SRIPOKU.COM - Memasuki Tahun Ajaran Baru 2026/2027, para siswa Kelas 10 SMA (Fase E) akan disambut oleh format mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang seru dan menantang.
Berbeda dengan jenjang SMP, IPS Kelas 10 dalam Kurikulum Merdeka disajikan secara multidisipliner dan terintegrasi, yang menggabungkan empat pilar utama: Sejarah, Sosiologi, Ekonomi, dan Geografi.
Pada Bab 1: Menjelajah Ilmu Pengetahuan Sosial, fokus pembelajaran diarahkan pada pengenalan dasar bagaimana ilmu sosial bekerja.
Baca juga: Panduan Menyusun Perangkat Pembelajaran Otomatis Menggunakan AI: RPP hingga Modul Ajar Deep Learning
Siswa diajak untuk tidak sekadar menghafal teori keilmuan, melainkan menggunakan kacamata sosiologis, historis, ekonomis, dan spasial untuk membedah berbagai fenomena serta masalah nyata di masyarakat.
Untuk membantu mematangkan penguasaan materi sekaligus melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills), berikut kami sajikan Ringkasan Materi Esensial Bab 1 IPS Kelas 10 SMA beserta 5 Contoh Soal HOTS dan Kunci Jawabannya:
1. Hakikat dan Peran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Ilmu Pengetahuan Sosial adalah rumpun ilmu yang mempelajari dinamika perilaku manusia, interaksi sosial, serta hubungan antara manusia dengan lingkungannya dalam dimensi ruang dan waktu.
IPS melatih kita untuk berpikir kritis, objektif, dan memiliki empati sosial dalam merespons isu-isu kemasyarakatan.
2. Memetakan 4 Pilar Integrasi IPS Kelas 10
3. Metode Penelitian Sosial Sederhana
Di bab ini, siswa diajak bertindak sebagai "peneliti sosial cilik" dengan mempelajari tahapan metode ilmiah, mulai dari merumuskan masalah, mengumpulkan data (lewat wawancara, kuesioner, atau observasi), menganalisis data secara objektif, hingga menarik kesimpulan berdasarkan fakta, bukan asumsi pribadi.
Soal-soal HOTS di tingkat SMA menuntut kemampuan integrasi konsep antar-pilar IPS, analisis data kasus, serta pemecahan masalah yang logis.
Fenomena belanja online melalui fitur Live Shopping di media sosial sering kali memicu perilaku impulsive buying (belanja tanpa rencana) di kalangan remaja. Banyak remaja membeli barang-barang estetik yang sebenarnya tidak mereka butuhkan, hanya karena terpengaruh oleh interaksi komentar penonton lain dan bujukan dari sang pembuat konten (influencer).
Jika dianalisis menggunakan perpaduan konsep Sosiologi dan Ekonomi, kesimpulan yang paling tepat mengenai fenomena tersebut adalah...
A. Interaksi sosial dan tekanan kelompok di dunia maya (Sosiologi) mampu memengaruhi rasionalitas individu dalam menentukan skala prioritas kebutuhan ekonomi (Ekonomi).
B. Kebutuhan ekonomi manusia pada dasarnya bersifat terbatas, namun menjadi tidak terbatas akibat adanya kesalahan algoritma media sosial.
C. Perilaku impulsive buying mencerminkan penerapan prinsip ekonomi yang efisien demi menghemat biaya distribusi barang.
D. Fenomena tersebut murni merupakan masalah ekonomi digital dan tidak ada kaitannya dengan struktur hubungan sosial antar-individu.
E. Remaja melakukan belanja spontan karena mereka memiliki tingkat literasi keuangan yang paling tinggi di masyarakat.
Kunci Jawaban : A. Interaksi sosial dan tekanan kelompok di dunia maya (Sosiologi) mampu memengaruhi rasionalitas individu dalam menentukan skala prioritas kebutuhan ekonomi (Ekonomi).
