Perjuangan Heroik TNI sampai Jungkir Balik Bangun Jembatan Gantung di Pedalaman Gayo Lues
Misran Asri July 08, 2026 12:54 AM

Demi membuka keterisolasian warga, personel TNI harus bertaruh nyawa hingga terjatuh jungkir balik saat mengangkut material pembangunan jembatan gantung

PROHABA.CO, GAYO LUES - Perjuangan penuh pengorbanan ditunjukkan oleh para prajurit TNI di pedalaman Aceh. Demi membuka keterisolasian warga, personel TNI harus bertaruh nyawa hingga terjatuh jungkir balik saat mengangkut material pembangunan jembatan gantung di Desa Bustanussalam, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Selasa (7/7/2026).

Aksi heroik ini melibatkan prajurit dari Koramil 03/Blangkejeren jajaran Kodim 0113/Gayo Lues dan personel Yon TP 855/Raksaka Dharma. 

Karena medan yang ekstrem dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, para kesatria bangsa ini terpaksa mengangkut bahan material jembatan dengan cara dipikul berjalan kaki.

Tak hanya itu, mereka juga menggunakan motor trail dinas TNI untuk menerobos derasnya arus sungai. 

Dalam proses yang berat tersebut, beberapa prajurit bahkan sempat terjatuh dan jungkir balik bersama kendaraan mereka demi memastikan material sampai ke lokasi tujuan.

Komandan Kodim (Dandim) 0113/Gayo Lues, Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra, menjelaskan bahwa jembatan gantung sepanjang 70 meter ini dibangun bersama masyarakat setempat yang ikut bergotong royong sejak awal pengerjaan.

Baca juga: Banjir Rendam Pidie Jaya, Brigjen Ali Imran Kerahkan TNI Bantu Warga

"Jembatan ini dibangun sebagai solusi atas kebutuhan masyarakat akan akses yang lebih aman dan mudah menuju dusun serta jalan menuju area pemakaman," ujar Letkol Fran, Selasa (7/7/2026).

Menurut Letkol Fran, sebelum adanya jembatan ini, warga Desa Bustanussalam harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai berarus deras setiap kali beraktivitas. 

PRAJURIT MENGARUNGI SUNGAI
MENGARUNGI SUNGAI - Prajurit TNI harus mengarungi sungai untuk pembangunan jembatan gantung di Desa Bustanussalam, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Selasa (7/7/2026). Pembangunan itu dimaksudkan demi membuka keterisolasian warga.(FOR PROHABA)

Kondisi paling memprihatinkan terjadi saat warga harus mengantarkan jenazah menuju tempat pemakaman umum (TPU).

"Pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat," tambah Dandim.

Antusiasme warga desa sangat tinggi menyambut proyek ini. Mereka secara sukarela turun ke lapangan membantu para prajurit. 

Jembatan gantung ini diharapkan nantinya dapat melancarkan mobilitas, meningkatkan keselamatan, serta mendongkrak kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Bustanussalam yang selama ini terisolir.

Baca juga: Jalur Aceh Timur–Gayo Lues Terancam Putus Akibat Abrasi Sungai di Serbajadi

Diketahui, sebanyak 53 jembatan di sejumlah titik dalam wilayah Kodim 0113/Gayo Lues terus dikebut, yaitu, jembatan Aramco, Beton dan jembatan gantung. 

Pekerjaan pembangunan terus dikebut oleh prajurit Kodim 0113/Gayo Lues, Yon TP 855/Raksaka Dharma, serta  Yonzipur 16 Dam IM dan dibantu masyarakat secara gotong royong.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.