TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Penutupan pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap II jalur domisili untuk jenjang SMA/SMK Negeri di Bali menyisakan catatan krusial.
Alih-alih merata, hasil rekapitulasi justru memperlihatkan jurang pemisah yang lebar terkait minat calon siswa antara sekolah di pusat kota dan sekolah yang berada di pinggiran.
Berdasarkan data sementara dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, sejumlah sekolah di luar wilayah perkotaan masih berjuang keras untuk memenuhi kuota daya tampung mereka.
Tragisnya, ada beberapa sekolah yang sama sekali tidak dilirik oleh pendaftar pada jalur domisili kependudukan ini.
Baca juga: DPO Operasi Antik Berhasil Dibekuk, Polisi Amankan 36 Paket Sabu Siap Edar
Kondisi paling memprihatinkan terlihat di SMA Negeri 1 Marga, di mana sekolah ini mencatat nihil pendaftar dari total 130 kursi yang disediakan untuk jalur domisili.
Nasib serupa juga dialami SMAN Satu Atap Klumpu yang kuota 22 siswanya masih kosong melompong.
Rendahnya animo ini juga membayangi SMA Negeri 1 Payangan yang baru menjaring 6 pendaftar dari daya tampung 108 siswa, disusul SMA Negeri 3 Mengwi dengan 7 pendaftar dari kuota 65 siswa, serta SMAN Satu Atap Nusa Penida yang hanya menerima 3 pendaftar dari kuota 65 siswa.
Pemandangan ini bak bumi dan langit jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah di area perkotaan yang justru kebanjiran peminat hingga melampaui kapasitas.
SMAN 7 Denpasar menjadi yang paling diburu dengan 328 pendaftar untuk memperebutkan 86 kursi.
Baca juga: Jenazah di Hutan Jatiluwih Dipastikan WNA Afrika, Penyebab Kematian Masih Misteri
Kepadatan serupa juga terjadi di SMAN 4 Denpasar yang diserbu 317 pendaftar, SMAN 2 Denpasar dengan 316 pendaftar, SMAN 2 Abiansemal sebanyak 217 pendaftar, serta SMAN 1 Abang dengan 189 pendaftar.
Fenomena ini mempertegas bahwa faktor lokasi, akses, serta label "sekolah favorit" di mata masyarakat masih menjadi magnet utama yang memicu ketimpangan tersebut.
Setelah resmi ditutup pada Kamis 2 Juli 2026 Disdikpora Provinsi Bali kini tengah sibuk melakukan proses verifikasi dan validasi berkas para pendaftar.
Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan (BP Tekdik) Disdikpora Bali, I Komang Agus Kariasa, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pemeriksaan intensif sedang dilakukan demi memastikan validitas dokumen penunjang yang diserahkan calon siswa.
Baca juga: KPU Bali Tetapkan DPB Semester I Tahun 2026 sebanyak 3.377.285 Pemilih
“Setelah penutupan pendaftaran, tahapan yang dilakukan adalah verifikasi dan validasi data. Proses ini penting agar seluruh calon murid yang dinyatakan lolos benar-benar memenuhi ketentuan sesuai jalur yang dipilih,” jelasnya pada Senin 6 Juli 2026.
Ia juga menjamin bahwa jalannya seleksi ini tetap berpegang teguh pada asas objektivitas, transparansi, akuntabilitas, serta keadilan.
Jika seluruh proses pencocokan data berjalan lancar, hasil akhir SPMB jalur domisili ini akan diumumkan secara resmi pada 9 Juli 2026. (*)