Mengenal Bavar-373, Sistem Pertahanan Udara Iran: Diklaim Tembus 300 Km, Lacak 300 Target Sekaligus
TRIBUNNEWS.COM - Di era peperangan modern, pertahanan udara menjadi salah satu komponen paling krusial dalam menjaga kedaulatan wilayah.
Ancaman dari pesawat tempur, rudal balistik, rudal jelajah, hingga drone membuat setiap negara berlomba mengembangkan sistem pertahanan berlapis dengan jangkauan semakin jauh.
Baca juga: IDF Siapkan Operasi Biru-Putih, Menhan Israel: Kita Kemungkinan akan Perang Lagi dengan Iran Besok
Bagi Iran, salah satu proyek paling ambisius di bidang tersebut adalah Bavar-373, sistem pertahanan udara jarak jauh yang dikembangkan secara mandiri di tengah embargo persenjataan internasional.
Menurut Pars Today, Bavar-373 merupakan hasil riset panjang yang melibatkan lembaga pertahanan, perguruan tinggi, dan perusahaan teknologi dalam negeri untuk menciptakan sistem yang mampu menghadapi berbagai ancaman udara modern.
Pengembangan Bavar-373 dimulai pada 2010 ketika Iran membentuk tim khusus yang terdiri atas para ahli pertahanan untuk merancang sistem rudal pertahanan udara jarak jauh.
Proyek ini melibatkan sekitar 10 universitas dan 100 perusahaan berbasis teknologi. Setelah melalui tahap penelitian awal, proyek kemudian dialihkan ke Kementerian Pertahanan Iran untuk memasuki fase pengembangan dan pengujian.
Nama "Bavar", yang berarti keyakinan, dipilih sebagai simbol kemampuan Iran membangun sistem strategis secara mandiri.
Serangkaian uji coba dilakukan selama hampir satu dekade.
Pada 2018, Bavar-373 berhasil melakukan uji penembakan terhadap sasaran pada jarak sekitar 120 kilometer.
Setahun kemudian sistem tersebut resmi diperkenalkan ke publik.
Pengembangannya terus berlanjut hingga pada 2020 sistem itu diklaim mampu menghancurkan sasaran sejauh sekitar 150 kilometer.
Menurut pejabat militer Iran saat itu, target berikutnya adalah meningkatkan jangkauan hingga lebih dari 300 kilometer.
Iran menyatakan sasaran tersebut berhasil dicapai melalui penyempurnaan radar, rudal, dan sistem kendali.
Pada November 2022, Iran memperkenalkan versi terbaru Bavar-373 yang menggunakan rudal Sayyad-4B.
Dalam uji coba tersebut, otoritas Iran mengklaim sistem mampu:
Rudal Sayyad-4B menggunakan bahan bakar padat komposit dan disebut dirancang untuk menghadapi pesawat tempur, pembom, rudal balistik, maupun sasaran udara lainnya.
Bavar-373 terdiri atas sejumlah elemen utama yang bekerja secara terpadu, meliputi:
Satu batalyon sistem ini juga dilengkapi radar Miraj-4, radar Kashif, radar pelacak tambahan, pos komando, generator, serta enam baterai peluncur.
Iran menyatakan sistem tersebut dapat menggunakan berbagai rudal keluarga Sayyad, mulai dari Sayyad-2 hingga Sayyad-4B.
Menurut Kementerian Pertahanan Iran, versi terbaru Bavar-373 mampu:
Selain pesawat tempur, sistem ini diklaim mampu menghadapi rudal jelajah, rudal balistik, helikopter, dan berbagai wahana udara tanpa awak.
Iran juga menyebut Bavar-373 tetap dapat beroperasi di lingkungan yang terkontaminasi bahan kimia, radioaktif, maupun biologis.
Otoritas Iran mengklaim Bavar-373 memiliki kemampuan pelacakan multi-target yang lebih tinggi dibandingkan sejumlah sistem pertahanan udara asing seperti S-300, S-400 milik Rusia maupun Sistem Patriot Amerika Serikat (AS).
Menurut klaim tersebut, Bavar-373 dapat melacak lebih banyak sasaran sekaligus dan memiliki kapasitas penembakan multi-target yang lebih besar.
Namun, klaim perbandingan ini belum diverifikasi secara independen oleh lembaga pertahanan internasional maupun pengamat militer Barat.
Bavar-373 merupakan bagian dari strategi Iran untuk mengurangi ketergantungan pada sistem pertahanan impor sekaligus memperkuat kemampuan antiakses dan penolakan wilayah (anti-access/area denial/A2AD).
Keberadaan sistem pertahanan udara jarak jauh dinilai penting bagi Iran untuk melindungi fasilitas strategis, termasuk instalasi nuklir, pangkalan militer, dan infrastruktur vital, terutama di tengah meningkatnya ancaman rudal dan serangan udara dalam konflik kawasan.
Meski demikian, sebagian besar spesifikasi teknis dan kemampuan operasional Bavar-373 masih bersumber dari pernyataan resmi pemerintah Iran.
Efektivitas sistem tersebut dalam pertempuran nyata masih menjadi bahan pengamatan para analis pertahanan internasional.
(oln/pt/*)