SYAFIF Goes To Banjarmasin Berakhir, Raup Rp2,71 triliun Dari Dana Pembiayaan
Irfani Rahman July 06, 2026 08:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Rangkaian penyelenggaraan Syariah Financial Fair (SYAFIF) 2026 berakhir. Kegiatan ini mampu menembus angka capaian sementara inklusi keuangan syariah sebesar Rp2.71 triliun dengan NoA 28.576.

Disampaikan Kepala OJK Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, sejak pre-event pada 4 Juni 2026 hingga penutupan SYAFIF Goes to Banjarmasin pada 5 Juli 2026 berhasil mendorong antusiasme masyarakat yang tercermin dalam berbagai capaian nyata.

"Capaian tersebut yaitu penghimpunan dana sekitar 27.599 rekening dengan total dana sekitar Rp96,72 miliar. Realisasi Pembiayaan, Pegadaian dan Penjaminan sebesar Rp2,61 triliun dengan Number of Account (NoA) sebanyak 977 rekening," katanya, Minggu (5/7/2026) malam.

Capaian ini masih akan terus bertambah seiring pelaksanaan post-event SYAFIF di Jakarta yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

Baca juga: Kunjungi SYAFIF Goes to Banjarmasin, Khairudin Tertarik KUR BSI Untuk Tambah Modal Usaha

Baca juga: Lowongan  Kerja Trakindo, Cek Posisi Dibutuhkan Terbuka Bagi Lulusan SMA/SMK hingga S1

"SYAFIF Goes to Banjarmasin yang diselenggarakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Kalimantan Selatan," jelas Agus.

Kegiatan ini menghadirkan 20 booth ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, yang terdiri dari 17 Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Syariah, 1 lembaga amil zakat (Rumah Zakat), serta 2 lembaga regulator yaitu OJK dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). 

Seluruh booth bertujuan untuk mendekatkan keuangan syariah kepada masyarakat luas, sehingga masyarakat dapat memperoleh edukasi sekaligus memanfaatkan produk dan layanan keuangan syariah dalam satu lokasi.

"Masyarakat memperoleh akses terhadap berbagai kegiatan, antara lain edukasi keuangan syariah, promosi produk dan layanan keuangan syariah, konsultasi keuangan dan layanan zakat, serta layanan perlindungan konsumen," jelas Agus.

OJK Provinsi Kalimantan Selatan juga memberikan layanan konsultasi, fasilitasi pengaduan konsumen, dan layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) kepada pengunjung.

Upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah juga akan terus dikolaborasikan di berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, sehingga manfaat edukasi dan akses terhadap produk serta layanan keuangan syariah dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas secara nyata, inklusif, dan berkelanjutan.

Setelah di Banjarmasin kegiatan akan terus dilanjutkan di empat kota berikutnya, yaitu Jakarta, Semarang, Aceh, dan Makassar. 

OJK mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah. 

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin, Muhammad Ikhsan Alhak, menyampaikan, pengembangan keuangan syariah sejalan dengan budaya dan nilai-nilai masyarakat Kalimantan Selatan.

Hadir pula pada penutupan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Haris Munandar, Ketua Organizing Committee Orkestrasi Program Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah (OC LIKS) Arjanto, pimpinan Pelaku Usaha Jasa Keuangan Syariah di wilayah Banjarmasin, serta para pemangku kepentingan yang berkomitmen mendukung pengembangan sektor keuangan syariah di Kalimantan Selatan.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.