TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Suasana Ujian Online (UO) Semester 2025/2026 Genap di SMP Negeri 1 Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Minggu (5/7/2026), terasa berbeda.
Di tengah keseriusan ratusan mahasiswa mengerjakan soal ujian, hadir Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si., yang melakukan monitoring secara langsung untuk memastikan seluruh proses ujian berlangsung sesuai standar mutu Universitas Terbuka.
Namun, kunjungan tersebut bukan sekadar memastikan komputer berfungsi, jaringan internet stabil, atau prosedur ujian berjalan sesuai aturan.
Baca juga: Ambisi Dr Tami, Ingin UT Purwokerto Jadi Kampus Pilihan Utama Bukan Alternatif
Di balik monitoring yang dilakukan, tersimpan pesan yang jauh lebih penting: membangun kesadaran mahasiswa bahwa keberhasilan kuliah di Universitas Terbuka tidak hanya ditentukan oleh nilai ujian, tetapi juga kemauan memanfaatkan seluruh ekosistem pembelajaran yang telah disiapkan secara komprehensif.
Monitoring yang dilakukan Direktur UT Purwokerto merupakan bagian dari implementasi Sistem Penjaminan Mutu Universitas Terbuka.
Sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), UT memiliki komitmen untuk memastikan setiap proses akademik dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), standar kualitas pendidikan tinggi, dan prinsip tata kelola yang profesional, transparan, serta akuntabel.
Selama berada di lokasi ujian, Dr. Prasetyarti Utami meninjau langsung kesiapan ruang ujian, perangkat komputer, jaringan internet, proses registrasi peserta, hingga mekanisme pengawasan.
Baca juga: Ratusan Guru Kota Tegal Bersemangat Raih Gelar Magister, UT Purwokerto Dorong Peningkatan Kompetensi
Ia juga berdialog dengan panitia, pengawas, dan mahasiswa guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan ujian.
Menurutnya, kualitas penyelenggaraan ujian merupakan salah satu indikator penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Universitas Terbuka.
"Setiap mahasiswa berhak memperoleh layanan akademik yang berkualitas. Karena itu, kami memastikan pelaksanaan Ujian Online berjalan sesuai standar operasional dan standar mutu yang telah ditetapkan. Monitoring ini merupakan bagian dari budaya mutu yang terus kami bangun di Universitas Terbuka," ujarnya.
Lebih jauh, Direktur UT Purwokerto menjelaskan bahwa budaya mutu tidak hanya diterapkan pada saat ujian, tetapi menjadi bagian dari seluruh proses pembelajaran, mulai dari penyusunan kurikulum, pengembangan Bahan Materi Pokok (BMP), layanan tutorial, pembimbingan akademik, hingga evaluasi hasil belajar.
Menurutnya, komitmen terhadap kualitas tersebut menjadi fondasi utama dalam mendukung transformasi Universitas Terbuka menuju World Class Cyber University (WCU), yaitu perguruan tinggi berbasis digital yang mampu memberikan layanan pendidikan berstandar internasional tanpa meninggalkan prinsip pemerataan akses pendidikan.
"Menjadi World Class Cyber University bukan hanya berarti menggunakan teknologi yang canggih, tetapi memastikan setiap mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang berkualitas, didukung sistem yang andal, sumber belajar yang bermutu, serta layanan akademik yang terus berkembang sesuai kebutuhan zaman," jelasnya.
Baca juga: Gandeng Lintas Sektor, UT Purwokerto Susun Peta Jalan Ekowisata Berkelanjutan Kalipagu
Di hadapan mahasiswa peserta ujian, Dr. Prasetyarti Utami juga menyampaikan pesan yang menurutnya sangat menentukan keberhasilan studi.
Ia mengajak, mahasiswa untuk tidak hanya hadir ketika ujian berlangsung, tetapi juga aktif mengikuti seluruh program pembimbingan akademik dan kegiatan kemahasiswaan yang diselenggarakan oleh UT Purwokerto.
