Berjuang Lintas Komisi, Ketua PDI Perjuangan Sumut dan Sofyan Kolaborasi Perjuangkan Ribuan Beasiswa
Arjuna Bakkara July 07, 2026 08:27 AM

Berjuang Lintas Komisi untuk Pendidikan, Rapidin dan Sofyan Tan Jaring Ribuan Beasiswa bagi Pelajar Sumut

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Kampus Universitas Satya Terra Bhinneka Medan, dipenuhi wajah-wajah muda yang membawa harapan. 

Disinilah, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara sekaligus anggota Komisi XIII DPR RI, Drs Rapidin Simbolon MM, bersama anggota DPR RI Sofyan Tan, kembali membuka jalan bagi ribuan pelajar dan mahasiswa Sumatera Utara melalui program beasiswa pendidikan.

Bagi Rapidin, perjuangan di parlemen tidak berhenti pada ruang sidang komisi. Ia memilih membangun kolaborasi lintas komisi agar akses pendidikan semakin luas. 

Tahun ini, sedikitnya 3.000 pelajar jenjang SD, SMP, SMA/SMK dan sekitar 1.000 mahasiswa dipersiapkan untuk memperoleh bantuan pendidikan.

"Kalau pendidikan maju, otomatis ekonomi dan taraf hidup masyarakat Sumatera Utara juga akan ikut meningkat. Itu yang terus kami perjuangkan," kata Rapidin di Medan, Senin (6/7/2026).

Data rekapitulasi program menunjukkan jangkauan beasiswa yang diperjuangkan Rapidin telah menyentuh banyak daerah di Sumatera Utara. 

Dari dokumen Rekapitulasi Beasiswa Sumut Tahun 2026, nilai bantuan yang telah terdata mencapai sekitar Rp1,739 miliar, dengan penerima tersebar di sejumlah kabupaten, mulai dari Samosir, Tapanuli Utara, Labuhan Batu Utara, Nias, Toba, Padangsidimpuan, Mandailing Natal hingga Humbang Hasundutan. 

"Perjuangan pendidikan tidak boleh hanya berpusat di kota, tetapi juga diarahkan menjangkau daerah-daerah yang selama ini membutuhkan dukungan lebih besar,"ujar Rapidin.

Menurut Rapidin, beasiswa yan sedang diperjuangkan telah menjangkau pelajar dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK hingga mahasiswa di berbagai pelosok Sumatera Utara. 

"Total nilai bantuan yang telah terdata mencapai Rp1.739.100.000 atau 1,7 Milliar sekian,"bebrnya.

Kabupaten Padangsidimpuan menjadi daerah dengan alokasi terbesar, yakni sekitar Rp492,2 juta, disusul Toba sekitar Rp331,1 juta, Humbang Hasundutan sekitar Rp186,6 juta, Nias Selatan sekitar Rp165,6 juta, Samosir sekitar Rp264,8 juta, Nias sekitar Rp132,8 juta, dan Labuhan Batu Utara sekitar Rp128,5 juta. 

Bantuan juga mengalir ke Nias Utara, Nias Barat, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Tapanuli Tengah, Uluan Batu Selatan, serta sejumlah kabupaten lainnya.

Di Samosir senidiri, kata Rapidin beasiswa menyentuh hampir seluruh kecamatan. Pangururan memperoleh alokasi sekitar Rp84 juta, Palipi Rp158,1 juta, Simanindo Rp5,7 juta, Ronggur Nihuta Rp21 juta, Onan Runggu Rp1,35 juta, Nainggolan Rp42,9 juta, Sianjur Mulamula Rp264,8 juta, hingga Harian dan Sitio-tio. 

"Pola serupa juga terlihat di daerah lain, di mana bantuan tidak hanya terkonsentrasi di ibu kota kabupaten, melainkan menjangkau kecamatan-kecamatan yang selama ini memiliki akses pendidikan lebih terbatas,"bebernya.

Rapidin mengatakan, beasiswa tersebut merupakan hasil sinergi lintas komisi di DPR RI bersama Sofyan Tan. Menurutnya, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang harus diperjuangkan tanpa memandang daerah asal maupun latar belakang ekonomi penerima. 

Karena itu, penjaringan penerima dilakukan hingga ke desa-desa agar bantuan benar-benar diterima oleh siswa dan mahasiswa yang membutuhkan.

"Kami ingin memastikan anak-anak Sumatera Utara tidak berhenti sekolah hanya karena persoalan biaya. Pendidikan adalah jalan paling kuat untuk memutus rantai kemiskinan," ujar Rapidin.

Program ini direncanakan kembali berlanjut pada tahun ini dengan target sekitar 3.000 pelajar jenjang SD, SMP, SMA/SMK dan 1.000 mahasiswa, sehingga semakin banyak keluarga di Sumatera Utara yang memperoleh akses terhadap pendidikan tinggi.(Jun-tribun-medan.com).

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.