Pembukaan jalan ini viral di media sosial setelah warga swadaya menyumbang dana hingga Rp 1 miliar untuk perbaikan jalan
PROHABA.CO, BENER MERIAH - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung jalan nasional Tajuk Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah Aceh, Rabu (8/7/2026).
Pembukaan jalan ini viral di media sosial setelah warga swadaya menyumbang dana hingga Rp 1 miliar untuk perbaikan jalan.
Kedatangan Dody ini menyusul kedatangan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian yang berdialog dengan inisiator jembatan Enang-Enang dan warga lainnya Selasa (7/7/2026) kemarin.
Bersama Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar, Dody Hanggodo meninjau jembatan darurat yang sempat terputus akibat bencana hidrometeorologi pada November tahun lalu.
Apresiasi Inisiator Pembangunan Jalan Selain melakukan peninjauan jembatan, ia menyempatkan diri berdialog dengan Sahrial Abadi, inisiator pembangunan jembatan tersebut secara swadaya oleh masyarakat.
Ia menyampaikan terima kasih serta apresiasi kepada masyarakat yang telah melakukan pembangunan jalan secara mandiri hingga mampu mengumpulkan donasi mencapai Rp1 miliar.
“Pemerintah pusat sangat mengapresiasi sekaligus berterima kasih atas inisiatif masyarakat membangun kembali jalan Enang-Enang di bawah koordinasi Pak Sahrial, tindakan ini berhasil memulihkan konektivitas ekonomi di bagian Tengah Aceh,” kata Dody kepada sejumlah wartawan.
Baca juga: Menteri PU Dody Hanggodo Tinjau Lokasi Sinkhole Raksasa di Aceh Tengah
Baca juga: Mendagri Tito–Wagub Aceh Tinjau Lokasi Bencana di Bener Meriah dan Aceh Tengah
Pada momen tersebut, Dody tampak memberikan atribut yang dikenakannya berupa topi dan rompi kepada Sahrial Abadi sebagai penghargaan atas kerja keras sang inisiator pembangunan Jalan dan Jembatan Enang-Enang.
Ambil alih pengerjaan Tajuk Enang-Enang
Dody memastikan, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) akan mengambil alih pengerjaan guna memperkuat konstruksi jembatan tersebut.
Hal tersebut sebagai upaya menjaga keselamatan para pengendara selama proses penguatan jembatan berlangsung.
“Dari sisi teknis sebenarnya jembatan ini sudah tidak layak pakai, tapi karena Pak Sahrial dan warga lainnya begitu semangat bergotong royong di sini, kita akan memberikan support yang maksimal sehingga apa yang sudah dikerjakan masyarakat tidak sia-sia,” tuturnya.
Penguatan konstruksi jembatan, yaitu dengan memperbaiki penyangga bawah jembatan yang dinilai tidak aman menahan derasnya aliran sungai saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Nantinya, kata Dody, Jembatan Tajuk Enang-Enang yang dibangun secara swadaya akan menjadi jalur alternatif terakhir setelah jembatan permanen selesai dibangun.
Baca juga: Menteri PU Resmikan Kembali Bendung Krueng Pase di Aceh Utara
“Ke depannya akan ada 3 jembatan yang bisa dilalui masyarakat, jembatan Wer Lah, satu jembatan shortcut dan jembatan ini nantinya akan jadi alternatif terakhir yang hanya dapat dilintasi motor dan mobil penumpang,” ucap Dody.(*)