Fakta-fakta Menarik Tentang Serial Peaky Blinders: The Immortal Man
Joko Widiyarso July 08, 2026 03:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Setelah serialnya berakhir pada 2022, kisah keluarga mafia asal Birmingham kembali berlanjut lewat film Peaky Blinders: The Immortal Man. 

Film tersebut resmi tayang secara global di Netflix pada 20 Maret 2026, setelah lebih dulu diputar di bioskop di beberapa negara selama dua pekan. 

Berikut beberapa fakta menarik seputar film kelanjutan serial yang sempat bikin gaya berpakaian khasnya viral di Indonesia beberapa tahun lalu ini.

Latarnya Melompat ke Tengah Perang Dunia Kedua

Serial aslinya berlatar dari tahun 1919, tak lama usai Perang Dunia I berakhir, sampai pertengahan 1930-an. 

Film terbarunya justru meloncat ke tahun 1940, tepat di tengah peristiwa pemboman Birmingham oleh Jerman yang dikenal sebagai Birmingham Blitz.

Latar sejarahnya bukan sekadar tempelan, karena filmnya mengangkat konspirasi nyata bernama Operation Bernhard, rencana Nazi Jerman memalsukan uang kertas Inggris dalam jumlah besar untuk memicu hiperinflasi dan melumpuhkan ekonomi Inggris dari dalam.

Tommy Shelby Bukan Lagi Pemimpin Peaky Blinders

Ini jadi kejutan besar buat penggemar lama. 

Kepemimpinan kelompok Peaky Blinders kini dipegang oleh Duke Shelby, anak tidak sah Tommy yang diperankan Barry Keoghan.

Tommy sendiri hidup dalam pengasingan di sebuah rumah pedesaan yang mulai lapuk, ditemani sahabat setianya, Johnny Dogs. 

Dia menghabiskan waktu menulis memoar berjudul "The Immortal Man", yang belakangan jadi judul film ini sendiri.

Konflik Bermula dari Sang Anak

Tommy akhirnya terpaksa keluar dari pengasingannya usai kedatangan adiknya, Ada Shelby, yang membawa kabar bahwa Duke mulai membuat onar dan bersekutu dengan pihak-pihak berbahaya, termasuk Kaulo Chiriklo, seorang peramal yang diperankan Rebecca Ferguson. 

Situasi makin rumit karena Duke justru tertarik menjalin aliansi dengan pihak yang berhubungan dengan agenda Nazi, memaksa Tommy turun tangan demi menyelamatkan keluarga sekaligus negaranya.

Disutradarai dan Ditulis Orang yang Sama Sejak Awal

Film ini masih ditulis Steven Knight, kreator asli serial Peaky Blinders, sementara kursi sutradara dipegang Tom Harper. 

Cillian Murphy kembali memerankan Tommy Shelby, didampingi beberapa pemeran lama seperti Sophie Rundle, Stephen Graham, dan Packy Lee, ditambah wajah baru seperti Tim Roth.

Sempat Jadi Tontonan Terpopuler di Netflix

Film ini sukses menjadi judul dengan penonton terbanyak di Netflix pada pekan 16-22 Maret 2026, dengan raihan 25,3 juta views hanya dalam tiga hari pertama penayangannya.

Respons Kritikus Cukup Positif, Meski Tak Sepenuhnya Sempurna

Di Rotten Tomatoes, film ini meraih skor positif 90 persen dari 99 kritikus, dengan rata-rata rating 7 dari 10. 

Namun di Metacritic, skornya hanya 59 dari 100, masuk kategori ulasan "campuran".

Beberapa kritikus menilai film ini jadi penutup yang memuaskan bagi kisah Tommy Shelby, meski ada juga yang menyayangkan ketidakhadiran beberapa karakter penting dari serial aslinya, termasuk sosok Polly Gray yang diperankan mendiang Helen McCrory.

(MG Farhatiy Rijal)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.