Resmi Nahkodai PBPI Surabaya, Cak Rian Ingin Satukan Komunitas dan Cetak Atlet Padel Berprestasi
Wiwit Purwanto July 07, 2026 04:32 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Musyawarah Kota (Muskot) I Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Surabaya menetapkan Rian Septrianto Maulana sebagai ketua pertama secara aklamasi.

Kepengurusan definitif ini menjadi langkah awal memperkuat pembinaan atlet sekaligus mendorong Surabaya sebagai pusat perkembangan olahraga padel di Indonesia.

Muskot yang berlangsung di Hotel Bonnet Surabaya, Senin (6/7/2026), dihadiri Ketua Umum PBPI Jawa Timur Rudi Risdianto, Sekretaris Umum KONI Kota Surabaya Randika Asiani, serta perwakilan komunitas dan klub padel dari berbagai wilayah di Surabaya.

Forum tersebut menandai lahirnya organisasi resmi yang diharapkan mampu mengonsolidasikan pertumbuhan olahraga padel yang terus berkembang di Kota Pahlawan.

Rian Septrianto Maulana atau yang akrab disapa Cak Rian ditetapkan sebagai ketua setelah rapat yang berlangsung hingga pukul 17.00 WIB mencapai kesepakatan secara aklamasi.

Baca juga: PBPI Gandeng Unesa bersama KONI Bersinergi Pacu Perkembangan Padel di Jawa Timur

Usai terpilih, Rian menegaskan komitmennya membangun organisasi yang terbuka dengan merangkul seluruh komunitas, klub, pelaku usaha, hingga pemangku kepentingan olahraga padel di Surabaya.

"PBPI Kota Surabaya harus menjadi rumah besar bagi seluruh insan padel. Kami ingin membangun ekosistem padel yang sehat, kolaboratif, dan berorientasi pada prestasi. Fokus utama kami adalah pembinaan usia dini agar Surabaya mampu melahirkan atlet-atlet terbaik untuk menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk Porprov Jawa Timur 2027," kata Rian.

Fokus Pembinaan Atlet Usia Dini

Menurut Rian, pembinaan atlet usia dini akan menjadi program prioritas melalui sistem yang terstruktur dan berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet muda yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.

Ia menilai kolaborasi dengan KONI, pemerintah daerah, sekolah, akademi olahraga, serta komunitas padel menjadi faktor penting untuk mempercepat pembinaan prestasi sekaligus memperluas budaya olahraga padel di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum PBPI Jawa Timur, Rudi Risdianto, menyebut terbentuknya kepengurusan PBPI Kota Surabaya merupakan momentum yang telah lama dinantikan.

Baca juga: Lapangan Padel Menjamur di Surabaya, La Familia Tak Hanya Fasilitasi Hobi

Menurutnya, Surabaya memiliki keunggulan dibanding daerah lain karena menjadi kota dengan jumlah lapangan padel terbanyak di Indonesia. Hingga kini tercatat sedikitnya terdapat 86 lapangan padel yang tersebar di berbagai venue.

"Potensi Surabaya sangat luar biasa. Dengan jumlah lapangan yang paling banyak di Indonesia, Surabaya memiliki modal besar untuk menjadi barometer perkembangan olahraga padel, tidak hanya di Jawa Timur tetapi juga di tingkat nasional," tambah Rudi.

Ia berharap kehadiran PBPI Kota Surabaya dapat menjadi inspirasi bagi kabupaten dan kota lain di Jawa Timur untuk segera membentuk kepengurusan serta mengembangkan olahraga padel secara lebih terarah.

Bidik Prestasi Porprov Jatim 2027

Dukungan juga disampaikan Sekretaris Umum KONI Kota Surabaya, Randika Asiani. Ia mengapresiasi terbentuknya PBPI Kota Surabaya dan berharap organisasi tersebut segera menyusun program strategis yang berfokus pada pembinaan atlet.

"Kami berharap PBPI Kota Surabaya segera bergerak menyusun program pembinaan, menjaring atlet potensial, serta mempersiapkan tim terbaik. Dengan potensi yang dimiliki Surabaya saat ini, kami optimistis padel dapat menjadi salah satu cabang olahraga penyumbang prestasi di Porprov Jawa Timur 2027," imbuh Randika.

Menurut Randika, target terdekat yang harus dipersiapkan ialah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 yang akan digelar di Surabaya. Cabang olahraga padel diharapkan mampu berkontribusi terhadap target KONI Kota Surabaya meraih 250 medali emas.

Terbentuknya kepengurusan PBPI Kota Surabaya menjadi tonggak penting dalam pengembangan olahraga padel. Kehadiran organisasi resmi diharapkan mampu memperkuat sistem pembinaan atlet, penyelenggaraan kompetisi, sertifikasi perangkat pertandingan, hingga pencarian bibit atlet secara berkesinambungan.

"Dengan kepemimpinan baru dan dukungan dari PBPI Jawa Timur serta KONI Kota Surabaya, PBPI Kota Surabaya diharapkan mampu menjadikan Surabaya sebagai pusat pembinaan sekaligus lumbung prestasi olahraga padel di Indonesia," pungkas Randika.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.