Menurutnya, banyak mahasiswa yang berhasil menyelesaikan studi dengan prestasi membanggakan karena memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah disediakan universitas, mulai dari tutorial tatap muka dan daring, klinik akademik, webinar, seminar, pelatihan pengembangan kompetensi, organisasi kemahasiswaan, hingga berbagai kegiatan peningkatan soft skills.
"Mahasiswa yang aktif biasanya memiliki kesiapan akademik yang lebih baik, jaringan yang lebih luas, serta kemampuan beradaptasi yang lebih tinggi. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh mahasiswa untuk memanfaatkan setiap kesempatan belajar yang diberikan Universitas Terbuka," tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun awareness atau kesadaran bahwa Universitas Terbuka merupakan PTNBH yang memiliki sistem pembelajaran berkualitas tinggi.
Menurutnya, masih ada sebagian mahasiswa yang belum sepenuhnya memahami bahwa kualitas pembelajaran di UT dibangun melalui proses akademik yang panjang dan melibatkan para ahli dari berbagai disiplin ilmu.
Bahan Materi Pokok (BMP) yang menjadi sumber belajar utama, misalnya, disusun oleh akademisi dan pakar dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, kemudian dipadukan dengan tutorial, media pembelajaran digital, video pembelajaran, perpustakaan digital, latihan mandiri, layanan akademik berbasis teknologi, serta sistem evaluasi yang terus disempurnakan melalui mekanisme penjaminan mutu.
"Kami ingin mahasiswa bangga menjadi bagian dari Universitas Terbuka. Di balik fleksibilitas belajar yang diberikan, terdapat sistem akademik yang dirancang secara serius agar setiap lulusan memiliki kompetensi yang mampu bersaing di dunia kerja, dunia usaha, maupun melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Indah Setia Utami, S.E., M.Si., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Terbuka, turut memberikan motivasi kepada para mahasiswa.
Menurutnya, sistem pembelajaran yang dimiliki UT justru memberikan peluang besar bagi mahasiswa untuk berkembang apabila dimanfaatkan secara optimal.
"Keunggulan Universitas Terbuka bukan hanya terletak pada fleksibilitas waktu belajar, tetapi juga pada kelengkapan ekosistem pembelajarannya. Mahasiswa memperoleh Bahan Materi Pokok yang berkualitas, tutorial bersama tutor yang kompeten, media pembelajaran digital, video pembelajaran, ruang diskusi, pembimbingan akademik, hingga berbagai program pengembangan kompetensi yang dirancang untuk mendukung keberhasilan belajar," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan mahasiswa sangat dipengaruhi oleh disiplin belajar dan kemauan untuk terus berkembang.
"Mahasiswa UT memiliki peluang yang sangat besar untuk meraih masa depan yang sukses apabila mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Dunia kerja saat ini membutuhkan lulusan yang mandiri, adaptif, mampu belajar sepanjang hayat, dan memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi. Nilai-nilai tersebut justru menjadi karakter yang dibangun selama mahasiswa menjalani proses pembelajaran di Universitas Terbuka," ungkap Indah.
Pelaksanaan monitoring di SMP Negeri 1 Banjarmangu berlangsung dengan tertib dan lancar.
Seluruh peserta dapat mengikuti ujian sesuai jadwal, sementara seluruh perangkat pendukung berfungsi dengan baik.
Keberhasilan penyelenggaraan ujian ini menjadi bukti bahwa budaya mutu yang diterapkan Universitas Terbuka tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui pengawasan, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan.
Melalui kegiatan monitoring ini, UT Purwokerto kembali menegaskan bahwa kualitas pelayanan akademik selalu menjadi prioritas.
Dengan terus memperkuat budaya mutu, mengembangkan inovasi pembelajaran digital, serta meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam setiap proses akademik dan kemahasiswaan, Universitas Terbuka semakin mantap melangkah menuju World Class Cyber University, sekaligus menyiapkan lulusan yang unggul, berintegritas, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. (*)
Baca juga: Ingin Tahu Potensi Asli? Pegawai UT Purwokerto Bedah Diri Lewat Sidik Jari