Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Liburnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah berdampak terhadap harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Manis Ciamis.
Berkurangnya permintaan dari dapur MBG membuat stok bahan pangan melimpah sehingga harga berbagai komoditas turun.
Salah seorang pedagang di Blok A Pasar Manis Ciamis, Asep, mengatakan penurunan harga paling terasa terjadi pada komoditas sayuran dan telur.
Bahkan, beberapa bahan pangan mengalami penurunan lebih dari 10 persen dibandingkan saat program MBG masih berjalan.
"Harga bawang merah turun dari Rp60 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram. Selada dari Rp32 ribu menjadi Rp24 ribu per kilogram, sedangkan kentang turun dari Rp19 ribu menjadi Rp17 ribu per kilogram," ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Baca juga: Kepala Balita di Ciamis Masuk Kaleng Biskuit, Orang Tua Minta Bantuan Damkar
Selain itu, harga cabai rawit, cabai domba, timun, hingga telur ayam negeri juga mengalami penurunan.
Telur ayam yang sebelumnya dijual sekitar Rp28 ribu per kilogram kini berada di kisaran Rp24 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram.
Menurut Asep, sejak dapur MBG berhenti beroperasi sementara selama libur sekolah, permintaan bahan pangan dari pasar ikut menurun. Akibatnya, stok di pasar menjadi lebih banyak dan harga bergerak turun.
"Sejak MBG libur, minyak goreng yang sebelumnya sempat sulit didapat sekarang pasokannya lancar," katanya.
Meski harga turun, kondisi tersebut justru menguntungkan masyarakat karena kebutuhan pokok menjadi lebih terjangkau. Ia juga mengaku jumlah pembeli di pasar belakangan ini sedikit meningkat.
Hal serupa disampaikan Yayah, pedagang ayam potong di Blok C Pasar Manis Ciamis.
Ia mengatakan harga daging ayam kini berada di kisaran Rp37 ribu hingga Rp38 ribu per kilogram, turun dari sebelumnya Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram.
Namun demikian, penurunan harga belum mampu mendongkrak penjualan secara signifikan.
Menurutnya, jumlah pembeli yang datang langsung ke pasar terus berkurang dalam beberapa tahun terakhir.
"Dulu masyarakat datang langsung ke pasar. Sekarang banyak yang memilih pesan secara online dan diantar ke rumah," ujarnya.
Yayah mengaku saat ini hanya mampu menjual sekitar lima hingga enam ekor ayam per hari.
Padahal, beberapa tahun lalu penjualannya bisa mencapai 20 hingga 30 ekor per hari.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan DKUKMPP Kabupaten Ciamis, Wahyu Ghifary Setiawan, membenarkan adanya penurunan harga sejumlah komoditas pangan selama masa libur MBG.
Berdasarkan hasil pemantauan pemerintah daerah, penurunan terjadi pada komoditas daging ayam, telur, sayuran, cabai, bawang merah hingga bawang putih.
Menurut Wahyu, harga pangan dipengaruhi oleh keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Ketika stok melimpah sementara kebutuhan menurun, harga cenderung mengalami penurunan.
"Ketersediaan barang tentunya menjadi salah satu faktor utama dalam pembentukan harga di pasar. Saat stok banyak, harga biasanya turun. Sebaliknya, ketika permintaan meningkat dan stoknya terbatas, harga akan naik," katanya.
Pemerintah berharap harga kebutuhan pokok tetap stabil saat Program Makan Bergizi Gratis kembali berjalan setelah masa libur sekolah berakhir sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.(*)