BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Proses seleksi terbuka atau lelang Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, untuk pengisian posisi enam Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin terus bergulir.
Sebanyak 35 pendaftar lolos tahap seleksi administrasi, dan 12 orang dinyatakan gugur. Kini pelamar tengah menjalani tahapan akhir, yakni pemaparan makalah dan wawancara, setelah sebelumnya melewati tes kompetensi atau assesmen.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar menyampaikan, antusiasme ASN untuk mengisi jabatan struktural tersebut cukup tinggi sejak pendaftaran dibuka.
"Pada saat penutupan pendaftaran, kami mendapatkan laporan bahwa ada total 47 pendaftar yang masuk untuk memperebutkan tujuh jabatan SKPD yang dilelang," ujar Tezar, di sela kegiatan seleksi tahap pemaparan makalah, di Hotel Pop, Rabu (8/7/2026).
Sebanyak 47 orang tersebut adalah jumlah orang yang mendaftar, namun karena satu pejabat ada yang mendaftar lebih dari satu SKPD maka total keseluruhan pelamar awal yaitu 57 pendaftar.
Setelah dilakukan verifikasi berkas dan seleksi administrasi dari panitia seleksi (pansel), tidak semua pendaftar dapat melanjutkan langkah mereka.
Baca juga: Dapat Penjelasan PLN Soal Pemadaman Listrik, Wali Kota Banjarmasin Yamin Minta Pemulihan Dipercepat
Baca juga: Modus Tawarkan Roti Kedaluwarsa, Tersangka Pencurian di Banjar Gasak Uang Rp 20 Juta
Baca juga: Nasib Dua Anak Diduga Tenggelam Di Sungai Barabai Kalsel, Korban Sempat Berpegangan Kaki Temen
"Setelah seleksi administrasi, ada 12 orang yang dinyatakan tidak memenuhi syarat atau tidak lolos. Sehingga, tersisa 35 orang yang bisa melanjutkan ke tahap berikutnya," paparnya.
Para peserta yang tersisa harus melewati serangkaian tes lanjutan, pada 4-5 Juli 2026, sebanyak 35 peserta mengikuti tahapan assessment yang dilaksanakan di ULM Banjarbaru.
Selanjutnya 6-8 Juli 2026 dilaksanakan tahapan pemaparan makalah dan wawancara.
"Hari ini adalah hari terakhir untuk proses paparan makalah dan wawancara. Di hari ketiga ini, ada 10 orang peserta yang dijadwalkan tampil," ujarnya.
Tezar mengatakan, pelamar yang tidak lolos kebanyakan berasal dari luar Kota Banjarmasin.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto mengatakan, selain faktor teknis yang mengakibatkan belasan pendaftar gagal, sikap keragu-raguan juga jadi pemicu.
"Bisa jadi karena faktor ragu-ragu atau maju-mundur dari pelamar, atau memang ada kelalaian dan kendala teknis dari sistem," ujar Totok.
Dari data BKPSDM, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) menjadi instansi yang paling diminati, total 15 peserta yang bersaing.
Sementara itu, SKPD lainnya, ada Dinas Kesehatan (Dinkes) tercatat diikuti oleh 4 peserta yang lolos seleksi administrasi.
"Karena di Dinkes hanya ada 4 orang, maka dalam tahapan menuju tiga besar nanti, hanya akan ada satu orang saja yang tereliminasi," pungkasnya.
Sesuai prosedur yang ditetapkan, masing-masing instansi akan menempatkan tiga orang peserta yang dinyatakan lolos tahap akhir.
Nama-nama yang lolos kemudian akan diserahkan ke Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR. Satu orang akan dipilih Wali Kota untuk menempati posisi pucuk pimpinan di tujuh instansi tersebut. (Banjarmasinpost.co.id/mariana)