Tanah Amblas, Jalan Poros Tobadak di Dusun Sipodeceng Mamuju Tengah Terancam Putus
Abd Rahman July 07, 2026 10:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Jalan Poros Tobadak, tepatnya di Dusun Sipodeceng, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, terancam putus. 

Kondisi ini disebabkan amblasnya tanah di sekitar lokasi, runtuh ke bawah, mengancam akses utama penghubung delapan desa di kecamatan tersebut.

Pantauan Tribun Sulbar di lokasi, Selasa (7/7/2026), garis dan tanda peringatan telah dipasang di sekitar area amblas untuk mengantisipasi bahaya. 

Baca juga: Insentif Guru Madrasah Non-ASN 2026 Mulai Diproses, Simak Alur Pencairannya

Baca juga: Kunci Jawaban Matematika Kelas 5 SD Bab 2 Halaman 32: Ayo Mengingat Kembali

Terlihat pula sederet cerucuk bambu dipasang di lokasi, namun tampaknya tidak mampu menahan longsoran tanah. 

Akibat peristiwa ini, badan jalan terkikis dan mengalami penyempitan signifikan. 

Pengendara harus bergantian, terutama ketika berpapasan dengan kendaraan lain. 

Kondisi ini semakin sulit dilalui oleh kendaraan besar seperti truk dan mobil karena jalanan semakin menyempit .

Seorang pengendara mobil, Yohan, mengungkapkan kekhawatirannya. 

"Setiap kali lewat sini, saya harus sangat hati-hati. Jalan sudah sangat sempit, apalagi jika bertemu truk dari arah berlawanan," ujarnya. 

Senada dengan Yohan, Galla, seorang pengendara motor, juga merasakan hal sama. 

"Kondisi ini sangat membahayakan. Semoga pemerintah segera turun tangan memperbaiki jalan sebelum benar-benar putus," harapnya.

Kepala Dusun Sipodeceng, Muhammad Irwansyah, menyatakan bahwa jika tidak segera ditangani, jalan ini dipastikan akan putus total. 

Tanda-tanda amblas sebenarnya sudah terlihat sejak pertengahan tahun 2025, namun kondisinya semakin parah pada awal tahun 2026. 

Ia juga menjelaskan bahwa perbaikan serupa pernah dilakukan sebelumnya, namun kembali rusak akibat gerusan air sungai dan kiriman air dari bukit di sekitar area tersebut . 

Jalan Poros Tobadak merupakan akses vital yang menghubungkan delapan desa, termasuk Desa Tobadak, Mahahe, Palongaan, Batuparigi, Sulobaja, Bambadaru, Saluadak, dan Sejati .(*)

Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.