Warga Kayumerah Gorontalo Bongkar Makam Janin, Begini Pengakuan Ayah Biologis
Fadri Kidjab July 07, 2026 10:47 AM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Warga Kelurahan Kayumerah, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, mendadak geger pada Minggu (5/7/2026) siang. 

Sebuah makam baru di pekuburan umum setempat dibongkar paksa oleh warga setelah mencurigai gerak-gerik tiga orang wanita yang melakukan penguburan secara tergesa-gesa.

Siapa sangka, makam yang awalnya disebut-sebut hanya berisi darah bekas keguguran tersebut, ternyata berisi jasad janin bayi berjenis kelamin laki-laki yang diperkirakan berusia 5 hingga 6 bulan kandungan.

Aparat kepolisian dari Sat Reskrim Polres Gorontalo kini tengah menyelidiki intensif kasus tersebut untuk memastikan apakah janin itu meninggal karena keguguran alami atau sengaja digugurkan (aborsi).

Berdasarkan data yang dihimpun TribunGorontalo.com, jasad janin bayi tersebut merupakan hasil hubungan di luar nikah antara seorang wanita wiraswasta, SA (27), dan kekasihnya yang bekerja sebagai sopir, FD (29). 

Kepada polisi, keduanya mengaku sudah menjalin asmara selama 10 tahun dan berencana menikah, namun FD mengaku sama sekali tidak tahu jika kekasihnya itu keguguran.

Berikut adalah urutan kejadian yang meresahkan warga tersebut:

Sabtu, 4 Juli 2026

Pukul 19.00 WITA: SA yang sedang hamil sekitar 5 bulan mulai merasakan kontraksi hebat di perutnya saat berada di kos-kosan wilayah Pentadio Barat.

Pukul 20.30 WITA: Saat hendak membersihkan kamar mandi, SA terpeleset dan jatuh terduduk. Rasa nyeri di perutnya semakin menjadi-jadi hingga keesokan harinya.

Minggu, 5 Juli 2026

Pukul 06.30 WITA: Air ketuban SA pecah.

Pukul 10.20 WITA: SA mengalami keguguran. Ia kemudian membungkus janin bayi laki-lakinya itu dengan sehelai kain putih.

Pukul 11.22 WITA: SA mendatangi rumah temannya, VT (24) di Kelurahan Kayumerah sambil membawa kantong plastik hitam berisi janin tersebut.

Sembari menangis dan memeluk temannya yang lain, AM (21), SA meminta bantuan untuk menguburkan janinnya.

Pukul 12.00 - 12.30 WITA: SA ditemani VT dan AM pergi ke pekuburan umum terdekat. Di sana, mereka sempat meminta izin kepada warga sekitar, NB (58). 

Kepada NB, VT berdalih hanya ingin menguburkan darah akibat keguguran. NB yang tidak curiga mempersilakan mereka menggali tanah.

Warga Curiga, Kuburan Dibongkar Kembali

Potret lokasi penemuan makam bayi laki-laki di Kelurahan Kayumerah
PEMBONGKARAN MAKAM -- Potret lokasi penemuan makam bayi laki-laki di Kelurahan Kayumerah, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. (Polres Gorontalo/hand over)

Pukul 12.40 WITA:

Usai pemakaman selesai, NB yang merasa janggal langsung melapor ke warga lain, FH (22). Merasa ada yang tidak beres, keduanya memutuskan untuk membongkar kembali galian tanah tersebut.

Pukul 12.50 WITA:

Saat digali, aroma tidak sedap menusuk hidung. Ketika kain putih diangkat dan dibuka oleh FH, alangkah terkejutnya mereka melihat jasad utuh seorang bayi laki-laki, bukan sekadar darah.

Pukul 13.00 WITA:

Warga langsung mengamankan SA di rumah VT. Sempat terjadi ketegangan saat SA mendatangi kuburan dan protes karena warga merekam video kejadian tersebut. Di tengah kepanikan, SA nekat mengambil kembali jasad janinnya dan kabur.

Pukul 13.20 WITA: 

SA melarikan diri ke rumah tantenya, MH (34) di Desa Pentadio Timur, Kecamatan Telaga Biru. Di sana, dibantu oleh AH (23), SA langsung memakamkan kembali janin bayi tersebut secara kilat di halaman belakang rumah sang tante sebelum akhirnya bergegas pergi menuju arah Limboto.

Baca juga: Kasus Penemuan Bayi di Pesisir Leato Selatan Gorontalo, Sudah Sampai Mana Penyelidikan Polisi?

Jasad Dievakuasi ke RSMM Dunda

Mendapat laporan aduan dari masyarakat yang geger, Sat Reskrim Polres Gorontalo bergerak cepat melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Polisi akhirnya berhasil mengamankan situasi dan mengevakuasi jenazah bayi malang tersebut dari lokasi penguburan kedua di Telaga Biru.

Pemeriksaan medis ini krusial dilakukan tim dokter guna memastikan penyebab pasti kematian sang bayi, apakah murni karena kelahiran prematur akibat kecelakaan terpeleset, atau ada indikasi tindakan kriminal pengguguran kandungan. 

Saat dikonfirmasi, Kasi Humas Polres Gorontalo, Iptu Wawan Suryawan, mengatakan bahwa ayah dari janin telah diperiksa pada Minggu (5/7/2026).

"Iya (kasus penemuan janin, red) tahap penyelidikan," ujar Iptu Wawan kepada TribunGorontalo.com via WhatsApp, Selasa (7/7/2026) pagi.

Polres Gorontalo juga telah meninjau langsung lokasi, pengamanan barang bukti, serta membawa jenazah bayi ke Rumah Sakit M.M Dunda Limboto. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.