Sherly Tjoanda: Perempuan Berdaya Secara Ekonomi Punya Suara Lebih Lantang Tentukan Masa Depan Desa
Wahyu Aji July 08, 2026 03:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Upaya membentengi ruang hidup pedesaan dari berbagai ancaman sosial kini memasuki babak baru lewat penguatan peran kepemimpinan kaum perempuan.

Melalui pelantikan akbar kepengurusan nasional hingga daerah, gerakan Srikandi Jaga Desa resmi dikukuhkan sebagai garda terdepan pelindung moral generasi muda sekaligus motor penggerak ekonomi berbasis keluarga di seluruh pelosok Nusantara.

Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Sherly Tjoanda Laos, menyampaikan pesan mengenai esensi gerakan yang bertumpu pada fondasi domestik.

 

Menurutnya, ketahanan moral dan ekonomi saling mengikat erat dalam membentuk masa depan desa.

"Kemandirian ekonomi dan ketahanan mental generasi muda bermula dari kekuatan di dalam keluarga. Perempuan yang berdaya secara ekonomi otomatis akan memiliki suara yang lebih lantang dalam menentukan masa depan desanya," ungkap Sherly Tjoanda saat menghadiri acara tersebut di Ballroom The Djakarta Theater, Jakarta, baru-baru ini.

Kehadiran organisasi ini juga dirancang khusus untuk memperkuat keterlibatan perempuan dalam menjaga ruang hidup desa, membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh destruktif, serta menggerakkan roda ekonomi lokal melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Hal senada disampaikan pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa yang juga Utusan Khusus Presiden RI, Hashim Djojohadikusumo.

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan adalah kunci vital ketahanan nasional yang sejati. Perempuan desa diarahkan untuk menjadi tameng pelindung bagi anak-anak sekaligus pendorong utama kemandirian finansial demi menekan gesekan sosial.

Sementara itu, dari sisi tata kelola, Dewan Pembina ABPEDNAS dan Bendahara Umum Srikandi Jaga Desa Maya Miranda Ambarsari memastikan pergerakan ini ditopang oleh manajemen keuangan yang kuat.

"Penguatan ekonomi perempuan desa harus ditopang oleh tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel di dalam organisasi. Dengan manajemen yang kuat, kita memastikan setiap program pemberdayaan dan bantuan UMKM tepat sasaran," jelas Maya Miranda.

Prosesi pelantikan sakral ini diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan oleh Sekjen ABPEDNAS bagi jajaran pengurus pusat hingga daerah.

Pengesahan disimbolkan lewat penyerahan bendera pataka kepada Ketua Umum DPP Srikandi Jaga Desa, Ella Nurlaela Tubagoes, diikuti peluncuran logo resmi dan pembagian Kartu Tanda Anggota (KTA) secara simbolis.

Ella Nurlaela Tubagoes, menyampaikan bahwa Srikandi Jaga Desa akan bergerak aktif sebagai mitra strategis pemerintah desa, BPD, dan masyarakat. Wadah terorganisasi ini siap mengawal pembangunan yang transparan, mendorong ketahanan pangan, meningkatkan kualitas SDM, serta memberikan perlindungan bagi perempuan dan  anak.

Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS Prof. Dr. Reda Manthovani dan Ketua Umum ABPEDNAS Ir. H. Indra Utama, M.PWK., IPU, secara terpisah menegaskan bahwa integrasi kaum perempuan ke dalam sistem pengawasan akan menekan potensi penyimpangan kebijakan.

Acara yang dimeriahkan oleh penampilan Paduan Suara Mahasiswa IPB University Agriaswara ini turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin dan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. 

Baca juga: Srikandi Jaga Desa Dukung Perempuan Jadi Agen Perubahan dan Kemandirian Ekonomi

Sinergi keterlibatan perempuan dalam sistem pengawasan desa ini diyakini mampu melahirkan ekosistem yang bersih demi mewujudkan visi besar "Membangun Desa, Menata Kota untuk Indonesia Maju."

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.