SRIPOKU.COM - Memasuki tahun ajaran baru, persiapan matang sangat dibutuhkan oleh siswa kelas 12 SMA dalam menguasai materi pelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka.
Pada materi Bab 1 yang bertajuk "Mengapresiasi Karya Sastra Prosa", siswa tingkat akhir diajak untuk mendalami perpaduan Teks Narasi dan Deskripsi.
Fokus pembelajaran pada jenjang ini meliputi analisis struktur naratif (orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi, koda), pembedahan karakterisasi tokoh melalui deskripsi spasial (latar tempat) dan psikologis, pembacaan makna simbolis/alegoris, serta penguasaan gaya bahasa (majas) tingkat lanjut dan sudut pandang penceritaan.
Baca juga: Latihan Soal HOTS IPS Kelas 8 SMP Tema 1 Kondisi Geografis dan Pelestarian Sumber Daya Alam
Sebagai bahan latihan mandiri siswa di rumah maupun referensi bapak/ibu guru untuk asesmen formatif, berikut disajikan 10 latihan soal pilihan ganda HOTS Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Bab 1 Semester 1 Kurikulum Merdeka beserta kunci jawaban langsung di setiap butir soal.
(1.) Bacalah kutipan teks narasi berikut!
"Lelaki tua itu masih setia berdiri di dermaga kayu yang mulai lapuk dimakan air asin. Pandangannya lurus menembus kabut tebal yang menyelimuti Selat Bangka. Di tangannya, selembar surat bertinta pudar—kiriman anaknya lima tahun lalu—sudah lecek karena terlalu sering dilipat dan dibuka kembali. Saban kali siluet kapal cepat Express Bahari muncul di cakrawala, dadanya berdegup kencang, menggantungkan sekerat harapan pada riak gelombang yang menghempas tiang dermaga."
Berdasarkan kutipan di atas, bagaimana penulis memanfaatkan unsur deskripsi fisik dan benda untuk membangun konflik batin (psikologis) tokoh Lelaki Tua tersebut?
A. Melalui deskripsi kabut tebal yang menunjukkan bahwa tokoh sedang mengalami disorientasi arah jalan pulang.
B. Melalui deskripsi dermaga yang lapuk untuk menyimbolkan ketidaksetujuan tokoh terhadap modernisasi transportasi kapal cepat.
C. Melalui deskripsi surat lecek bertinta pudar untuk menggambarkan penantian panjang yang penuh kecemasan sekaligus keteguhan harapan tokoh terhadap anaknya.
D. Melalui deskripsi riak gelombang laut untuk membuktikan bahwa tokoh memiliki ketakutan mendalam terhadap bencana alam bahari.
E. Melalui deskripsi kapal cepat Express Bahari untuk menegaskan status sosial ekonomi anak tokoh yang sudah sukses di rantau.
Kunci Jawaban: C Melalui deskripsi surat lecek bertinta pudar untuk menggambarkan penantian panjang yang penuh kecemasan sekaligus keteguhan harapan tokoh terhadap anaknya.
(2.) Bacalah kutipan berikut!
"Ruang kerja Pak Pramono mencerminkan dengan tepat bagaimana kuasa dan ketertiban bekerja di kepala pemiliknya. Meja jati raksasa buatan Jepara diletakkan persis di tengah ruangan, memotong ruang gerak siapa saja yang bertamu. Tidak ada satu pun kertas yang berceceran; semua dokumen diklasifikasikan berdasarkan warna map yang berjejer kaku di lemari kaca berkunci ganda. Di dinding belakang kursinya, tergantung sebuah jam dinding kuno besar yang berdentang keras setiap jam, seolah mengingatkan seluruh pegawai di luar ruangan bahwa waktu mereka berada di bawah kendalinya."
Jika dianalisis berdasarkan teknik penokohan, fungsi utama dari deskripsi latar tempat (spasial) pada teks di atas adalah...
A. Menjelaskan latar belakang ekonomi Pak Pramono yang gemar mengoleksi barang-barang antik dan mahal.
B. Menggambarkan karakter Pak Pramono sebagai sosok pemimpin yang otoriter, kaku, dominan, dan sangat gila kendali.
C. Menginformasikan kepada pembaca mengenai ukuran luas dan tata letak interior ruang kerja di kantor modern.
D. Menunjukkan konflik antara Pak Pramono dengan pegawainya yang tidak disiplin dalam menyusun dokumen.
E. Menegaskan bahwa seluruh perabot di dalam ruangan merupakan hadiah dari kolega bisnis luar negeri.
Kunci Jawaban: B Menggambarkan karakter Pak Pramono sebagai sosok pemimpin yang otoriter, kaku, dominan, dan sangat gila kendali.
(3.) Perhatikan penggalan teks narasi berikut!
