POSBELITUNG.CO -- Proses permohonan pengangkatan Arkana Aidan Misbach sebagai anak yang diajukan Ridwan Kamil di Pengadilan Agama Bandung masih menjadi sorotan publik.
Sidang yang berlangsung pada Rabu (8/7/2026) pagi itu menarik perhatian karena berkaitan dengan penetapan status hukum Arkana sebagai anak angkat Ridwan Kamil setelah perceraiannya dengan Atalia Praratya.
Menanggapi proses tersebut, pihak Atalia memilih belum memberikan pernyataan lebih jauh.
Kuasa hukum Atalia, Debi Agusfriansa, mengatakan kliennya menghormati seluruh tahapan hukum yang sedang berjalan.
"Kami kuasa hukum ibu Atalia belum bisa menanggapi terkait penetapan hak asuh anak yang dilakukan oleh pak RK di PA Bandung. Pada prinsipnya, kami sangat menghormati proses dan mekanisme yang ditempuh pak RK," ucapnya.
Baca juga: Polres Belitung Timur Tanam 150 Bibit Pohon di Kawasan Reklamasi Eks Tambang Timah
Dalam sidang tersebut, Ridwan Kamil tampak hadir mengenakan jas berwarna biru yang dipadukan dengan kemeja putih.
Mantan Gubernur Jawa Barat itu juga terlihat memakai kacamata hitam saat meninggalkan kompleks Pengadilan Agama Bandung.
Ekspresi Ridwan Kamil terlihat tenang ketika berjalan menuju kendaraan yang telah menunggunya.
Sesekali ia melemparkan senyum kepada awak media yang telah mengikuti jalannya persidangan.
Sebelum meninggalkan lokasi, Ridwan Kamil menyampaikan harapannya agar permohonannya dikabulkan.
"Ya, ini pengabulan doa-doa saya, Arkana insya Allah resmi menjadi anak saya," katanya singkat saat menuju mobilnya.
Putusan Dijadwalkan Pekan Depan
Ridwan Kamil mengatakan putusan pengadilan diperkirakan akan dibacakan sekitar satu pekan lagi.
"Mohon doa, ketok palu seminggu lagi," ucapnya.
Kuasa hukum Ridwan Kamil, Wenda Aluwi, menjelaskan kehadiran kliennya di Pengadilan Agama Bandung merupakan bagian dari tahapan akhir proses administrasi pengangkatan anak yang selama ini dijalani.
"Jadi, sekarang setelah kami melalui proses administrasinya, memenuhi semua ketentuan yang ada dalam Undang-undang di mana memang sebenarnya bahwa pascaperceraian, Arka ini oleh ibu Atalia diserahkan ke pak RK, sehingga kami harus memulai prosesnya kan single parent, maka pengangkatan anak single parent. Jadi, dilakukan sendiri oleh pak RK," katanya.
Menurut Wenda, seluruh agenda persidangan telah selesai, termasuk pemeriksaan saksi, sehingga kini tinggal menunggu penetapan dari majelis hakim.
"Insya Allah minggu depan ya (ketok palu) minta doanya, karena saya juga tadi baru mendengar ceritanya, jika Arka ini kemarin seperti batinnya lagi menyambung banget. Kemarin itu jalan-jalan sama pak RK seperti yang happy banget.
Mungkin dia tahu juga sedang diperjuangkan haknya begitu. Jadi, alhamdulillah tadi juga pak RK bilang doa-doa saya terkabul," katanya.
Ia menambahkan seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi, termasuk terbitnya surat keputusan dari Dinas Sosial yang menyatakan proses pengangkatan anak dapat dilaksanakan.
"Nah, hari ini adalah penetapan yang memang prosedur yang harus dilalui tahap final. Tadi juga di muka persidangan pak RK menyampaikan permohonannya secara pribadi kepada ketua majelis yang kebetulan adalah ketua Pengadilan Agama Bandung. Betapa pak RK ini sangat berharap, karena kedekatan emosional dengan ananda Arka ini sudah hampir enam tahun secara bersama-sama dan mereka sudah saling membutuhkan begitu," katanya.
Menjawab pertanyaan mengenai alasan proses pengangkatan baru dilakukan sekarang, Wenda menjelaskan bahwa seluruh tahapan memang harus dilalui sesuai ketentuan, termasuk masa pengasuhan yang menjadi bagian dari penilaian Dinas Sosial.
"Jadi, dilihat dahulu apakah memang layak tidaknya orang tua ini dan itu sudah dilalui selama dua tahun lebih waktu itu ya. Nah, tapi terhambat nih prosesnya dengan adanya perceraian kemarin. Jadi, ya ini waktunya, Allah sudah tentukan," kata Wenda.
Ia juga menerangkan bahwa permohonan yang sebelumnya diajukan bersama Atalia harus diulang setelah keduanya resmi bercerai.
"Nah, sekarang diajukan sendiri oleh pak RK. Sejak proses perceraian lalu, memang Arka bersama RK, walau memang bu Atalia juga ada bertemu setiap saat memberikan perhatian, mengajak main, dan lainnya," tandasnya.
(Tribunnews/Tribunnews Maker/Pos Belitung)