Sebagian Besar Sumatera Selatan Memasuki Musim Kemarau, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla
tarso romli July 07, 2026 06:39 PM

 

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan (Sumsel) merilis data terbaru mengenai perluasan wilayah musim kemarau di Bumi Sriwijaya. Hingga awal Juli ini, mayoritas wilayah Sumsel dilaporkan telah resmi keluar dari fase musim hujan.

Kepala BMKG Sumsel, Dr Wandayantolis, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan intensitas curah hujan hingga Dasarian III Juni 2026, sebanyak 12 dari 14 Zona Musim (ZOM) atau setara 85,7 persen wilayah pemetaan iklim di Sumsel telah memasuki musim kemarau.

"Sementara dua zona musim tersisa saat ini masih berada dalam fase transisi atau indikator menuju kemarau. Hal itu ditandai dengan tren penurunan curah hujan yang terus merosot tajam, dan diperkirakan kedua wilayah tersebut segera menyusul masuk kemarau dalam waktu dekat," ujar Wandayantolis, Selasa (7/7/2026).

Wandayantolis menjabarkan, kondisi kemarau bukan berarti intensitas hujan langsung berhenti total secara instan.

Potensi hujan dengan skala ringan hingga sedang masih dapat terjadi secara lokal di beberapa wilayah kabupaten/kota.

Secara klimatologis, suatu kawasan ditetapkan resmi masuk musim kemarau jika dalam tiga dasarian (30 hari) berturut-turut terjadi curah hujan di bawah 50 milimeter per dasarian, dengan akumulasi total kurang dari 150 milimeter.

Mengingat wilayah kekeringan yang meluas secara signifikan, BMKG mengimbau jajaran pemerintah daerah, pemangku kepentingan, serta lapisan masyarakat untuk segera meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak turunan fenomena alam ini.

"Kami mengimbau warga waspada terhadap penurunan ketersediaan pasokan air bersih, pengetatan manajemen air di sektor pertanian dan perkebunan, serta mewaspadai lonjakan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," tegasnya.

Berdasarkan data Stasiun Klimatologi Sumsel, sebaran 12 ZOM yang telah memasuki musim kemarau meliputi:

ZOM 127 (Mei II): Banyuasin bagian timur, sebagian besar Kota Palembang, OKI bagian utara, dan sebagian kecil Ogan Ilir bagian utara.

ZOM 132 (Mei II): OKU Selatan bagian barat, OKU bagian selatan, Muara Enim bagian selatan, dan Lahat bagian selatan.

ZOM 126 (Mei III): Muara Enim bagian timur, sebagian besar Ogan Ilir, OKI bagian barat, Prabumulih bagian timur, sebagian kecil OKU bagian timur, dan sebagian kecil OKU Timur.

ZOM 128 (Mei III): Sebagian besar Musi Banyuasin dan Banyuasin bagian barat.

ZOM 130 (Mei III): Prabumulih bagian barat, sebagian besar Muara Enim, sebagian besar Lahat bagian timur, sebagian wilayah PALI bagian selatan hingga barat, sebagian kecil Musi Banyuasin bagian selatan, sebagian Musi Rawas bagian timur, serta sebagian OKU bagian utara hingga barat.

ZOM 131 (Mei III): Seluruh Musi Rawas Utara, Kota Lubuklinggau, sebagian besar Musi Rawas, dan sebagian Musi Banyuasin bagian barat.

ZOM 125 (Juni I): Palembang bagian barat, Musi Banyuasin bagian selatan, Banyuasin bagian barat, PALI bagian timur, Muara Enim bagian utara, dan Ogan Ilir bagian utara.

ZOM 133 (Juni I): Sebagian besar Empat Lawang dan sebagian kecil Lahat bagian selatan.

ZOM 135 (Juni I): OKI bagian barat dan sebagian besar OKU Timur.

ZOM 136 (Juni I): OKI bagian selatan.

ZOM 137 (Juni I): Sebagian besar Kota Pagar Alam, sebagian Lahat bagian selatan dan barat, sebagian kecil Musi Rawas bagian selatan, serta sebagian kecil Empat Lawang bagian timur.

ZOM 138 (Juni I): OKU bagian selatan, OKU Selatan bagian timur, dan sebagian kecil OKU Timur bagian selatan.

Adapun dua wilayah ZOM yang masih berada pada fase indikator menuju kemarau (transisi) sejak Dasarian III Juni adalah ZOM 129 (OKI bagian timur) serta ZOM 134 (Banyuasin bagian utara dan OKI bagian utara).

Masyarakat diimbau untuk terus memperbarui pemantauan peta risiko iklim melalui saluran resmi BMKG demi mengantisipasi potensi kerugian materiil pada lahan pertanian komoditas lokal.

Baca juga: BMKG: Puncak Musim Kemarau di Sumsel Bergeser ke September, Prediksi Lebih Kering dan Panjang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.