Pembahasan: Soal ini menguji integrasi pilar. Pengaruh sosial dari interaksi di media sosial serta influencer (Sosiologi) menjadi faktor eksternal yang mengaburkan tindakan ekonomi rasional (skala prioritas), sehingga memicu konsumsi yang tidak terencana.
Sejak abad ke-16 hingga sekarang, kawasan Kota Tua di Jakarta dan pelabuhan Sunda Kelapa tetap mempertahankan posisinya sebagai pusat aktivitas, meskipun fungsinya bergeser dari pelabuhan internasional menjadi cagar budaya dan destinasi wisata.
Perpaduan konsep ruang (Geografi) dan konsep waktu (Sejarah) yang paling tepat untuk menjelaskan stabilitas lokasi tersebut adalah...
A. Lokasi absolut kawasan tersebut berubah secara berkala mengikuti pergantian kepemimpinan politik dari masa kolonial hingga kemerdekaan.
B. Kawasan pesisir memiliki letak geografis strategis (konektivitas ruang) yang memicu perkembangan aktivitas manusia, di mana polanya dipertahankan secara dinamis dalam lintasan sejarah (konsep keberlanjutan).
C. Pemerintah kolonial membangun kawasan tersebut tanpa mempertimbangkan aspek kebencanaan atau topografi tanah wilayah pesisir.
D. Pergeseran fungsi kawasan dari pelabuhan menjadi tempat wisata menunjukkan terjadinya kemunduran peradaban masyarakat lokal di wilayah tersebut.
E. Dimensi waktu dalam sejarah tidak memengaruhi struktur keruangan suatu kota pantai di era modern.
Kunci Jawaban : B. Kawasan pesisir memiliki letak geografis strategis (konektivitas ruang) yang memicu perkembangan aktivitas manusia, di mana polanya dipertahankan secara dinamis dalam lintasan sejarah (konsep keberlanjutan).
Pembahasan: Secara Geografi, pesisir memiliki keunggulan lokasi spasial (aksesibilitas). Secara Sejarah, pemanfaatan lokasi strategis ini terus berlangsung dari waktu ke waktu, mencerminkan konsep "keberlanjutan" (continuity) dalam sejarah perkembangan wilayah.
Seorang peneliti ingin mengetahui efektivitas program bantuan pangan pemerintah terhadap tingkat kesejahteraan warga di Desa Makmur. Peneliti tersebut tidak hanya mencatat data statistik jumlah bantuan yang diterima warga (data kuantitatif), tetapi juga melakukan wawancara mendalam kepada tokoh masyarakat setempat mengenai sejarah pola gotong royong warga sebelum dan sesudah program masuk.
Pendekatan yang dilakukan peneliti tersebut mencerminkan esensi belajar IPS yang mendalam (Deep Learning), yaitu...
A. Mengutamakan asumsi pribadi peneliti agar laporan dapat diselesaikan dengan lebih cepat.
B. Menggunakan pendekatan multidimensional dengan mengaitkan aspek ekonomi saat ini dengan aspek historis dan sosiologis masyarakat lokal.
C. Mengabaikan data angka karena wawancara dengan tokoh masyarakat dianggap jauh lebih akurat dan objektif.
D. Membatasi sumber informasi agar tidak terjadi perbedaan pendapat yang dapat membingungkan kesimpulan.
E. Menolak keterlibatan pemerintah karena program bantuan dianggap merusak kemandirian ekonomi asli desa.
Kunci Jawaban : B. Menggunakan pendekatan multidimensional dengan mengaitkan aspek ekonomi saat ini dengan aspek historis dan sosiologis masyarakat lokal.
Pembahasan: Fenomena sosial bersifat kompleks. Memahami efektivitas suatu program ekonomi tidak cukup hanya dengan melihat angka statistik (ekonomi), melainkan harus dibedah secara multidimensional dengan melihat perubahan perilaku sosial (sosiologi) dan latar belakang kehidupan warga (sejarah).
