Bintang Mesir Pertanyakan Integritas FIFA, Tuduh Argentina dan Lionel Messi Mendapat Perlakuan 'Diatur'
Budi Santoso July 08, 2026 02:59 PM

Bintang sepak bola Mesir, Mostafa Ziko, melontarkan tuduhan keras terhadap FIFA setelah tim nasionalnya mengalami kekalahan kontroversial 3-2 dari Argentina.

Tim berjuluk The Pharaohs itu sempat unggul 2-0. Namun sebelum gol kedua mereka, satu gol lainnya dianulir setelah intervensi VAR.

Proses gol yang dianulir itu sebenarnya sangat mengesankan: aksi solo Haissem Hassan diakhiri umpan trivela Mohamed Salah yang diselesaikan oleh Ziko. Namun, VAR memutuskan ada pelanggaran dalam proses terjadinya gol tersebut, sehingga gol dibatalkan.

Pemain Argentina, Lisandro Martinez, menjadi pihak yang dianggap dilanggar oleh wasit sebelum Ziko mencetak gol.

Tiga pemain Mesir itu kembali bekerja sama dalam gol berikutnya, dengan Ziko kembali menjadi penyelesai akhir untuk membawa Mesir unggul 2-0.

Mesir berhasil memikat hati para penggemar sepak bola di seluruh dunia dengan performa mereka yang penuh semangat.

Namun pertandingan tersebut diwarnai berbagai keputusan wasit yang memicu perdebatan, dan menjadi bahan pembicaraan setelah laga usai.

Selain gol yang dianulir, dua klaim penalti Mesir diabaikan dalam proses terjadinya gol ketiga Argentina yang menjadi penentu kemenangan. Selain itu, ada pula perdebatan soal potensi kartu merah yang seharusnya diberikan di awal pertandingan.

Insiden lain terjadi ketika Leandro Paredes dijatuhkan oleh Mohamed Salah, yang dinilai sebagai pelanggaran dan membuat Mesir kehilangan peluang emas mencetak gol.

Usai pertandingan, Ziko berbicara kepada BBC dan menyampaikan kekecewaannya: “Wasit benar-benar tidak adil. Tidak adil sama sekali. Ketidakadilan itu sangat jelas.”

Ia menambahkan, “Kami bermain sangat baik di awal laga. Tapi sejak awal sudah ada ketidakadilan... unggul 2-0 saja tidak cukup untuk mengalahkan Argentina.”

Legenda Mesir, Mohamed Salah, juga terlibat langsung dalam tiga insiden kontroversial yang semuanya berakhir merugikan negaranya.

Sambil menahan air mata, Ziko kembali menegaskan: “Turnamen ini sudah diatur. Tapi Tuhan cukup bagi kami.”

Ia menambahkan, “[Tuhan adalah] sebaik-baiknya pengatur segala urusan. Usaha seluruh bangsa telah disia-siakan. Piala ini sudah ditentukan untuk Argentina,” tutupnya.

Argentina, yang sebelumnya juga dipaksa bekerja keras melawan Mesir dan Tanjung Verde, selanjutnya akan menghadapi pemenang antara Kolombia dan Swiss di babak perempat final turnamen.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.