Jalan Nias Dikembalikan ke Fungsi Semula, DPRD Surabaya Dukung Relokasi Bengkel Cat Dempul
Wiwit Purwanto July 07, 2026 08:32 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mendukung langkah Pemerintah Kota Surabaya menata kawasan Jalan Nias dengan merelokasi pelaku usaha cat dempul dan cat mobil. Penataan dinilai penting untuk mengembalikan fungsi jalan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna.

Selama bertahun-tahun, Jalan Nias dikenal sebagai sentra jasa perbaikan cat dempul, cat duco, hingga las mobil yang beroperasi di bahu jalan.

Aktivitas tersebut memudahkan pemilik kendaraan memperoleh layanan dengan harga terjangkau, namun di sisi lain memicu kemacetan dan mengurangi fungsi ruang publik sebagai jalur lalu lintas.

Syaifuddin Zuhri yang akrab disapa Ipuk menyatakan mendukung penuh langkah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam menertibkan aktivitas usaha di kawasan tersebut.

Menurutnya, keberadaan usaha yang memanfaatkan bahu jalan tidak hanya mengganggu kelancaran arus kendaraan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pekerja maupun pengguna jalan.

Baca juga: Wali Kota Eri Cahyadi Tertibkan Bengkel Liar di Jalan Nias Surabaya

"Saya mendukung penuh langkah wali kota memindahkan para tukang cat dempul mobil itu di Manyar. Artinya ditata dan dicarikan solusi. Mari tertib bersama-sama," kata Ipuk kepada Surya.co.id, Selasa (7/7/2026).

Wali Kota Surabaya sebelumnya mulai menata Jalan Nias yang selama ini menjadi tujuan masyarakat untuk memperbaiki cat kendaraan.

Lokasi tersebut dikenal menawarkan jasa perbaikan dengan biaya relatif terjangkau dan proses yang praktis karena kendaraan dapat langsung berhenti di tepi jalan untuk dikerjakan.

Namun, seiring meningkatnya kepadatan lalu lintas di Surabaya, aktivitas perbaikan kendaraan di bahu jalan menjadi sorotan masyarakat karena dinilai menjadi salah satu penyebab kemacetan.

Keluhan warga yang terus bermunculan akhirnya mendorong pemerintah melakukan penataan terhadap sekitar 20 pelaku usaha cat dempul dan las mobil yang selama ini beroperasi di kawasan tersebut.

Penataan Harus Tetap Humanis

Ipuk menilai relokasi bukan semata-mata penertiban, melainkan bagian dari upaya mengembalikan fungsi Jalan Nias sebagai ruang publik yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.

Baca juga: Ketua DPRD Surabaya Minta PKL Jangan Dipukul Rata, Penertiban Harus Humanis dan Bijak 

"Relokasi itu merupakan bagian dari penataan kawasan sekaligus upaya mengembalikan fungsi Jalan Nias sebagai ruang publik yang aman dan tertib. Kan membahayakan juga bekerja di bahu jalan," kata Ipuk.

Ia memahami sebagian pelaku usaha memiliki keberatan karena telah menggantungkan mata pencaharian di Jalan Nias selama bertahun-tahun.

Meski demikian, menurutnya kepentingan publik yang lebih luas harus menjadi pertimbangan utama agar mobilitas masyarakat tidak terganggu.

Karena itu, ia berharap para pelaku usaha mendukung langkah pemerintah dengan berpindah ke lokasi yang lebih aman dan layak.

"Ditata dan dialihkan usaha mereka di lokasi lain yang lebih aman. Saya yakin jika tetep mempertahankan kualitas cat dan harga bersahabat bagi pelanggan tetap dicari," kata Ipuk.

Ia juga meminta Pemerintah Kota Surabaya tetap mengedepankan pendekatan yang humanis dan berkeadilan dalam setiap proses penataan maupun relokasi.

Selain memberikan solusi bagi pelaku usaha terdampak, Ipuk berharap penataan serupa juga diterapkan secara konsisten di lokasi lain yang masih memanfaatkan bahu jalan sebagai tempat usaha sehingga tercipta ketertiban yang berlaku bagi semua.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.