Dominasi Eropa Kembali Terjadi di Piala Dunia 2026, Argentina & Maroko Siap Menantang
Drajat Sugiri July 09, 2026 10:28 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Babak perempat final Piala Dunia 2026 kembali memperlihatkan dominasi Eropa setelah enam dari delapan tim yang tersisa berasal dari Benua Biru, sementara hanya Argentina dan Maroko yang mampu mematahkan hegemoni tersebut.

Prancis, Spanyol, Belgia, Inggris, Norwegia, dan Swiss menjadi enam wakil Eropa yang masih bertahan dalam perebutan gelar juara dunia.

Sementara itu, Argentina menjadi satu-satunya wakil Amerika yang tersisa sebagai juara bertahan, sedangkan Maroko kembali mengangkat harapan Afrika untuk mengulang sejarah manis empat tahun lalu.

Komposisi tersebut bahkan membuka peluang terciptanya semifinal yang seluruh pesertanya berasal dari Eropa seperti yang pernah terjadi pada Piala Dunia 2018.

Dominasi Eropa sejatinya sudah menjadi pembahasan dalam Podcast Super Taktik Tribunnews Solo bertajuk: Babak Baru Piala Dunia 2026: Eropa Saling Jegal, Argentina Mulus?, di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Football Enthusiast Agung Iqbal Ramadhan menilai negara-negara Eropa hingga kini masih menjadi pusat kekuatan sepak bola dunia karena kualitas kompetisi dan pembinaan pemain yang mereka miliki.

"Eropa untuk saat ini masih memegang kunci dan superioritas di sepak bola," kata Agung Iqbal Ramadhan.

Eropa Kembali Kuasai Babak 8 Besar

Bertambahnya jumlah peserta Piala Dunia menjadi 48 tim sebenarnya memberi kesempatan lebih besar bagi negara-negara dari luar Eropa untuk melangkah jauh di turnamen.

Afrika, misalnya, mengirimkan 10 wakil pada edisi 2026 atau meningkat dua kali lipat dibandingkan hanya lima tim pada Piala Dunia 2022.

Namun, ketika kompetisi memasuki fase gugur, dominasi Eropa kembali terlihat begitu mencolok.

Enam wakil Eropa yang lolos ke perempat final bahkan lebih banyak dibandingkan edisi 2022 ketika hanya lima tim dari kawasan tersebut yang mencapai fase yang sama.

Piala Dunia 2002 hingga kini masih menjadi pengecualian karena saat itu hanya empat negara Eropa yang mampu menembus babak delapan besar.

Salah satu alasan utama dominasi tersebut adalah mayoritas pemain terbaik dunia berkarier di liga-liga elite Eropa yang memiliki kualitas kompetisi dan pembinaan paling maju.

Baca juga: Drama Pindah Hotel, Masa Istirahat Norwegia Tak Ideal Menatap Perempat Final Piala Dunia 2026

Akademi-akademi sepak bola di Eropa juga terus melahirkan talenta muda berkualitas yang kemudian memperkuat klub-klub besar maupun tim nasional masing-masing.

Keunggulan infrastruktur, investasi, hingga sistem pengembangan pemain membuat negara-negara Eropa tetap menjadi tolok ukur kekuatan sepak bola dunia.

Argentina dan Maroko Jadi Penantang Dominasi

Di tengah dominasi Eropa, Argentina dan Maroko menjadi dua negara yang masih mampu menjaga asa benua lain untuk merebut trofi Piala Dunia 2026.

Argentina tetap mengandalkan mayoritas pemain kelahiran negaranya sendiri meski banyak di antaranya berkembang dan mencapai puncak karier bersama klub-klub Eropa.

Lionel Messi menjadi contoh paling nyata setelah meninggalkan Argentina sejak usia muda untuk bergabung dengan Barcelona sebelum menjelma menjadi salah satu pesepak bola terbaik sepanjang sejarah.

Sementara itu, Maroko kembali menjadi satu-satunya wakil Afrika yang bertahan setelah lebih dahulu mencatat sejarah sebagai tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia pada edisi 2022.

lihat foto
JERSEY TIMNAS PRANCIS - Foto jersey Timnas Prancis di Piala Dunia 2026 yang dipajang di Solo Soccer, Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, Minggu, 31 Mei 2026. Kylian Mbappe tak pikirkan persaingan top skor Piala Dunia 2026 dengan Lionel Messi. TribunVideo/Akmal Khoirul Habib

Keberhasilan Maroko tidak lepas dari perpaduan antara hasil pembinaan akademi Mohammed VI di Rabat dan para pemain diaspora yang berkembang di akademi-akademi Eropa.

Kapten Achraf Hakimi, Brahim Diaz, Noussair Mazraoui, hingga Ayyoub Bouaddi merupakan contoh pemain yang lahir atau ditempa di Eropa sebelum membela tim nasional Maroko.

Pelatih Maroko Mohamed Ouahbi pun menilai perkembangan timnya terus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas yang juga dimiliki Prancis sebagai calon lawan di perempat final.

"Maroko terus berkembang, begitu pula Prancis, dan kedua tim kini lebih baik dibandingkan empat tahun lalu berkat kerja luar biasa yang dilakukan masing-masing federasi," ujar Ouahbi mengutip AFP.

Kini, menanti apakah Argentina dan Maroko mampu menghentikan laju negara-negara Eropa, atau justru Benua Biru kembali mengukuhkan dominasinya dengan menyapu bersih tiket menuju semifinal Piala Dunia 2026.

(Tribunnews.com/Niken)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.