"Matahari baru saja terbit, tetapi aroma kopi luwak sudah menari-nari di udara, memeluk siapa saja yang melintasi kedai tua itu. Di sudut meja, Rangga masih terpaku. Kata-kata dalam pesan singkat di gawainya semalam seolah menjelma belati yang perlahan mengiris keyakinannya untuk melanjutkan proyek idealis ini."
Majas yang mendominasi penggalan teks di atas secara berturut-turut adalah...
A. Hiperbola dan Simile
B. Personifikasi dan Metafora
C. Asosiasi dan Ironi
D. Metonimia dan Personifikasi
E. Sinekdoke dan Paradoks
Kunci Jawaban: B Personifikasi dan Metafora
(4.) Bacalah kutipan teks berikut!
"Kereta senja itu mulai merayap meninggalkan Stasiun Kertapati. Di dalam gerbong kelas ekonomi yang pengap, Lastri menyandarkan kepalanya pada kaca jendela yang buram oleh embun malam. Di luar, siluet pohon-pohon kelapa sawit melintas cepat seperti bayang-bayang masa lalu yang berusaha ia tinggalkan. Ia tahu, tanah rantau di ujung Jawa sana belum tentu menjanjikan kehangatan, tetapi menetap di kampung halaman hanya akan terus mengorek luka lama yang belum mengering."
Berdasarkan struktur teks narasi, penggalan teks di atas berada pada bagian...
A. Orientasi (Pengenalan situasi cerita dan arah pergerakan tokoh)
B. Komplikasi (Puncak krisis tertinggi di mana tokoh utama mengalami cedera fisik)
C. Resolusi (Penyelesaian masalah secara mutlak sehingga tidak ada lagi keraguan)
D. Koda (Penyampaian amanat secara langsung oleh pengarang di akhir cerita)
E. Evaluasi (Komentar pengarang terhadap jalan hidup yang dipilih oleh Lastri)
Kunci Jawaban: A Orientasi (Pengenalan situasi cerita dan arah pergerakan tokoh)
(5.) Perhatikan teks deskripsi berikut!
"Tari Gending Sriwijaya ditarikan secara kolosal di halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin II. Sembilan penari perempuan bergerak anggun, jemari mereka yang berhias kuku palsu keemasan meliuk-liuk lembut mengikuti alunan irama musik tradisi yang magis. Busana adat aesan gede yang mereka kenakan, dengan dominasi warna merah marun dan benang emas yang ditenun rapat, memantulkan kemilau kemewahan kejayaan masa lalu bumi Sriwijaya."
Sudut pandang (point of view) penceritaan yang digunakan penulis dalam menyajikan teks deskripsi-narasi di atas adalah...
A. Orang pertama sebagai pelaku utama (Aku)
B. Orang pertama sebagai pengamat (Aku-sampingan)
C. Orang ketiga serbatahu (Dia/Penulis bertindak sebagai pengamat objektif dari luar)
D. Sudut pandang campuran yang berubah-ubah di setiap kalimat
E. Orang kedua yang memosisikan pembaca sebagai penari utama
Kunci Jawaban: C Orang ketiga serbatahu (Dia/Penulis bertindak sebagai pengamat objektif dari luar)
(6.) Bacalah kutipan teks berikut!
"Ketika vonis hakim dijatuhkan, ruang sidang yang semula riuh seketika berubah menjadi kuburan. Ibu tidak menangis, tidak pula menjerit. Beliau hanya menggenggam erat jemariku. Dingin. Namun, di balik ketenangan wajah rentanya, aku melihat sebuah badai besar sedang berkecamuk, meruntuhkan seluruh tiang-tiang harapan yang ia bangun selama dua puluh tahun membesarkan Kakak."
Ungkapan simbolis "ruang sidang yang semula riuh seketika berubah menjadi kuburan" pada kutipan di atas bermakna...
A. Terjadi peristiwa mistis di mana banyak makhluk gaib yang mendadak muncul di ruang sidang.
B. Suasana ruang sidang mendadak menjadi sangat sunyi, mencekam, dan diliputi rasa duka atau syok yang mendalam.
C. Ruang sidang tersebut dipindahkan lokasinya ke dekat area pemakaman umum karena situasi tidak kondusif.
D. Hakim memutuskan untuk menutup sidang karena ada salah satu pengunjung yang jatuh pingsan dan meninggal dunia.
E. Seluruh pengunjung sidang sepakat untuk mengenakan pakaian hitam-hitam tanda berbelasungkawa.
Kunci Jawaban: B Suasana ruang sidang mendadak menjadi sangat sunyi, mencekam, dan diliputi rasa duka atau syok yang mendalam.
(7.) Perhatikan kutipan dialog berikut!
