Kronologi Tiga Anggota Polisi Gugur Saat Grebek Bandar Narkoba Kelas Kakap di Katingan
Hari Susmayanti July 06, 2026 11:14 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM, KATINGAN - Bandar narkoba kelas kakap menyerang anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Kalimantan Tengah yang melakukan penggrebekan di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah pada Rabu (1/7/2026) malam.

Tak hanya menyerang, sindikat narkoba itu juga menculik dan membunuh anggota kepolisian.

Tiga anggota kepolisian gugur dalam penggrebekan tersebut.

Ketiganya yakni Aipda Yudhie Perdana Putra, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana.

Anggota Satresnarkoba Polres Katingan ini ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lokasi dan waktu berbeda.

Aipda Yudhie Perdana Putra ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka senjata tajam.

Sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana hilang setelah penggrebekan.

Proses penyisiran untuk mencari keberadaan kedua anggota kepolisian itu dilakukan oleh tim gabungan.

Pencarian akhirnya membuahkan hasil tiga hari kemudian dimana petugas menemukan jenazah Bripda Nopandri ditemukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan, tepatnya di seberang Desa Tumbang Lahang, pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 15.55 WIB.

Sehari kemudian, Minggu (5/7/2026) pagi, jenazah Aiptu Sumaryanto ditemukan di Sungai Desa Tumbang Kalemei. 

Dikutip dari Kompas.com, penggrebekan bandar narkoba yang berujung gugurnya tiga anggota kepolisian ini bermula saat jajaran Satresnarkoba Polres Katingan mendapatkan informasi adanya peredaran narkoba di Desa Tumbang Kalemei.

Polisi kemudian menindaklanjuti informasi itu dengan melakukan penyelidikan.

Setelah mendapatkan bukti yang mengarah ke seorang bandar berinisial BIO, jajaran Satresnarkoba Polres Katingan kemudian melakukan penindakan.

Sebanyak 12 anggota Satresnarkoba diterjunkan untuk menangkap target operasi.

Personel yang dibagi menjadi dua tim langsung bergerak cepat dengan menyasar rumah BIO.

Tim pertama yang bertugas menangkap BIO berhasil mengamankan target.

Namun saat target berhasil diamankan, sejumlah anak buah BIO melakukan perlawanan.

"Saat proses penangkapan berlangsung, target berhasil diamankan. Namun, situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang," jelas Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso pada Jumat (3/7/2026) dikutip dari Kompas.com.

Provokasi anak buat BIO membuat warga langsung berdatangan dan menyerang anggota kepolisian.

Massa yang bersenjatakan parang dan senpi rakitan terus menyerang petugas.

Anggota Satresnarkoba pun langsung menyelamatkan diri sembari meminta bantuan penebalan pasukan. 

Sejumlah anggota bahkan terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa.

Tak lama berselang, personel kepolisian dari Polda Kalteng dan Polres Katingan datang untuk memberikan dukungan pengamanan.

Petugas kemudian langsung melakukan penyisiran dan akhirnya mengamankan satu orang terduga pelaku penyerangan.

Terduga pelaku berinisial A tersebut langsung dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Ketika Perempuan dan Kreator Lokal Ambil Alih Panggung Yamaha CLASSY Modifest 2026 Yogyakarta

Satu terduga pelaku berhasil diamankan

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan penangkapan tersebut. "Iya. Prioritas (saat ini) keselamatan anggota. Baru pengungkapan kasus," ujar Dodik. 

Terduga pelaku ditangkap di sebuah lanting sedot emas di kawasan Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah.

Setelah diamankan, pria berinisial A langsung dibawa ke markas kepolisian untuk menjalani pemeriksaan guna mendalami dugaan keterlibatannya dalam aksi pengeroyokan dan penyerangan terhadap petugas.

Bareskrim terus buru pelaku lain

Brigjen Eko menegaskan, tewasnya tiga anggota menjadi perhatian serius Bareskrim Polri. Karena itu, tim gabungan yang terdiri dari Bareskrim Polri, Polda Kalimantan Tengah, dan Polres Katingan masih terus melakukan pengejaran terhadap seluruh pihak yang diduga terlibat.

"Tim masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga terlibat. Kami tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku berhasil diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar Eko.

Ia menambahkan, koordinasi lintas satuan terus dilakukan untuk mempercepat pengungkapan kasus.

Eko juga mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan para pelaku agar segera memberikan informasi kepada aparat kepolisian sehingga proses penangkapan dapat segera dilakukan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.