BANGKAPOS.COM -- Inilah kunci jawaban mata pelajaran Ekonomi kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi) yang ditulis Aisyah Nurjanah dan Yeni Fitriani.
Tugas tersebut ada pada buku Ekonomi Kelas 11 diterbitkan penerbit Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia tahun 2024.
Pada halaman 72 terdapat tugas Ayo Mengindentifikasi Aktivitas 2.9 Bab 2 Ketenagakerjaan Bagian B. Pengangguran.
Baca juga: Kunci Jawaban Ekonomi Kelas 11 SMA Halaman 30 31 32 33 34 35 Kurikulum Merdeka, Materi Pengangguran
Siswa diminta untuk menjawab sejumlah soal tersedia secara mandiri terlebih dahulu sebelum melihat kunci jawaban.
Ayo, Menganalisis!
Aktivitas 2.9 Tingkat Pengangguran
Petunjuk Pengerjaan
Baca juga: Kunci Jawaban Ekonomi Kelas 11 SMA Halaman 28 29 Terbitan Kemendikbudristek: Profesi Gaji Tertinggi
1. Kerjakanlah tugas berikut ini secara mandiri!
2. Amatilah infografik pada Gambar 2.2, kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
Tugas
1. Berdasarkan infografik tersebut, tentukanlah pernyataan berikut ini dalam kategori benar atau salah! Berikan jawabanmu dengan memberi tanda centang (✔) pada kolom "Benar" atau "Salah"!
Pengangguran TPT perkotaan paling tinggi terjadi pada Agustus 2020.
Kunci Jawaban:
Benar
Penjelasan:
Jika melihat grafik batang TPT berdasarkan wilayah (warna abu-abu mewakili wilayah perkotaan), angka tertinggi memang tercatat pada Agustus 2020, yaitu sebesar 8,98 persen.
Penurunan angka pengangguran perkotaan pada tahun 2023 lebih tinggi dibanding pengangguran pedesaan.
Kunci Jawaban:
Benar
Penjelasan:
Berdasarkan data dari Agustus 2022 ke Agustus 2023, pengangguran di perkotaan (warna abu-abu) berhasil turun dari 7,74 persen menjadi 6,40 persen (mengalami penurunan sebesar 1,34 persen). Sementara itu, pengangguran di pedesaan (warna hijau) justru naik dari 3,43 persen menjadi 3,88 persen (mengalami kenaikan sebesar 0,45 persen). Dengan demikian, penurunan di kota jauh lebih tinggi.
Jumlah jam bekerja pekerja tidak penuh lebih dari 34 jam dalam seminggu.
Kunci Jawaban:
Salah
Penjelasan:
Berdasarkan keterangan tertulis pada kotak merah di pojok kiri bawah infografik, kategori pekerja tidak penuh didefinisikan secara jelas memiliki durasi kerja selama 1 hingga 34 jam saja seminggu (kurang dari atau sama dengan 34 jam).
Jumlah pekerja penuh lebih sedikit dibandingkan pekerja tidak penuh.
Kunci Jawaban:
Salah
Penjelasan:
Data pada infografik menunjukkan jumlah pekerja penuh mencapai 96,39 juta orang (68,92 persen ), sedangkan jumlah pekerja tidak penuh hanya berjumlah 43,46 juta orang (31,08 persen ). Hal ini berarti jumlah pekerja penuh jauh lebih banyak, bukan lebih sedikit.
Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada tahun 2023 sebesar 1,32 persen.
Kunci Jawaban:
Salah
Penjelasan:
Berdasarkan keterangan resmi di dalam kotak hijau besar sebelah kiri atas, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) secara nasional pada Agustus 2023 turun sebesar 0,54 persen poin jika dibandingkan dengan kondisi Agustus 2022 (berkurang dari posisi 5,86 persen ke angka 5,32 persen).
2. Menurut pendapat kamu, mengapa tingkat pengangguran terbuka di pedesaan lebih sedikit dibanding perkotaan?
Kunci Jawaban:
Menurut pendapat saya, ada beberapa faktor utama yang menyebabkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di pedesaan cenderung lebih rendah daripada di perkotaan:
Masyarakat di pedesaan mayoritas bekerja di sektor pertanian, perkebunan, atau peternakan. Sektor ini cenderung informal dan dapat menyerap tenaga kerja keluarga secara fleksibel (meskipun hanya bekerja beberapa jam seminggu atau bersifat musiman), sehingga mereka tidak terhitung sebagai pengangguran terbuka.
Lowongan kerja di perkotaan (sektor formal) biasanya menuntut kualifikasi pendidikan, usia, dan keterampilan yang ketat. Sementara di desa, pekerjaan informal tidak memerlukan syarat administrasi yang rumit.
Di pedesaan, tuntutan hidup membuat masyarakat cenderung menerima pekerjaan apa saja yang tersedia (survival strategy) daripada menganggur, berbeda dengan di kota di mana pencari kerja cenderung lebih memilih-milih pekerjaan yang sesuai dengan ekspektasi atau pendidikan mereka.
3. Apakah jam bekerja yang tinggi akan meningkatkan kualitas pekerjaan? Kemukakan pendapatmu!
Kunci Jawaban:
Tidak selalu. Jam kerja yang tinggi (kuantitas waktu) tidak secara otomatis linear dengan peningkatan kualitas pekerjaan. Berikut adalah alasannya:
Manusia memiliki batas energi fisik dan fokus. Jika jam kerja terlalu panjang (overtime berlebihan), pekerja akan mengalami kelelahan (burnout) dan stres. Akibatnya, konsentrasi menurun, angka kekeliruan (human error) meningkat, dan kualitas hasil kerja justru memburuk.
Kualitas pekerjaan lebih ditentukan oleh efisiensi, kompetensi, motivasi, serta fasilitas/teknologi yang mendukung, bukan sekadar lamanya seseorang duduk di tempat kerja. Jam kerja yang ideal dan seimbang (work-life balance) terbukti menjaga kreativitas dan ketelitian pekerja tetap berada pada level optimal.
====
*) Disclaimer:
(Bangkapos.com/TribunSumsel.com)