Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Selatan menegaskan tidak ada perencanaan dalam kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap pegawai baru inisial AL yang bekerja di salah satu lapangan padel kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Selatan Iptu Satrio mengatakan empat pelaku yang terlibat awalnya ingin meminta keterangan korban yang diduga mencuri 10 raket padel dengan menahan korban di gudang dan lift barang.
"Oh tidak, awalnya tidak direncanakan. Jadi hanya mau menginterogasi saja. Nah kemudian karena prosesnya mungkin agak berbelit-belit sehingga jadi terlalu lama menahan," kata Iptu Satrio saat memberikan keterangan dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) di lapangan padel Jakarta, Senin.
Satrio mengatakan berdasarkan keterangan pihak lapangan padel, korban tidak menerangkan secara jelas atas dugaan pencurian raket tersebut sehingga interogasi memakan waktu yang cukup lama.
Akhirnya, penyekapan itu terjadi selama tiga hari sejak Senin (22/6), hingga akhirnya korban dilepaskan dan langsung melapor ke polisi.
Polisi kemudian mengamankan empat pelaku pada Rabu (24/6). Mereka mengaku tidak mendapat perintah dari atasan untuk melakukan penyekapan tersebut.
Keempat pelaku yang juga merupakan karyawan di lapangan padel itu ditangkap karena bertanggung jawab menginterogasi korban yang dicurigai melakukan pencurian raket.
"Tidak ada perintah yang kita dapatkan, kita belum mendapatkan adanya perintah dari atasan. Hanya karyawan saja empat-empatnya," kata dia.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Polres Metro Jakarta Selatan melaksanakan olah TKP di lokasi penganiayaan dan penyekapan terhadap pegawai baru inisial AL yang bekerja di salah satu lapangan padel kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin, pukul 14.00 WIB.
Terlihat tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polri mengerahkan sekitar lima orang di lokasi dan satu unit mobil.
Kepolisian menangkap empat pelaku penganiayaan dan penyekapan pegawai baru salah satu lapangan padel di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Empat pelaku berinisial ASB, RRK, AH, dan DW.
Penangkapan itu berawal dari laporan polisi yang dibuat oleh seorang perempuan inisial M.
Perempuan itu mengatakan anaknya yang berinisial AL sudah dua hari belum pulang ke rumah. Setelah dua hari, anaknya baru mau berkomunikasi dan meminta agar dijemput.
M menyebutkan anaknya merupakan pegawai yang baru bekerja dua bulan, dan diduga melakukan pencurian raket padel pada Minggu (21/6). Namun, anaknya tersebut justru dianiaya dan disekap oleh beberapa pegawai lainnya.
Polisi yang menerima laporan tersebut kemudian melakukan serangkaian penyelidikan hingga berhasil mengamankan empat orang sebagai tersangka.





