TRIBUNNEWS.COM - Panggung penghargaan Warta Kota Awards 2026 mendadak riuh oleh tawa sekaligus refleksi mendalam.
Komika difabel, Anggi Wahyuda, sukses mengocok perut sekaligus menyentil kesadaran para tokoh penting yang hadir di Studio 1 Kompas TV, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026) malam.
Lewat bit-bit komedi tunggalnya, Anggi blak-blakan menyuarakan perjuangannya bangkit dari keterbatasan serta peliknya realitas hidup penyandang disabilitas di Indonesia.
Baca juga: Sebelum Jadi Komika dan Aktor, Ardit Erwandha Pernah Rasakan Lelahnya Bagi-bagi Brosur di Jalan
Materi yang dibawakan oleh alumnus Stand Up Comedy Academy (SUCA) 4 tahun 2018 ini berhasil menghibur Wakil Menteri Komunikasi Digital (Komdigi) Nezar Patria, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, serta jajaran pimpinan Kompas Gramedia Grup dan Tribun Network.
Anggi memanfaatkan panggung tersebut untuk menumpahkan keresahan kaum difabel yang masih sering dipandang sebelah mata, terutama saat mencari pekerjaan.
Menurutnya, kepercayaan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di tanah air hingga kini masih sangat minim.
"Materi yang saya bawakan seputar bagaimana saya bisa bangkit dari disabilitas. Saya juga menceritakan tentang sulitnya kondisi penyandang disabilitas di Indonesia. Di mana kepercayaan dan kesempatan untuk kami masih sangat minim. Semua keresahan itu saya sampaikan lewat komedi," ujar Anggi kepada Warta Kota usai acara.
Bagi Anggi, stand-up comedy bukan sekadar alat untuk mengejar popularitas instan, melainkan sebuah ruang aman untuk menyuarakan hak kesetaraan setelah ia berhasil berdamai dengan kondisinya sendiri.
"Saya ingin menunjukkan bahwa meskipun kami memiliki keterbatasan fisik, bukan berarti kami tidak mampu melakukan sesuatu. Kami juga bisa berdaya," jelasnya.
Selama delapan tahun berkarier, ia bersyukur misinya ini mendapat respons positif dari sesama rekan difabel yang merasa suaranya telah diwakili dengan baik.
Meski memiliki impian untuk tampil di panggung festival besar seperti Stand Up Fest atau Jambore Stand Up, Anggi rupanya menyimpan misi yang jauh lebih mulia di luar industri hiburan.
Menjelang usia 30 tahun dalam lima tahun ke depan, ia menargetkan diri untuk beralih menjadi seorang wirausahawan yang mandiri secara finansial.
Ia berharap bisa membalikkan keadaan, dari sosok yang sering menerima bantuan, menjadi sosok yang mampu membuka lapangan kerja dan menyokong sesama.
"Sukses bagi saya adalah ketika di lima tahun ke depan, bukan saya lagi yang didukung atau dibantu orang lain melalui proposal atau donasi, melainkan saya yang bisa menyokong dan membantu orang lain. Berikan kami kesempatan dan kepercayaan, maka kami akan membuktikan bahwa penyandang disabilitas pun mampu berbuat banyak hal," pungkasnya.