Sinta: "Kamu selalu punya seribu alasan, Rian! Kemarin karena hujan, hari ini karena ban bocor. Besok apa lagi? Gempa bumi?" (menghempaskan tumpukan berkas ke meja)
Rian: "Aku tidak bermaksud mencari alasan, Sin. Kali ini aku benar-benar terjebak macet total di jalur lintas timur karena ada truk terbalik." (menunduk, tidak berani menatap mata Sinta)
Teknik penggambaran karakter tokoh Rian yang ditunjukkan melalui deskripsi tindakan laku (behavioral) dan dialog di atas mencerminkan sifat Rian yang...
A. Pemberani dan suka menantang argumentasi rekan kerja.
B. Merasa bersalah, defensif (bertahan), dan inferior (merasa lemah/takut) di hadapan Sinta.
C. Pembohong ulung yang pandai menyembunyikan kebenaran dengan tertawa.
D. Tegas dan memiliki wibawa tinggi sebagai seorang pemimpin proyek.
E. Humoris dan selalu berusaha mencairkan suasana ketegangan di kantor.
Kunci Jawaban: B Merasa bersalah, defensif (bertahan), dan inferior (merasa lemah/takut) di hadapan Sinta.
(8.) Bacalah paragraf deskripsi berikut!
"Kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang di malam hari menyuguhkan panorama yang eksotis. Kerlip lampu hias berwarna-warni yang memantul di permukaan Sungai Musi berpadu apik dengan kemegahan Jembatan Ampera yang berdiri kokoh di kejauhan. Desau angin malam yang membawa aroma khas air sungai, berbaur dengan riuh rendah suara pedagang kaki lima dan alunan musik dari seniman jalanan, menciptakan atmosfer urban yang hidup namun tetap romantis."
Cerapan pancaindra yang paling tidak dominan atau tidak terdapat dalam teks deskripsi di atas adalah...
A. Penglihatan (Visual)
B. Pendengaran (Auditori)
C. Penciuman (Olfaktori)
D. Pengecapan (Gustatori)
E. Perabaan (Taktil)
Kunci Jawaban: D Pengecapan (Gustatori)
(9.) Perhatikan penggalan cerita berikut!
"Sejak peristiwa kebakaran gudang tekstil itu, usaha keluarga Raharjo jatuh ke titik nadir. Rumah besar mereka disita bank, memaksa mereka pindah ke sebuah kontrakan sempit di pinggiran kota. Namun, di tengah keterpurukan itu, Raharjo menolak mengibarkan bendera putih. Dengan sisa tabungan yang ada, ia mulai menjajakan pakaian anak-anak secara daring dari garasi kontrakan."
Konjungsi antarkalimat "Namun" pada teks narasi di atas berfungsi secara dinamis untuk menandakan transisi struktur naratif menuju ke bagian...
A. Penyelesaian masalah secara damai (Resolusi akhir)
B. Pengenalan awal karakter sampingan yang akan membantu tokoh
C. Pemunculan reaksi atau tindakan adaptif tokoh dalam menghadapi konflik (Awal kebangkitan/Komplikasi lanjutan)
D. Pengungkapan kemunduran moral tokoh akibat tidak kuat menahan cobaan
E. Koda yang berisi kesimpulan moral dari kehidupan keluarga Raharjo
Kunci Jawaban: C Pemunculan reaksi atau tindakan adaptif tokoh dalam menghadapi konflik (Awal kebangkitan/Komplikasi lanjutan)
(10.) Baca situasi berikut!
Seorang penulis ingin membuat sebuah teks deskripsi sugestif (imajinatif) yang menggambarkan ketakutan psikologis seorang tokoh anak yang tersesat di dalam hutan belantara pada waktu malam hari.
Manakah kalimat deskripsi yang paling berhasil membangun atmosfer horor/mencekam secara psikologis melalui teknik personifikasi?
A. Hutan itu sangat gelap karena pohon-pohonnya tinggi besar dan tidak ada lampu senter yang menyala.
B. Bayang-bayang pohon tua menjulurkan ranting-ranting hitamnya seperti cakar raksasa yang siap mencengkeram langkah kecilku, sementara desau angin malam berbisik mengancam di sela keheningan.
C. Menurut peta geografi, hutan lindung tersebut memang dihuni oleh banyak binatang buas seperti harimau dan ular cobra yang lapar.
D. Aku merasa sangat menyesal karena tadi siang tidak mendengarkan nasihat ibu guru untuk tetap berjalan di dalam jalur rombongan pramuka.
E. Langkah kakiku gemetar menapak ranting-ranting kering yang patah, memecah kesunyian malam yang dingin dan menusuk tulang.
Kunci Jawaban: B Bayang-bayang pohon tua menjulurkan ranting-ranting hitamnya seperti cakar raksasa yang siap mencengkeram langkah kecilku, sementara desau angin malam berbisik mengancam di sela keheningan.