kita membaca dua mukjizat Yesus yang saling terkait. Pertama, seorang yang meninggal dibangkitkan. Kedua, di tengah perjalanan untuk membangkitkan putri pemuka itu, seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan juga mendekati Yesus dengan iman yang besar, percaya bahwa hanya dengan menyentuh jubah Yesus, ia akan sembuh.
Yesus merespons kedua orang ini dengan penuh kasih dan kuasa. Ia menyembuhkan perempuan itu dengan mengatakan, "Imanmu telah menyelamatkan engkau," dan kemudian membangkitkan anak pemuka tersebut dari kematian. Kedua peristiwa ini mengajarkan kepada kita tentang kuasa iman dan keberanian untuk percaya bahwa Tuhan dapat melakukan mukjizat dalam hidup kita, meskipun situasi tampak tidak mungkin.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada tantangan dan kesulitan yang membuat kita merasa putus asa. Namun, seperti perempuan yang percaya bahwa sentuhan Yesus akan menyembuhkan, atau pemuka yang tetap berharap meskipun anaknya sudah mati, kita juga diajak untuk memercayakan hidup kita kepada-Nya.
Doa: Ya Tuhan, kami datang kepada-Mu dengan iman yang penuh harapan. Ajar kami untuk tetap percaya dan mengandalkan kekuatan-Mu dalam setiap situasi hidup kami. Mampukanlah kami menjadi saksi iman bagi orang-orang di sekitar kami. Amin.(sumber iman katolik.or.id/adiutami.com/kgg).