Sebuah daerah pedalaman mengalami kelangkaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) akibat jalur jembatan utama yang menghubungkan daerah tersebut dengan kota besar terputus akibat longsor. Hal ini memicu lonjakan harga kebutuhan pokok di pasar lokal pedalaman tersebut.
Cara mengatasi masalah kelangkaan di atas berdasarkan prinsip ekonomi yang paling tepat dan berkeadilan adalah...
A. Membiarkan mekanisme pasar bekerja bebas hingga harga kebutuhan pokok melonjak setinggi mungkin agar warga jera.
B. Memaksa para pedagang lokal untuk menjual semua stok barang dengan harga yang sangat murah tanpa memedulikan biaya transportasi alternatif.
C. Pemerintah dan masyarakat berkolaborasi membuka jalur distribusi alternatif sementara, menetapkan skala prioritas penyaluran komoditas esensial, serta melakukan pengawasan ketat terhadap stok barang.
D. Menimbun sisa pasokan BBM yang ada untuk digunakan oleh aparatur desa setempat terlebih dahulu.
E. Menunggu jembatan utama selesai diperbaiki secara permanen tanpa melakukan tindakan penyelamatan ekonomi apa pun.
Kunci Jawaban : C. Pemerintah dan masyarakat berkolaborasi membuka jalur distribusi alternatif sementara, menetapkan skala prioritas penyaluran komoditas esensial, serta melakukan pengawasan ketat terhadap stok barang.
Pembahasan: Mengatasi kelangkaan akibat disrupsi ruang/distribusi memerlukan langkah rasional, yaitu mencari solusi spasial (jalur alternatif), menetapkan skala prioritas kebutuhan, dan menjaga keadilan distribusi agar tidak terjadi penimbunan.
Pembangunan kawasan pemukiman mewah di wilayah hulu sungai menyebabkan area resapan air berkurang drastis. Akibatnya, masyarakat yang tinggal di wilayah hilir kota (kawasan bantaran sungai berpendapatan rendah) mengalami bencana banjir musiman yang semakin parah setiap tahunnya. Konflik sosial pun mulai muncul antara warga hilir dan pihak pengembang perumahan hulu.
Analisis yang tepat terhadap fenomena geosfer dan dampaknya bagi kehidupan sosial di atas adalah...
A. Perubahan tata guna lahan di hulu (Geografi) melahirkan ketimpangan lingkungan yang memicu kecemburuan dan konflik vertikal di masyarakat (Sosiologi).
B. Bencana banjir di hilir murni disebabkan oleh faktor alamiah curah hujan dan tidak ada sangkut pautnya dengan aktivitas manusia di hulu.
C. Warga hilir harus direlokasi paksa tanpa ganti rugi karena mereka menduduki wilayah yang secara geografi salah sejak awal.
D. Pembangunan perumahan mewah di hulu harus terus ditingkatkan karena meningkatkan status strata sosial wilayah tersebut secara instan.
E. Konflik sosial akan selesai dengan sendirinya apabila musim kemarau telah tiba.
Kunci Jawaban : A. Perubahan tata guna lahan di hulu (Geografi) melahirkan ketimpangan lingkungan yang memicu kecemburuan dan konflik vertikal di masyarakat (Sosiologi).
Pembahasan: Aktivitas perubahan ruang ekologis di satu wilayah (hulu) berdampak pada kerusakan fisik di wilayah lain (hilir). Dampak fisik ini (banjir) menciptakan kerugian ekonomi dan ketidakadilan sosial, yang pada akhirnya memicu konflik sosial antar-kelompok masyarakat.
Menjelajah Ilmu Pengetahuan Sosial di Kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang tidak berpikiran sempit.
Melalui keterpaduan ilmu Sejarah, Sosiologi, Ekonomi, dan Geografi, kita dibekali alat analisis yang kuat untuk memahami dunia yang dinamis ini secara bijaksana.
Bagi para siswa, manfaatkan ringkasan materi dan 5 latihan soal HOTS di atas sebagai bahan persiapan menghadapi asesmen formatif maupun sumatif di kelas.