TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Rasa syukur tak terhingga diungkapkan Fatimah (42), warga Desa Buaran, yang akhirnya bisa bernapas lega setelah penantian bertahun-tahun melihat Jalan Raya Bendanpete–Buaran yang saban hari dilewatinya kini mulai mulus dibeton.
Sebagai pengguna jalan yang selama ini harus bertaruh kenyamanan dan keselamatan di atas aspal yang pecah serta berlubang, ia sangat mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Jepara yang langsung mengucurkan anggaran besar demi memerdekakan warga dari infrastruktur yang buruk.
Warga Buaran, Fatimah menyebut ruas Jalan Bendanpete - Buaran sudah lama rusak.
Kondisi jalan berlubang dan aspal sebelumnya pecah-pecah, sehingga menyulitkan masyarakat ketika berkendara melintasi jalan tersebut.
Penantian bertahun-tahun itu akhirnya terealisasi pada tahun ini dalam bentuk betonisasi.
Meski pekerjaan masih berproses, dia berharap perbaikan jalan serupa juga menyasar ruas-ruas jalan yang belum tersentuh anggaran.
Diharapkan tidak hanya menyentuh ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten saja, juga ruas jalan desa, jalan provinsi, dan jalan nasional lewat komunikasi intens pemerintah kabupaten dengan pihak yang berwenang.
"Jalannya sekarang sudah bagus. Sebagai warga pastinya berharap tidak hanya jalan di sini saja, juga jalan-jalan lain yang masih memerlukan perbaikan," harap dia.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara mencatat infrastruktur jalan di Jepara saat ini dalam kondisi 78,75 persen mantap tahun ini.
Kondisi jalan mantap mengalami progres kenaikan 5,9 persen dari capaian di tahun sebelumnya (2025) sebesar 72,85 persen.
Pemerintah Kabupaten Jepara masih memiliki 21,75 persen jalan dalam kondisi tidak mantap harus diselesaikan dan menjadi PR bagi pemerintah daerah.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan, Pemkab Jepara mengalokasikan anggaran Rp 210 miliar yang besumber dari APBD Tahun Anggaran 2026.
Anggaran tersebut diproyeksikan untuk menangani 60-an ruas jalan rusak di Jepara. Sebanyak 52 ruas di antaranya kini sudah berkontrak pada tahap pekerjaan fisik.
Mas Wiwit bersama Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar mengecek langsung pekerjaan fisik infrastruktur jalan yang sudah berjalan, Senin (6/7/2026).
Di antaranya pekerjaan jalan di ruas Bendanpete - Buaran dan Nalumsari - Papringan perbatasan antara wilayah Jepara dengan Kabupaten Kudus.
Selain APBD senilai Rp 210 miliar, lanjut mas Wiwit, pemerintah juga mengajukan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) sebesar Rp100 miliar dan sumber pendanaan lainnya.
Dia berharap seluruh pekerjaan berjalan lancar agar target penyelesaian September mendatang bisa tercapai.
"Kalau Bendanpete - Buaran target selesai 18 September. Rata-rata ruas yang kita kerjakan juga ditargetkan selesai pada September," terangnya.
Bupati menuturkan, perbaikan jalan di ruas Bendanpete - Buaran merupakan pekerjaan yang sepenuhnya dibiayai melalui APBD. Hingga saat ini progres pekerjaan terus menunjukkan kemajuan positif.
Ruas jalan tersebut memiliki peran strategis sebagai akses utama menuju Pondok Pesantren Balekambang, mendukung aktivitas pendidikan, memperlancar distribusi hasil pertanian.
Akses jalan tersebut juga krusial menjadi penghubung antarkecamatan. Pekerjaan dalam bentuk sepanjang 1.412 meter dan pembangunan saluran air beserta gorong-gorong dengan nilai kontrak Rp 4,1 miliar.
Baca juga: Unggah 7 Momen di Instagram, Kiper Muda M Ardiansyah Pamit dari Persijap Jepara
Sementara, ruas jalan Nalumsari - Papringan sebagai jalur alternatif yang dimanfaatkan pekerja pabrik.
Akses jalan berada di tengah permukiman warga dan perkebunan, berfungsi sebagai akses mobilitas masyarakat sekaligus jalur distribusi hasil pertanian.
Pekerjaan di ruas jalan Nalumsari - Papringan dalam bentuk betonisasi sepanjang 267 meter dengan pagu anggaran Rp 1,1 miliar. Pekerjaan ditarget selesai pada pertengahan September. (Sam)