TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN - jumlah korban kecelakaan maut kembali terjadi di Simpang Empat Patung Sapi, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (7/7/2026) pagi sekira pukul 07.40 wib, bertambah.
Setelah sebelumnya tiga orang meninggal termasuk saudara kembar Ashif dan Ashofi, kini Ismiyati (38), warga Desa Candiwates, Kecamatan Prigen juga menghembuskan nafas terakhir.
Diketahui, sebuah truk kontainer diduga mengalami rem blong saat melintasi jalan menurun hingga menghantam lima sepeda motor yang tengah berhenti di persimpangan.
Empat orang meninggal dunia dan tujuh lainnya mengalami luka-luka.
Baca juga: BREAKING NEWS : Truk Kontainer Seruduk Lima Motor di Pandaan Pasuruan, 3 Orang Meninggal
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.40 WIB, saat arus lalu lintas di jalur nasional Malang-Surabaya sedang padat karena jam berangkat kerja.
Informasi yang dihimpun, truk kontainer bernomor polisi L-9381-CK melaju dari arah selatan menuju utara.
Saat memasuki turunan menuju Simpang Empat Patung Sapi, truk diduga kehilangan fungsi pengereman sehingga pengemudi tidak mampu mengendalikan laju kendaraan.
Di saat bersamaan, lima sepeda motor sedang berhenti di lampu merah.
Truk kemudian menghantam seluruh kendaraan tersebut dari arah belakang.
Benturan keras membuat para pengendara dan penumpang terpental ke badan jalan.
Akibat kecelakaan itu, tiga orang meninggal dunia di lokasi kejadian.
Mereka adalah Moch. Ashif (25), pengendara Honda PCX asal Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen, Moch. Ashofi (25) yang merupakan penumpangnya.
Selain itu, Mukhammad Khoiron (44), penumpang sepeda motor Honda Vario, warga Desa Sukolelo, Kecamatan Prigen.
Ashif dan Ashofi meninggal akibat luka berat di bagian kepala.
Sementara Khoiron mengalami luka berat di kepala disertai patah tulang lengan kiri.
Satu korban lainnya, Ismiyati (38), warga Desa Candiwates, Kecamatan Prigen, sempat mendapatkan perawatan medis.
Namun nyawanya tidak tertolong sehingga jumlah korban meninggal dunia menjadi empat orang.
Seluruh jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Selain korban meninggal, tujuh orang lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda.
Mereka menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di wilayah Pandaan dan Sukorejo, termasuk sopir truk, Agung (34), warga Kota Surabaya, yang mengalami patah tulang kaki kanan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan Ipda Budi Wira mengatakan, dugaan awal penyebab kecelakaan adalah kegagalan sistem pengereman saat truk melintasi jalan menurun.
“Kejadian laka lantas melibatkan truk kontainer dengan beberapa sepeda motor. Saat itu kondisi lalu lintas sedang ramai,” ujarnya.
Kecelakaan tersebut sempat menyebabkan kemacetan panjang di jalur nasional Malang-Surabaya.
Petugas harus melakukan evakuasi korban sekaligus memindahkan kendaraan yang rusak agar arus lalu lintas kembali normal.
Hingga Selasa siang, Satlantas Polres Pasuruan masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi juga memeriksa kondisi teknis truk, terutama sistem pengereman, serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
“Sopir truk sudah kami amankan. Kami masih mendalami apakah kecelakaan ini murni akibat rem blong atau ada unsur kelalaian lainnya,” sambungnya.
Polisi mengimbau seluruh pengemudi kendaraan angkutan barang agar selalu memastikan kondisi kendaraan.
Menurutnya, sistem pengereman, sebelum beroperasi, termasuk pemeriksaan rutin untuk mencegah kecelakaan yang mengancam keselamatan pengguna jalan.
(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)
Korban Meninggal Dunia :
- Moch. Ashif (25), pengendara Honda PCX asal Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen
- Moch. Ashofi (25) penumpang Honda PCX.
- Mukhammad Khoiron (44), penumpang sepeda motor Honda Vario, warga Desa Sukolelo, Kecamatan Prigen.
- Ismiyati (38), warga Desa Candiwates, Kecamatan Prigen, sempat mendapatkan perawatan medis.
* Data Satlantas Polres Pasuruan