Anak Kepercayaan Pulang ke Pangkuan, Kisah Arhan dan Shin Tae-yong Berlanjut di Persija
Drajat Sugiri July 06, 2026 11:26 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Ada benang merah yang kembali menyatukan perjalanan karier Pratama Arhan dan Shin Tae-yong. Setelah bersama membangun fondasi Timnas Indonesia selama lima tahun terakhir, keduanya kini kembali berada dalam satu tim, kali ini bersama Persija Jakarta.

Bagi Arhan, kepindahan ke Persija bukan hanya membuka lembaran baru di level klub. Ia juga kembali bekerja sama dengan pelatih yang selama ini dikenal sebagai sosok yang paling percaya terhadap kemampuannya, bahkan ketika banyak pihak meragukan posisinya akibat minimnya menit bermain di level klub.

Reuni itu menjadi salah satu kisah paling menarik pada bursa transfer Liga 1 musim ini. Sebab, hubungan Shin Tae-yong dan Pratama Arhan telah dibangun melalui kepercayaan yang terus terjalin sejak keduanya bekerja sama di Timnas Indonesia.

Pada Senin (6/7) malam, Persija dengan resmi memperkenalkan Pratama Arhan sebagai rekrutan terbaru mereka untuk mengarungi kompetisi musim 2026/2027.

Pemain asal Blora berusia 24 tahun tersebut diproyeksikan untuk memperkuat sektor kiri pertahanan tim Ibukota yang sebelumnya sudah memiliki Shayne Pattynama dan Dony Tri Pamungkas.

Arhan dibekali kontrak selama tiga musim, dengan durasi tersebut dia diharapkan dapat menambah kedalaman serta persaingan di dalam tim Persija.

Pemain berkaki kidal itu memiliki mobilitas tinggi, agresif, dan kuat dalam membantu transisi permainan.

Ia juga memiliki keunggulan khas melalui lemparan ke dalam jarak jauh yang dapat membahayakan gawang lawan dan menciptakan peluang gol bagi rekannya. Strategi itu juga kerap dimanfaatkan STY semasa menjadi pelatih Timnas Indonesia.

Presiden Persija, Mohamad Prapanca menyambut positif kehadiran Pratama Arhan dalam skuad Macan Kemayoran.

"Pratama Arhan adalah pemain yang memiliki kualitas, pengalaman, dan mentalitas yang kami butuhkan untuk memperdalam skuad musim ini," katanya dikutip dari situs resmi klub.

"Kehadirannya akan menambah kedalaman tim, terutama di sisi kiri, sekaligus menciptakan persaingan yang sehat di dalam skuad," sambungnya.

Pulang ke Pangkuan

Arhan seakan pulang ke pangkuan Shin Tae-yong.

Pelatih asal Korea itu pertama kali memanggil Arhan pada tahun 2020 untuk persiapan Piala Dunia U20 yang awalnya akan diadakan di Indonesia sebelum dibatalkan.

Meski baru pertama kali mendapat panggilan ke level timnas, Arhan menemukan chemistry dan kecocokan dengan gaya disiplin Shin Tae-yong.

Mantan pemain PSIS Semarang itu kemudian menjalani program pemusatan latihan Timnas U19 Indonesia di Kroasia.

Shin Tae-yong bahkan sempat memberikan ban kapten kepada Arhan berkat konsistensinya dan penampilan yang paling menonjol di antara pemain lainnya.

STY melihat Arhan bukan hanya dari sisi teknis di lapangan, tetapi juga dari sisi kepemimpinan.

Setelah itu, Arhan tampil impresif dengan Timnas U19 Indonesia, dia juga keluar sebagai pemain muda terbaik di Piala Menpora sehingga membuatnya mendapatkan tiket promosi ke timnas senior.

Pada Mei 2021 saat Timnas Indonesia uji coba melawan Afghanistan, Arhan tampil debut untuk Garuda. Ia juga tampil saat melawan Oman empat hari kemudian.

Sejak saat itulah, posisinya hampir tidak tergantikan di era Shin Tae-yong.

Pratama Arhan termasuk kategori pemain dengan jumlah penampilan terbanyak di era STY sejajar dengan Rizky Ridho, Asnawi Mangkualam, Witan Sulaeman, Ricky Kambuaya, hingga Marselino Ferdinan.

Nama-nama di atas dinilai oleh sebagian pihak sebagai 'anak kesayangan' Shin Tae-yong karena hampir dipastikan berada dalam skuad Garuda.

Pada Piala AFF 2020 bisa dikatakan sebagai titik balik Arhan. Turnamen ini mengubah jalan kariernya sebagai pesepak bola.

Dia menjadi starter reguler, cetak dua gol, dan menjadi Pemain Muda Terbaik Piala AFF 2020.

Status yang akhirnya mendorong Arhan untuk menjalani karier ke luar negeri bergabung dengan Tokyo Verdy (2022-2024) di Jepang, klub Korea Selatan, Suwon FC (2024), hingga Bangkok United (Thailand) pada Januari 2025 sampai Juni 2026.

Kepercayaan tak Pernah Hilang

Selama dua musim di Tokyo Verdy dan semusim bersama Suwon FC, Arhan kesulitan mendapatkan menit bermain. 

Namun kondisi itu tidak mengubah pandangan Shin Tae-yong. 

Shin Tae-yong tetap menjadikan Arhan sebagai pilihan utama di sisi kiri pertahanan Timnas Indonesia dalam berbagai ajang, mulai dari Piala Asia, Kualifikasi Piala Dunia, hingga pertandingan FIFA Matchday.

Bahkan ketika banyak pihak mempertanyakan pemanggilan Arhan karena minim menit bermain di level klub, Shin Tae-yong tetap mempertahankan keputusannya.

STY bahkan secara terbuka mengakui sempat mempertimbangkan kondisi Arhan yang minim menit bermain di klub. Namun pada akhirnya ia tetap memanggil sang bek kiri karena meyakini kualitas dan kontribusinya masih dibutuhkan Timnas Indonesia.

Bersama Shin Tae-yong, Arhan ikut membawa Indonesia menjadi runner-up Piala AFF 2020, lolos ke Piala Asia 2023, menembus semifinal Piala Asia U-23 2024, hingga membawa Garuda melangkah jauh pada Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Hubungan keduanya sempat terputus ketika Shin Tae-yong tidak lagi menangani Timnas Indonesia pada Januari 2025. 

Kini, sekitar satu setengah tahun kemudian, mereka kembali dipersatukan, kali ini bukan dengan lambang Garuda di dada, melainkan seragam Persija Jakarta.

Reuni di Persija menjadi babak baru hubungan keduanya. 

Persija bukan sekadar klub baru bagi Arhan. Di sana, ia kembali bertemu dengan pelatih yang pertama kali membuka pintu Timnas untuknya, tetap memercayainya ketika kariernya di level klub sedang sulit, dan menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Sang anak kepercayaan akhirnya benar-benar pulang ke pangkuan Shin Tae-yong.

(Tribunnews.com/Sina)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.