2 Tangan dan Satu Kaki Putus Diterkam Buaya, Keluarga Korban di Pasangkayu Sempat Tunda Pemakaman
Nurhadi Hasbi July 07, 2026 11:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Keluarga Ramasa, warga Dusun Tikke Muara, Desa Tikke, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, sempat menunda proses pemakaman setelah korban ditemukan tewas diterkam buaya dengan kondisi mengenaskan.

Korban ditemukan pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 20.15 Wita setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat mencari kerang (tude) di kawasan muara sungai.

Saat ditemukan, kondisi jasad korban sangat memprihatinkan.

Baca juga: Tragis, Warga Tikke Raya Pasangkayu Tewas Diterkam Buaya saat Mencari Kerang di Muara

Baca juga: Tanah Amblas, Jalan Poros Tobadak di Dusun Sipodeceng Mamuju Tengah Terancam Putus

Kedua tangan korban hilang, kaki kanan putus, sedangkan kaki kiri juga hilang akibat serangan buaya.

Keluarga Sempat Berharap Anggota Tubuh Korban Ditemukan

Kondisi tersebut membuat keluarga berharap anggota tubuh korban yang hilang dapat ditemukan sebelum jenazah dimakamkan.

Akibatnya, proses pemakaman sempat tertunda beberapa waktu.

Namun, setelah mendapat penjelasan dari keluarga lainnya dan warga yang berada di rumah duka, keluarga akhirnya mengikhlaskan kepergian korban.

Mereka diberi pengertian bahwa bagian tubuh korban yang hilang kemungkinan besar sudah berada di dalam perut buaya sehingga sangat kecil kemungkinan dapat ditemukan dalam waktu singkat.

Apalagi, untuk menemukan kembali anggota tubuh tersebut, buaya yang menyerang korban harus lebih dahulu ditemukan dan ditangkap.

Proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu lama sehingga dinilai tidak memungkinkan untuk terus menunda pemakaman.

Akhirnya, keluarga sepakat memakamkan korban meski jasadnya tidak lagi utuh.

Sebelumnya, peristiwa tragis itu terjadi pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.

Ramasa pergi mencari kerang bersama seorang warga bernama Sedo di sepanjang muara sungai Dusun Tikke Muara.

Saat beraktivitas di sungai, Sedo mendengar suara gemuruh dan melihat seekor buaya mendekati korban.

BUAYA SUNGAI MALOSO - Seekor buaya berukuran sekitar empat meter terekam kamera saat muncul di Sungai Maloso, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Senin (6/7/2026). Videonya viral di media sosial dan membuat warga resah.
BUAYA SUNGAI MALOSO - Seekor buaya berukuran sekitar empat meter terekam kamera saat muncul di Sungai Maloso, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Senin (6/7/2026). Videonya viral di media sosial dan membuat warga resah. (Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli)

Ia langsung berteriak memperingatkan Ramasa agar segera naik ke daratan.

Namun, beberapa saat kemudian, Sedo hanya mendengar teriakan "Allahu Akbar" sebelum korban menghilang dari permukaan air.

Warga bersama aparat kepolisian dan pemerintah desa kemudian melakukan pencarian hingga malam hari.

Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 20.15 Wita dalam keadaan meninggal dunia dengan luka parah akibat diterkam buaya.

Usai penemuan korban, jajaran Polres Pasangkayu yang dipimpin Kabag Ops bersama Kasat Polairud, Kapolsubsektor Tikke Raya, Kanit Intelkam Polsek Pasangkayu, Bhabinkamtibmas Desa Tikke, Kepala Desa Tikke, dan Kepala Dusun Tikke Muara mendatangi lokasi kejadian sekaligus rumah duka.

Selain menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, aparat juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai maupun kawasan muara yang merupakan habitat buaya agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (*)

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com, Taufan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.