TRIBUNSTYLE.COM, SEMARANG - Liburan sekolah telah tiba! Jika kamu dan keluarga sedang merencanakan agenda liburan yang seru, edukatif, sekaligus memanjakan lidah, kawasan Pecinan Semarang wajib masuk ke dalam daftar teratas. Libur sekolah menjadi momen paling pas untuk mengajak anak-anak mengeksplorasi kekayaan budaya sekaligus mencicipi surga kuliner malam yang legendaris.
Salah satu destinasi yang tidak boleh dilewatkan adalah Waroeng Semawis, festival akhir pekan legendaris di kawasan Pecinan Semarang yang kini kembali hadir menyapa para pelancong. Mirip dengan pasar malam, festival ini tidak hanya menyuguhkan beragam kuliner menggugah selera, tetapi juga kental dengan hiburan budaya dan atraksi menarik yang sangat ramah keluarga. Setelah sempat vakum akibat pandemi Covid-19, destinasi ikonik ini kembali hidup dengan atmosfer yang jauh lebih meriah.
Berikut adalah alasan mengapa Waroeng Semawis menjadi rekomendasi tempat liburan sekolah yang wajib dikunjungi:
Baca juga: Liburan Sekolah di Semarang, Sure Coffee Company Ajak Kamu Ngopi Sambil Kenalan dengan Barista
Salah satu daya tarik utama yang wajib kamu buru saat berkunjung ke sini adalah Gudeg Koyor Mbok Sireng. Kuliner legendaris ini menjadi favorit para pelancong dan warga lokal karena cita rasanya yang otentik. Saking nikmatnya, pada momen pembukaan kembalinya festival ini, dagangan mereka ludes terjual hanya dalam waktu 2,5 jam saja!
Ambar (67), generasi kedua pengelola Gudeg Koyor Mbok Sireng, menceritakan pengalamannya saat membuka lapak di malam pembukaan festival tersebut.
"Tadi saya buka jam 6 lebih (18.00 WIB). Ini sudah habis (20.30)," kata Ambar.
Untuk malam yang padat pengunjung tersebut, ia menyiapkan sekitar 7 kilogram nasi, 4-5 kilogram telur, dan 4 kilogram koyor yang semuanya habis tak tersisa.
"Laris. Biasanya jam 10 (22.00) habisnya," tambahnya dengan senyum puas.
Mengenai perbedaan suasana setelah libur panjang festival, Ambar mengungkapkan bahwa momen kembalinya Waroeng Semawis mengundang antusiasme yang luar biasa.
"Kalau tahun kemarin agak sepi. Tapi, karena ini pertama kali buka lagi setelah vakum lama, jadinya ramai sekali. Harapannya, semoga terus ramai begini," ungkapnya.
Info Harga: Untuk menikmati kuliner legendaris ini selama liburan, kamu tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Seporsi nasi gudeg koyor dipatok seharga Rp25.000, sedangkan untuk porsi tanpa telur dijual seharga Rp20.000. Menurut Ambar, hidangan ini selalu dicari karena rasanya yang ngangenin.
“Pembeli kebanyakan warga Semarang," ungkapnya.
Baca juga: Liburan Sekolah Gak Melulu ke Pantai, Cobain Serunya Muncul Fun Tubing Banyubiru, Semarang!
Selain mencicipi makanan khas Jawa, liburan sekolah di Waroeng Semawis juga menjadi kesempatan emas untuk mengajarkan anak-anak tentang akulturasi budaya yang harmonis. Hebatnya, di area Pecinan ini, ragam kuliner dari berbagai latar belakang bisa berbaur dan diterima dengan sangat baik oleh pengunjung.
Salah satunya adalah kehadiran menu-menu baru seperti nasi kebuli, teh jumbo, dan telur asin produksi rumahan yang dikelola oleh Lia Nurida (43). Sebagai pelaku usaha yang baru pertama kali bergabung, ia mengaku sangat terkejut sekaligus senang dengan ramahnya sambutan para wisatawan di kawasan tersebut.
"Alhamdulillah banyak peminatnya. Meskipun nasi kebuli ini bukan makanan yang umum di Chinese area, ternyata banyak peminatnya," ujarnya.
Melihat ramainya pengunjung liburan, Lia sengaja menaikkan porsi masakannya hingga menyiapkan 5 kilogram nasi kebuli demi menyambut para pemburu kuliner malam.
"Biasanya enggak segitu. Karena ini kan event, baru pembukaan kan biasanya banyak orang. Jadi, sedianya 5 kg. Ternyata memang sesuai ekspektasi," ungkapnya.
Melalui event ini, para pelaku usaha kuliner menaruh harapan besar agar Waroeng Semawis terus menjadi ikon wisata yang maju dan berkelanjutan.
"Harapan, ke depan semakin maju, semakin laris, semakin banyak pengunjung dan peminatnya," imbuh Lia.
Yuk, agendakan akhir pekan libur sekolah kali ini dengan jalan-jalan seru dan berburu kuliner malam berwawasan budaya di Waroeng Semawis Semarang!
(TribunBanyumas.com/Idayatul Rohmah/TribunStyle.com/Ana Vaidatu Zuhda)