Laser Hemoroid: Harapan Baru dalam Penanganan Wasir Modern
IKL July 06, 2026 12:03 PM

Oleh: dr. Muhammad Yusuf, Sp.B., Subsp.BD(K)
Dokter Bedah Digestif RSU Putri Bidadari Aceh

SERAMBINEWS.COM - Hemoroid atau yang lebih dikenal sebagai wasir merupakan salah satu penyakit pada daerah anus yang paling sering dialami orang dewasa. 

Meski tidak mengancam jiwa, penyakit ini dapat menimbulkan keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan produktivitas, bahkan memengaruhi kualitas hidup penderitanya.

Banyak orang mengira hemoroid adalah benjolan yang seharusnya tidak ada. Padahal, hemoroid merupakan bantalan pembuluh darah yang secara normal terdapat di saluran anus dan berfungsi membantu menjaga kemampuan menahan keluarnya feses maupun gas. 

Kondisi ini baru disebut sebagai penyakit ketika bantalan tersebut membesar, meradang, atau turun keluar dari anus sehingga menimbulkan keluhan.

Sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko terjadinya hemoroid, di antaranya konstipasi kronis, kebiasaan mengejan saat buang air besar, duduk terlalu lama di toilet, kurang mengonsumsi makanan berserat, obesitas, kehamilan, serta pertambahan usia.

Baca juga: EEG pada Anak: Apa yang Orang Tua Perlu Ketahui?

Baca juga: RSU Putri Bidadari Aceh Hadirkan Layanan Lengkap, Warga Tak Perlu Berobat ke Luar Daerah

Keluhan yang Perlu Diwaspadai

Gejala hemoroid dapat berbeda pada setiap orang, bergantung pada derajat penyakit yang dialami.

Keluhan yang paling sering dijumpai meliputi perdarahan berwarna merah segar saat atau setelah buang air besar, benjolan yang keluar dari anus, rasa mengganjal atau tidak nyaman di sekitar anus, gatal, hingga nyeri terutama bila terjadi peradangan atau trombosis.

Pada tahap awal, keluhan umumnya masih dapat diatasi melalui perubahan pola hidup, seperti memperbanyak konsumsi makanan berserat, mencukupi kebutuhan cairan, serta penggunaan obat-obatan sesuai anjuran dokter. 

Namun, pada hemoroid derajat sedang hingga berat, tindakan medis sering kali diperlukan untuk memberikan hasil yang optimal.

Selama beberapa dekade, hemoroidektomi konvensional dengan teknik Milligan-Morgan menjadi salah satu standar penanganan hemoroid derajat lanjut. 

Metode ini terbukti efektif, tetapi pada sebagian pasien dapat menimbulkan nyeri pascaoperasi yang cukup berat dan memerlukan masa pemulihan yang lebih lama.

Perkembangan teknologi kedokteran kemudian menghadirkan alternatif yang lebih minimal invasif, yaitu Laser Hemorrhoidoplasty (LHP) atau laser hemoroid.

Laser Hemoroid sebagai Alternatif Modern

Laser Hemorrhoidoplasty merupakan prosedur yang menggunakan energi laser untuk mengecilkan jaringan hemoroid dari dalam tanpa banyak merusak jaringan di sekitarnya. 

Melalui tusukan kecil, serat laser dimasukkan ke dalam bantalan hemoroid, kemudian energi laser diberikan untuk menutup pembuluh darah sehingga jaringan hemoroid menyusut secara bertahap.

Karena tidak memerlukan sayatan yang luas maupun pengangkatan jaringan secara berlebihan, prosedur ini umumnya menyebabkan kerusakan jaringan yang lebih minimal dibandingkan operasi konvensional.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pada pasien yang dipilih dengan tepat, laser hemoroid memiliki sejumlah keunggulan. 

Nyeri pascaoperasi cenderung lebih ringan karena kerusakan jaringan lebih minimal. 

Energi laser juga membantu proses koagulasi pembuluh darah sehingga perdarahan selama maupun setelah tindakan umumnya lebih sedikit. 

Selain itu, masa pemulihan relatif lebih cepat sehingga pasien dapat kembali beraktivitas lebih awal. 

Laser juga membantu mempertahankan struktur anatomi anus karena tidak banyak jaringan yang diangkat, sementara luka tindakan yang lebih kecil membuat perawatan pascaoperasi menjadi lebih nyaman.

Meski demikian, tidak semua pasien merupakan kandidat yang tepat untuk menjalani tindakan laser. 

Laser umumnya memberikan hasil yang baik pada hemoroid internal derajat II dan III, serta pada sebagian kasus derajat IV yang dipilih secara selektif. 

Pada kondisi tertentu, seperti hemoroid dengan komponen luar yang besar atau disertai kelainan lain di sekitar anus, operasi konvensional masih dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai.

Oleh karena itu, pemilihan metode terapi harus didasarkan pada hasil pemeriksaan oleh dokter bedah, khususnya dokter bedah digestif, agar setiap pasien memperoleh penanganan yang paling tepat sesuai dengan kondisinya.

Mencegah Hemoroid Kambuh
Perlu dipahami bahwa hingga saat ini belum ada metode pengobatan yang dapat menjamin hemoroid tidak akan kambuh. 

Kebiasaan mengejan berlebihan, konstipasi kronis, kurang aktivitas fisik, serta pola makan rendah serat tetap dapat memicu munculnya kembali keluhan.

Karena itu, keberhasilan terapi tidak hanya ditentukan oleh tindakan medis, tetapi juga oleh perubahan gaya hidup. 

Mengonsumsi makanan tinggi serat, minum air putih yang cukup, berolahraga secara teratur, menghindari duduk terlalu lama di toilet, serta tidak mengejan berlebihan saat buang air besar merupakan langkah sederhana yang berperan penting dalam mencegah kekambuhan.

Kemajuan teknologi telah menghadirkan lebih banyak pilihan dalam penanganan hemoroid. 

Laser Hemorrhoidoplasty menjadi salah satu alternatif yang menawarkan tindakan lebih minimal invasif dengan potensi nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, perdarahan yang lebih sedikit, serta masa pemulihan yang lebih cepat pada pasien yang sesuai.

Namun, teknologi terbaik sekalipun tetap harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. 

Karena itu, konsultasi dan pemeriksaan oleh dokter merupakan langkah penting untuk menentukan terapi yang paling tepat.

Dengan diagnosis yang akurat, pemilihan metode penanganan yang sesuai, serta penerapan pola hidup sehat, diharapkan pasien dapat memperoleh hasil pengobatan yang optimal sekaligus meminimalkan risiko kekambuhan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.