Sekolah 5 Hari Mulai Diuji Coba di Boyolali, Jam Belajar Siswa Bertambah
Ryantono Puji Santoso July 06, 2026 04:15 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Penerapan uji coba sekolah lima hari untuk jenjang SD dan SMP di Kabupaten Boyolali mulai tahun ajaran 2026/2027 dipastikan tidak mengurangi jumlah jam pelajaran yang diterima siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali, Dwi Hari Kuncoro, mengatakan total jam pelajaran setiap pekan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Perubahan hanya dilakukan pada pengaturan waktu belajar setiap hari.

"Tetapi jumlah jam pelajaran tetap, tidak ada yang dikurangi. Dengan lima hari sekolah ini memang ada penambahan waktu belajar sekitar 80 menit setiap harinya," kata Kuncoro saat berbincang dengan TribunSolo.com, Senin (6/7/2026).

Ia menjelaskan, untuk jenjang SD, siswa kelas 1 mendapat 29 jam pelajaran per minggu.

ILUSTRASI - Suasana kegiatan belajar mengajar (KBM) MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen, Senin (18/5/2026). Di Boyolali, kini memberlakukan sekolah 5 hari.
ILUSTRASI - Suasana kegiatan belajar mengajar (KBM) MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen, Senin (18/5/2026). Di Boyolali, kini memberlakukan sekolah 5 hari. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Kelas 2 sebanyak 33 jam pelajaran, sedangkan kelas 3, 4, dan 5 masing-masing 37 jam pelajaran per minggu.

Adapun siswa kelas 6 memperoleh 36 jam pelajaran per minggu.

"Kelas 6 itu satu jam pelajarannya 35 menit. Jadi memang lebih sedikit ketimbang kelas 5," jelasnya.

Sementara itu, untuk jenjang SMP, jumlah jam pelajaran tetap sebanyak 43 jam pelajaran setiap minggu dengan durasi setiap jam pelajaran selama 40 menit.

Kuncoro menjelaskan, sebelum uji coba lima hari sekolah diterapkan, kegiatan belajar mengajar di SMP berlangsung selama enam hari.

Pada Senin hingga Kamis, pembelajaran dimulai pukul 07.00 WIB hingga 13.30 WIB. Khusus Jumat, pembelajaran berlangsung pukul 07.00–11.00 WIB, sedangkan Sabtu pukul 07.00–13.00 WIB.

Jadwal Berubah

Setelah sistem lima hari diberlakukan, jadwal belajar berubah.

Pada Senin hingga Kamis, siswa masuk pukul 07.00 WIB hingga 14.35 WIB.

Sementara pada Jumat, kegiatan belajar berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga 11.15 WIB.

Baca juga: Tak Hanya Berkedok Kursus Mandarin, Korban Juga Tertipu Investasi Buka Kelas Baru di Jakarta

Meski demikian, Kuncoro menyebut jadwal tersebut dapat menyesuaikan dengan kebijakan masing-masing sekolah.

"Tapi ada juga sekolah yang mulai pelajarannya itu pukul 07.15 WIB. Otomatis pulangnya juga mundur 15 menit," ujarnya.

Pemkab Boyolali akan mengevaluasi pelaksanaan uji coba sekolah lima hari tersebut setelah berjalan selama satu semester untuk mengetahui efektivitasnya bagi siswa, guru, maupun orang tua. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.