Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Camat berinisial D kembali buka suara terkait video tak senonoh yang terkirim kepada mantan karyawannya berinisial TA.
D menegaskan, video vulgar yang terkirim melalui aplikasi percakapan itu murni terjadi karena salah kirim dan bukan dilakukan dengan sengaja.
Bahkan, ia mengaku tidak mengetahui siapa pemeran dalam video tersebut.
"Video vulgar yang dikirim itu punya siapa juga enggak tahu, karena enggak ada kepalanya," ujar D saat dikonfirmasi.
Ia juga enggan berkomentar lebih jauh mengenai asal-usul video tersebut.
"Saya enggak mau komentar, itu videonya yang salah kirim itu punya siapa. Tapi intinya saya salah kirim dan langsung saya hapus," katanya.
D juga menolak memberikan keterangan terkait pelaku dalam video tersebut.
Menurut D, peristiwa salah kirim itu terjadi ketika dirinya sedang emosi terhadap TA.
Ia mengaku kecewa karena merasa sudah banyak membantu mantan karyawannya tersebut saat bekerja di salah satu gerai roti tempat dirinya menjadi investor.
D mengatakan, ia bahkan membiayai TA mengikuti kursus pembuatan kue agar memiliki keterampilan.
Namun, belum genap setahun bekerja, TA memutuskan mengundurkan diri.
"Wes tak sekolahke supaya pinter (kursus pembuatan kue), tapi tidak ada setahun kerja dia keluar. Saya kan dongkol," ungkapnya.
Kekecewaan itu semakin bertambah karena TA memilih berhenti bekerja menjelang Hari Raya Idulfitri, saat kebutuhan tenaga kerja sedang tinggi.
"Dan keluarnya itu pas menjelang Lebaran. Saya juga sudah merayu dia agar tidak keluar dulu," lanjutnya.
Meski demikian, D menegaskan tidak ada maksud mengirim video tersebut kepada TA.
Baca juga: Korban Camat Kirim Video Bugil di Boyolali Urung Berdamai, Kecewa karena Ini
Ia mengaku langsung menghapus kiriman itu setelah menyadari telah salah mengirim.
Karena masih jengkel, camat juga tidak melanjutkan percakapan dengan memberikan penjelasan melalui pesan bahwa video tersebut terkirim karena kekeliruan.
Sebelumnya, D juga menyampaikan telah bertemu dengan TA dan meminta maaf secara langsung atas insiden tersebut.
Ia menyebut video itu hanya terkirim satu kali dan menegaskan kejadian tersebut merupakan kesalahan, bukan tindakan yang disengaja. (*)