TRIBUNNEWS.COM, INDIA – Sebuah kasus pembunuhan yang disebut polisi direncanakan secara matang menggemparkan Negara Bagian Telangana, India.
Seorang perempuan yang berprofesi sebagai perawat diduga memanfaatkan pengetahuan medisnya untuk menghabisi nyawa suaminya dengan menyuntikkan cairan pembersih toilet ke dalam selang infus di rumah sakit setelah upaya pembunuhan sebelumnya gagal.
Menurut penyidik, aksi tersebut bukan dilakukan secara spontan, melainkan merupakan bagian dari rencana yang telah disusun bersama pria yang diduga menjadi kekasihnya dan seorang rekan mereka.
Motif sementara mengarah pada dugaan hubungan di luar pernikahan yang membuat korban dianggap sebagai penghalang.
Perempuan bernama Sandhya itu kini telah ditangkap bersama pria yang diduga menjadi kekasihnya, Anil, serta seorang rekannya, Venkat Sai.
Ketiganya diduga bersekongkol membunuh suami Sandhya, Prashant, yang baru kembali dari negara kawasan Teluk.
Baca juga: Ribuan Pelayat Padati Pemakaman Ali Khamenei, Serukan Pembalasan Dendam dan Pembunuhan Trump
Menurut polisi, rumah tangga Sandhya dan Prashant telah lama dilanda konflik.
Penyidik menduga hubungan asmara Sandhya dengan Anil menjadi pemicu utama hingga muncul rencana menghabisi nyawa korban.
Berdasarkan hasil penyelidikan, upaya pembunuhan pertama dilakukan dengan membuat Prashant mabuk berat.
Saat korban kehilangan kesadaran, Anil dan Venkat Sai diduga menganiayanya sebelum mendorongnya dari atap rumah namun Prashant selamat meski mengalami luka serius akibat terjatuh.
Polisi mengatakan para pelaku kemudian meyakinkan korban bahwa ia terjatuh secara tidak sengaja karena mabuk sehingga Prashant tidak menaruh curiga.
Korban lalu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Di rumah sakit, polisi menduga para pelaku kembali menjalankan rencana mereka.
Saat Prashant dirawat dengan infus yang terpasang di tubuhnya, Sandhya yang bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit swasta diduga memanfaatkan keahlian dan pengetahuan medisnya untuk menyuntikkan cairan pembersih toilet ke dalam jalur infus korban.
Penyidik menduga cairan beracun tersebut masuk langsung ke aliran darah korban dan menjadi penyebab kematiannya.
Kasus ini pun mengejutkan masyarakat karena metode yang digunakan dinilai sangat tidak biasa dan diduga memanfaatkan profesi pelaku di bidang kesehatan.
Dugaan pembunuhan baru terungkap setelah ibu Prashant merasa ada kejanggalan dalam kematian putranya.
Ia kemudian melaporkan kasus tersebut kepada kepolisian pada 1 Juli 2026.
Dalam penyelidikan, polisi memeriksa ketiga tersangka dan mengaku berhasil mengungkap dugaan konspirasi pembunuhan.
Venkat Sai disebut mengakui keterlibatannya dalam percobaan pembunuhan pertama dengan membantu mendorong korban dari atap rumah.
Sandhya, Anil, dan Venkat Sai kini telah ditangkap dan diajukan ke pengadilan.
Hakim memerintahkan ketiganya menjalani penahanan selama proses hukum berlangsung.
Polisi menyatakan pemeriksaan forensik masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian Prashant, sementara penyelidikan terhadap dugaan pembunuhan berencana tersebut terus dikembangkan. (India Today)