TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan komitmennya untuk membersihkan ekosistem penyelenggaraan ibadah haji dan umrah dari praktik penipuan.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan pihaknya akan menindak tegas travel, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), KBIHU, hingga Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang terbukti melakukan kecurangan.
Dahnil menegaskan, langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pengelolaan haji berangkat dari asas kejujuran dan perilaku anti-korupsi.
"Kami ingin pastikan pengelolaan haji dan umrah berangkat dari kejujuran. Jadi jangan lagi seperti kasus saat ini, banyak penipuan terhadap jemaah haji dan umrah," tegas Dahnil saat penutupan Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447H/2026 di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Sorotan tajam ditujukan kepada KBIH yang sering kali melenceng dari fungsi utamanya.
Dahnil menegaskan, KBIH harus kembali ke marwahnya sebagai wadah bimbingan bagi jemaah, bukan sebagai kelompok bisnis yang mengejar keuntungan pribadi.
"Kami akan tertibkan KBIH dan KBIHU, supaya fungsinya sebagai kelompok bimbingan, bukan kelompok bisnis," ujar Dahnil.
Untuk menjamin perlindungan jemaah, Kemenhaj kini tengah membangun sistem pengawasan terintegrasi yang lebih ketat, baik dari sisi kualitas pelayanan maupun keamanan dana jemaah.
Baca juga: Lebih dari 5,7 Juta Warga Antre Haji, Wamenhaj: Jangan Jadikan Jemaah Komoditas
Tindakan tegas ini bukan sekadar wacana. Dahnil membeberkan bahwa sepanjang musim haji 2026, pihaknya telah melakukan penindakan melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap sejumlah oknum nakal.
"Kemarin ketika haji 2026 banyak yang kami OTT, bahkan ada KBIH yang kami tindak karena penipuan uang miliaran rupiah. Kami akan pastikan tertibkan secara maksimal," ungkapnya.
Selain penindakan, Kemenhaj juga tengah merumuskan langkah evaluasi menyeluruh, mulai dari peningkatan kualitas pelatihan petugas haji selama satu bulan, penguatan pemeriksaan kesehatan (istitha'ah), hingga pembenahan fasilitas di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) untuk menjamin kenyamanan jemaah di masa depan.
Baca juga: Soroti Kasus Hanania Group, Kemenhaj Bakal Akreditasi Seluruh Travel Haji dan Umrah