TRIBUNNEWS.COM - Langkah Timnas Amerika Serikat yang terhenti di babak 16 besar Piala Dunia 2026 utamanya berhubungan dengan performa di atas lapangan yang kurang bersaing dengan Belgia yang menjadi lawan.
Namun beragam opini tak berhenti hanya soal performa di atas lapangan.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahkan ikut terseret dengan nasib malang yang dialami negeri Paman Sam di 16 besar.
Trump dianggap kerap memberikan 'bad luck' atau nasib kurang mujur kepada tim atau tuan rumah yang ia dukung di sebuah ajang.
Belum lagi menghitung beberapa kebijakan luar negerinya yang berdampak langsung pada arah Piala Dunia 2026.
Iran menjadi salah satu negara yang paling menderita akibat kebijakan Trump dengan mereka sangat sulit masuk ke Amerika Serikat.
"Cuma memang kondisi AS yang banyak perubahan aturan, terutama imigrasi (visa) yang beberapa negara diblacklist," kata Adrian Binafsihi, Wakil Ketua Umum Oranje Indonesia, dalam podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
"Ya, ini cukup kontroversial, ditambah hubungannya dengan Iran dengan AS yang belum membaik," jelasnya.
Baca juga: Sang Penjelajah Piala Dunia 2026 Kembali Beraksi, Kolombia Tak Sendirian Berkelana ke Kanada
Pada tahun 2026 ini, istilah Trump Curse atau Kutukan Trump mulai populer berkat beberapa kejadian yang ada di dunia olahraga Amerika Serikat.
Istilah itu diawali dengan nasib yang dialami tim Kansas City Chief yang bertanding di Super Bowl NFL tahun ini.
Trump saat itu memprediksi Patrick Mahomes dan kawan-kawan akan bisa kembali mengamankan cincin juara NFL.
Namun ternyata Chiefs kalah telak dari Philadelphia Eagles yang menjadi lawan di babak final.
Berlanjut ke pertandingan NFL lainnya ketika ia hadir di pertandingan playoff antara Washington Commanders berhadapan dengan Detriot Lions.
Trump yang hadir di Commanders Stadium ternyata berbuah kekalahan bagi sang tuan rumah Washington.
Kutukan itu masih berlanjut ketika ia menghadiri pertandingan final College Football National Championship atau Kejuaraan American Football Tingkat Universitas.
Kala itu ia hadir di Hard Rock Stadium, Miami, yang menjadi venue pertandingan.
Ternyata di akhir laga, Miami Hurricanes, harus kalah dengan skor tipis dari Indiana Hoosiers dengan kedudukan 27-21.
Selain itu, ada juga ketika ia menghadiri laga turnamen golf, Ryder Cup, yang digelar akhir tahun lalu.
Ryder Cup yang mempertandingkan tim Amerika Serikat melawan tim Europe atau Eropa berakhir dengan kemenangan bagi wakil Benua Biru.
Padahal Trump saat itu hadir langsung di Bethpage Black yang menjadi venue, ternyata harus menyaksikan tim Amerika Serikat kalah dengan skor 15-13 dari wakil Eropa.
Untuk sekarang, daftar kutukan itu akan kembali bertambah dengan kekalahan yang diderita Timnas Amerika Serikat di 16 besar Piala Dunia 2026.
Kekalahan ini terjadi setelah Trump turun tangan untuk melobi FIFA menangguhkan hukuman penyerang Folarin Balogun yang mendapatkan kartu merah di pertandingan sebelumnya.
Pada akhirnya permintaan Trump itu terwujud dengan hukuman Balogun ditangguhkan dan bisa bermain saat melawan Belgia.
Namun, Amerika Serikat kalah dengan skor telak 1-4 dari Belgia dan gagal melangkah ke babak perempat final.
(Tribunnews.com/Guruh)