WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG – Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) memulai pembangunan Gedung Dome di Kampus 2 sebagai langkah besar memperkuat sarana dan prasarana pendidikan tinggi.
Proyek senilai Rp118,43 miliar itu ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama pada Selasa (7/7/2026).
Gedung Dome yang dirancang berkapasitas sekitar 10.000 orang tersebut diproyeksikan menjadi pusat berbagai kegiatan akademik, olahraga, seni budaya, hingga aktivitas kemasyarakatan.
Kehadirannya juga diharapkan menjadi ikon baru Kabupaten Karawang.
Rektor Unsika, Prof. Dr. H. Ade Maman Suherman, S.H., M.Sc., mengatakan pembangunan Gedung Dome merupakan bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat fasilitas pendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Baca juga: Pemkab Karawang Alokasikan Anggaran Rp 66 Miliar untuk Rehabilitasi Sekolah
"Peletakan batu pertama ini merupakan bagian dari upaya Unsika untuk melengkapi sarana dan prasarana pendukung Tridharma Perguruan Tinggi. Kehadiran Gedung Dome diharapkan mampu menunjang berbagai aktivitas akademik, olahraga, seni budaya, kemahasiswaan hingga kegiatan yang melibatkan masyarakat luas," ujar Ade Maman.
Menurutnya, pembangunan Dome memiliki nilai strategis karena berada di kawasan Kampus 2 Unsika yang terletak di pusat Kabupaten Karawang, wilayah yang terus berkembang namun belum memiliki fasilitas berkapasitas besar.
Ia berharap keberadaan gedung tersebut tidak hanya dimanfaatkan sivitas akademika, tetapi juga menjadi fasilitas publik yang dapat digunakan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan di Karawang.
"Selama ini Karawang belum memiliki fasilitas representatif dengan kapasitas besar. Karena itu, Dome Unsika diharapkan mampu memenuhi kebutuhan tersebut sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat luas," katanya.
Apresiasi juga datang dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan.
Ia menilai pembangunan Gedung Dome menjadi bukti keseriusan Unsika dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di daerah.
Menurut Wawan, pembangunan infrastruktur pendidikan akan semakin memperkuat posisi Unsika sebagai perguruan tinggi unggulan yang mampu mencetak sumber daya manusia berkualitas sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Karawang.
Gedung Dome Kampus 2 dibangun di atas lahan dengan luas bangunan mencapai 6.156 meter persegi.
Fasilitas yang disiapkan cukup lengkap, mulai dari lapangan mini soccer, lapangan basket, panggung utama untuk wisuda dan kegiatan akademik, ruang resepsionis, ruang briefing, ruang ganti, dapur, musala, ruang medis, gudang, ruang transit hingga berbagai fasilitas penunjang kegiatan mahasiswa.
Secara keseluruhan, nilai investasi pembangunan mencapai Rp118.429.739.800 yang dikerjakan dalam tiga tahap.
Tahap pertama dialokasikan sebesar Rp48,39 miliar, tahap kedua Rp47,99 miliar, dan tahap ketiga Rp22,04 miliar.
Pembangunan tahap pertama didanai melalui anggaran Badan Layanan Umum (BLU).
Dari hasil tender yang dilaksanakan Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp38,67 miliar, sehingga menghasilkan efisiensi anggaran sekitar Rp9,72 miliar.
Proyek konstruksi dikerjakan oleh PT Baja Manunggal Perkasa, dengan pengawasan KSO PT LPPSLH Konsultan–PT Saranabudi Prakarsaripta.
Sementara perencanaan dilakukan PT Aryo Prima Konsultan berdasarkan Detail Engineering Design (DED) Tahun 2024.
Pembangunan tahap pertama ditargetkan rampung dalam 210 hari kalender dengan masa pemeliharaan selama 180 hari setelah pekerjaan selesai.
Dengan dimulainya proyek ini, Unsika berharap Gedung Dome menjadi pusat kegiatan akademik dan kemasyarakatan sekaligus memperkuat daya saing kampus menuju perguruan tinggi yang humanis, unggul, dan berkelas dunia.