Kabut Asap Pernah Menyerang Tanahlaut Kalsel Hingga Merebak Penyakit ISPA, Ini Harapan Warga
Edi Nugroho July 07, 2026 11:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI  - Warga Tanahlaut Kalsel mulai resah dengan munculkan kebakaran lahan dan hutan di wilayah kabupaten setempat.

Meningginya temperatur udara belakangan ini kian mengeringkan material di permukaan bumi. Termasuk rerumputan semak belukar (bondong).

Api pun kembali menyala pada Senin siang kemarin. Kali ini terjadi di wilayah Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanahlaut (Tala). Beruntung petugas pemadam kebakaran (damkar) gabungan bergerak cepat sehingga tak sampai terlampau meluas.

Data dihimpun, Selasa (7/7/2026), pada kebakaran lahan di kawasan bondong tersebut, sekitar dua hektare lahan yang lumat terbakar.

Baca juga: Martapura Taekwondo Championship 2026, Taekwondoin HSU Tampil Mengejutkan 

Baca juga: Mobil Travel Kecelakaan Maut di Jalan Alternatif Gunung Raya Tanahbumbu, Tabrak Bak Truk, Satu Tewas

Kesigapan petugas pemadam kebakaran kembali menuai apresiasi masyarakat di tengah meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tala saat ini. 

Respons cepat Damkar Sektor Batibati bersama BPBD dan relawan berhasil memadamkan kebakaran sekitar dua hektare lahan di kawasan Jalan Danau Kijai, Taluk Paku, Desa Batibati.

Begitu menerima laporan, personel Pos Damkar Sektor Batibati langsung bergerak menuju lokasi dengan membawa satu unit armada pemadam. 

Setibanya di lokasi, petugas terlebih dahulu memetakan arah pergerakan api sebelum melakukan penyekatan dan pemadaman.

Operasi tersebut melibatkan personel Damkar Sektor Batibati, BPBD Tanah Laut, serta Relawan Tembokan. Berkat koordinasi yang baik, kobaran api berhasil dijinakkan dan tidak sempat menjalar ke kawasan yang lebih luas.

Kalangan warga di daerah ini menyampaikan apresiasinya atas gerak cepat tersebut. "Kalau lambat pasti apinya bisa meluas karena banyak bondongnya," sebut Suhaili, warga Kecamatan Batibati.

Dikatakannya, bondong di wilayah Kecamatan Batibati cukup luas dan tersambung dengan wilayah Desa Gunungraja hingga Sungaipinang di Kecamatan Tambangulang.

Catatan media ini, kawasan bondong tersebut pada musim kemarau sangat rentan terbakar. Bahkan pada kemarau panjang kerap memunculkan kabut asap yang mengganggu jarak pandang dan bahkan serangan ISPA (inspeksi saluran pernapasan akut).

Nani Hidayati, warga Kecamatan Tambangulang, berharap rentetan kebakaran yang mulai bermunculan tidak berkembang menjadi bencana besar seperti yang pernah terjadi beberapa tahun silam.

"Kami masih ingat saat kabut asap menyelimuti wilayah Tala beberapa tahun silam. Aktivitas masyarakat terganggu, jarak pandang di jalan menurun, bahkan banyak warga terserang ISPA," ucapnya.

Dirinya berharap kejadian seperti itu tak terulang lagi karena sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu, pencegahan harus benar-benar diperkuat sejak sekarang.

Beberapa hari lalu Kepala Pelaksana BPBD Tala Aspi Setia Rahman mengatakan tim reaksi cepatnya selalu siaga yang tiap saat siap meluncur ke lokasi kebakaran ketika terjadi kemunculan api.

Pihaknya mengimbau seluruh pihak, elemen masyarakat, menghindari aktivitas apa pun yang dapat memicu munculnya api. Saat ini material alam mulai sangat kering dan mudah terbakar.

Rentetan kebakaran lahan belakangan ini membuat kewaspadaan di Tanahlaut semakin ditingkatkan. Sebelumnya, pada 1 Juli lalu, sekitar 20 hektare semak belukar di jalur menuju Pantai Asmara, Kecamatan Jorong, hangus terbakar. Api baru berhasil dipadamkan setelah petugas gabungan berjibaku selama hampir lima jam.

Beberapa hari kemudian, kobaran api juga muncul di kawasan lahan bondong di perbatasan Desa Gunungraja dan Desa Sungaipinang, Kecamatan Tambangulang. Meski berada jauh dari permukiman, kejadian itu kembali menjadi sinyal meningkatnya potensi karhutla seiring cuaca yang semakin panas.

Cara Mencegah Kebakaran, Terapkan di Rumah

Kebakaran adalah musibah yang kerap terjadi di perumahan dan kawasan pemukiman. Ada beragam penyebab kebakaran, mulai dari korsleting arus pendek listrik, kompor yang menyala, hingga rokok.

Kebakaran tentu merupakan musibah yang tidak diinginkan karena besarnya kerugian hingga dapat mengancam nyawa. Namun, ada beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan.

Berikut beberapa cara mencegah kebakaran di rumah.

1. Periksa detektor asap

Dikutip dari Ideal Home, Selasa (10/1/2023), menurut Asosiasi Pencegahan Kebakaran Nasional Inggris, alat pendeteksi asap atau detektor asap harus dipasang di setiap kamar tidur dan di setiap tingkat rumah, termasuk ruang gudang.

Jangan memasang alat pendeteksi asap di dekat jendela dan pintu, karena dapat mengganggu pengoperasiannya. Detektor asap harus diganti setiap 10 tahun.

2. Jauhkan peralatan dari bahan yang mudah terbakar

Ini jelas berlaku untuk peralatan memasak. Namun, ini juga berlalu untuk peralatan lainnya.

Selalu jauhkan perabot lembut seperti gorden dan selimut dari sumber panas apa pun dan jangan pernah meninggalkannya terlalu dekat dengan furnitur atau bantal berlapis kain.

3. Tutup pintu

Menutup pintu kamar sebelum tidur dapat membuat perbedaan penting jika Anda harus melarikan diri dari kebakaran rumah.

Pintu internal tidak akan melindungi Anda dari api untuk waktu yang lama, tetapi akan melakukannya lebih lama daripada pintu yang dibiarkan terbuka.

(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara/kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.