- Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas.
Media Israel mengklaim Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC membentuk sebuah unit khusus.
Adapun unit itu disebut memiliki misi menargetkan nyawa Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan sejumlah pejabat tinggi.
Laporan itu pertama kali disampaikan stasiun televisi Israel, Channel 14.
Media tersebut mengutip informasi intelijen yang menyebut Pasukan Quds IRGC membentuk unit baru bernama Mukhtar.
Menurut laporan itu, unit tersebut diduga disiapkan untuk menjalankan operasi terhadap sejumlah pejabat AS.
Donald Trump disebut menjadi salah satu target utama dalam operasi yang diklaim sedang dipersiapkan.
Channel 14 juga mengklaim unit tersebut tidak bekerja sendiri.
Mereka disebut menjalin kerja sama dengan jaringan kartel di Meksiko serta sejumlah warga Iran yang berada di luar negeri.
Kerja sama itu diklaim bertujuan memperluas kemampuan operasi di luar wilayah Iran.
Namun hingga kini, tuduhan tersebut belum mendapat tanggapan resmi dari pihak IRGC maupun pemerintah Iran.
Belum ada bukti independen yang dapat mengonfirmasi klaim yang disampaikan media Israel tersebut.
Di tengah tudingan itu, hubungan Iran dan AS memang masih berada dalam kondisi yang sangat tegang.
Ketegangan meningkat sejak perang yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Di tengah memanasnya konflik, prosesi pemakaman Ali Khamenei juga diwarnai seruan "Kill Trump" dari sebagian massa yang hadir di Teheran.
Sejumlah pelayat juga terlihat membawa poster sebagai simbol tuntutan balas dendam.
Hingga kini, seruan tersebut tidak mewakili pernyataan resmi pemerintah Iran maupun IRGC.
Program: Tribun Video Update
Host: Feba Fadhiliana
Editor Video: Aura Dewi Arafuru
Uploader: bagus gema praditiya sukirman