Pasca Festival Biak, Destinasi Sejarah Perang Pasifik Jadi Fokus Evaluasi
Marius Frisson Yewun July 08, 2026 06:29 PM

 

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK - Pemerintah Kabupaten Biak Numfor berencana memfokuskan evaluasi pariwisata pasca-penutupan Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) 2026 pada pembenahan situs sejarah Perang Pasifik dan Perang Dunia II. Langkah ini disiapkan agar destinasi unggulan tersebut ke depan mampu bersaing di tingkat internasional.

Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy C. Kapissa, menyampaikan bahwa berakhirnya festival pada Selasa (7/6/2026) malam menjadi momentum bagi pemerintah bersama dinas pariwisata untuk mengkaji ulang pengemasan atraksi budaya dan situs sejarah militer tersebut agar lebih profesional, ramah wisatawan, dan berkelanjutan.

Baca juga: 7 Orang Ditetapkan Tersangka Pembunuhan Pilot AS di Yahukimo, Markas KKB Papua Diacak-acak

"Kami memastikan akan melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas festival agar mampu bersaing di tingkat internasional," ujar Wabup Jimmy, yang saat itu didampingi oleh Bupati Biak Numfor Markus Mansnembra.

Selain situs sejarah Perang Pasifik, pembicaraan evaluasi tersebut juga mencakup pembenahan wisata Kepulauan Padaido. Rencana penguatan destinasi ini menyusul kesuksesan pelaksanaan FBMW 2026 yang berlangsung selama sepekan (1–7 Juli 2026) dan dihadiri oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Baca juga: Festival Budaya Biak 2026 Didominasi Pengunjung Wanita

Sepanjang festival yang masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 ini, berbagai potensi daerah dipamerkan melalui berbagai atraksi seperti lomba foto bawah laut, Snapmor, Apen Beyeren, hingga keterlibatan 65 pelaku ekonomi kreatif dan UMKM lokal yang menawarkan produk unggulan khas Biak Numfor.

Pemerintah daerah berharap rencana pembenahan tata kelola destinasi sejarah dan alam ini dapat mematangkan kesiapan Biak Numfor sebagai magnet pariwisata di masa mendatang, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat setempat.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.