SRIPOKU.COM - Rumah Sakit (RS) Hermina Palembang sudah menjadi salah satu tempat yang dipercaya masyarakat Palembang untuk berobat.
Salah satunya tidak terlepas dari peran dr. Reny Puspita, MARS, MH.
Akan tetapi, di balik cerita suksesnya dalam memanajemen rumah sakit ini, ada pengorbanan besar yang harus direlakan Reny.
Yakni cita-citanya untuk menjadi dokter spesialis.
Hadir sebagai tamu dalam podcast Tamu Sripo di Gedung Graha Tribun Palembang, dr. Reny mengatakan ia menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Sriwijaya (UNSRI) pada tahun 2001 dan lulus pada 2007.
Baca juga: Batal Cerai, Pinkan Mambo & Arya Khan Gelar Resepsi Mewah, Minta Tamu Bawa Angpau dan Makan Sendiri
Pendidikan itu ia ambil demi memuluskan cita-citanya menjadi seorang dokter spesialis.
Langkah Reny untuk menggapai cita-cita seakan menemui titik terang setelah ia bergabung dengan RS Hermina Palembang pada akhir tahun 2011.
Awalnya, ia bertugas sebagai dokter umum dan dokter jaga di IGD.
Namun, di tengah keinginan untuk mengambil pendidikan spesialis, Reny dihadapkan pada pilihan sulit karena tuntutan karier manajerial dan prioritas keluarga.
Ia terpaksa mengubah cita-citanya menjadi dokter spesialis karena harus mengutamakan keluarga.
Pada saat itu, anak-anaknya baru mulai masuk sekolah, sehingga ia mempertimbangkan bahwa mengambil pendidikan spesialis yang bersifat penuh waktu dan mengharuskannya meninggalkan keluarga tidak sejalan dengan prioritas hidupnya.
"Keputusan tersebut juga dipengaruhi oleh pertanyaan dari suami mengenai siapa yang akan mengurus anak-anak dan suami jika saya melanjutkan sekolah," kata Reny, dikutip dari Sripoku.com, Rabu (8/7/2026).
Di tengah kegalauan tersebut, muncul peluang untuk meniti karier di jalur manajemen rumah sakit.
Keputusan ini menjadi langkah agar ia tetap bisa berkarya tanpa harus meninggalkan tanggung jawabnya sebagai ibu dan istri.
Baca juga: VIDEO: Tamu Sripo Bersama Camat Kalidoni M. Rama Cahya Putra, S.S.T.P.,M.M | Kembangkan Aplikasi
Akhirnya, ia memutuskan untuk mengambil pendidikan S-2 Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) dan fokus mengembangkan karier di dunia manajemen rumah sakit.
Sebelum menjadi Direktur RS Hermina Palembang, Reny sudah enam tahun meniti jenjang karier di struktur organisasi rumah sakit.
Ia pernah menjabat sebagai Manajer Pelayanan Medis sebelum akhirnya dipercaya menduduki posisi sebagai Wakil Direktur Medis pada tahun 2017.
Setelah melewati tahapan-tahapan tersebut, Reny akhirnya dipercaya untuk memimpin pembangunan dan operasional RS Hermina OPI Jakabaring sebagai direktur pada tahun 2018, sebelum akhirnya kembali ke RS Hermina Palembang.
"Tantangan terbesar bagi seorang pemimpin adalah mengelola SDM (sumber daya manusia)," kata Reny.
Menurut Reny, tantangan utama seorang pemimpin adalah bagaimana menggerakkan rekan-rekan, baik yang sejajar maupun yang dipimpin, agar memiliki satu visi yang sama dan termotivasi untuk mewujudkannya.
Selain itu, ada tantangan dalam mengelola hubungan dengan para dokter mitra yang mayoritas merupakan senior atau bahkan mantan dosen saat kuliah di UNSRI.
Tantangan lainnya adalah memastikan regulasi dan budaya kerja yang ditetapkan oleh korporasi dapat berjalan efektif di tingkat operasional, serta memastikan setidaknya 80 persen SDM tetap fokus mencapai tujuan organisasi.
"Hal ini membutuhkan teknik komunikasi dan kolaborasi yang tepat agar kepentingan organisasi tetap terjaga, namun hubungan personal tetap harmonis," kata Reny.
Simak ulasan selengkapnya di sini: